
πΌπΌπΌπΌπΌπΌ
...Yeeaayy, mak chibi up lagi hari ini....
...Keep healty end keep smile semuanya....
...Mak pajang makanan hari ini, gak boleh ngeces yaπ....
...Ya, kalo pengen tinggal klik aplikasi go pood ajeπ€....
...Kalo ngiler sama visual silahkan peluk hape nya masing-masingπ....
...Salam sayang buat kleaaann...πππ....
...Di tunggu selalu, vote, hadiah, jempol dan komennya;)...
********
(Sesuka dan senyaman apapun, aku dengan mereka. Najwa, tetep gak mau pisah dari uncle dan umma,)
Najwa segera keluar dari kamar lalu menuruni tangga, kemudian menggelar sajadahnya di ruang tengah.
Sekilas, Andra yang baru saja datang memperhatikan gadis kecil itu yang sedang merapikan mukenanya.
"Hayo, rambutnya masih keluar-keluar tuh! Selembar juga gak boleh lho! Nanti, sholatnya jadi tidak sah," ucapnya lembut memberi tahu sambil lewat. Najwa hanya terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali.
Selesai solat berjamaah, Andra tak langsung beranjak. Ia mengangkat tangannya setelah berdzikir beberapa saat. Diikuti oleh makmumnya yaitu, Kartika dan Najwa. Dua wanita cantik yang sangat berarti untuknya.
*****
Najwa sengaja melaksanakan solat munfarid di kamarnya, karena ia malas naik turun tangga. Selesai solat Najwa mematut dirinya di depan cermin. Beberapa kali berganti gamis dan pasmina lebar.
Padahal gamisnya sudah lucu dan cocok untuk remaja seusianya. Tapi, tetap saja Najwa menggantinya lagi dan lagi.
Tiga puluh menit lebih, waktu di habiskan nya hanya untuk mematut diri. Kini saatnya ia mengusapkan bedak bayi ke wajah jelitanya.
Bedak dengan aroma lavender yang smooth end soft. Kemudian, memoles tipis bibir ranumnya dengan lip gloss.
Entah,dari mana ia mendapatkan pemulas bibir itu.
Kalau bedak bayi, memang ia selalu memakainya sedari bayi, dengan merk dan wangi yang sama. Bahkan untuk shampo pun berlaku hal serupa.
Karena itulah, Andra merasa dirinya masih seperti bayi kecil nya.
Kini penampilannya di rasa telah sempurna, benar-benar membuatnya puas dan senang. Najwa pun mengenakan sepatu sneaker putih nya, kemudian meraih tas kecil dengan tali yang panjang dan menggendongnya di punggung.
Ia benar-benar nampak seperti remaja yang baru saja bertunas, begitu segar dan energik.
Kaki jenjangnya yang tertutup gamis panjang, melangkah dengan penuh semangat.
Kartika menghampiri Najwa, dan meraih salah satu tangannya.
" Gadis nya Umma cantik bener," puji Kartika
"Tapi, lama! Keburu laper tauk," rajuk nya, menyindir Najwa yang sepertinya sudah mulai ngerti dandan.
Sedangkan Andra, yang sedang memainkan ponselnya, tanpa sadar memandang Najwa tak berkedip dan lama.
__ADS_1
(Makin lucu aja sih, kamu. Najwa nya uncle ganteng.)
(Mana rela, kalo di ambil orang ini mah.)
Andra terpana dengan penampilan Najwa yang segar bak bunga yang baru merekah di musim semi.
Najwa terlihat begitu manis, dengan gamis two piece panjang berwarna baby pink. Menjulur hingga mata kaki, dengan pita di kanan kiri pinggangnya. Serta pasmina lebar berwarna senada yang menutupi dadanya, terlihat sungguh lucu dan manis pas dengan usianya yang mangkat remaja.
Ternyata, meski pakai gamis tetap bisa modis.
Ternyata dengan pakai gamis, tetap bisa terlihat trendi. Ternyata, bergamis itu tetap bisa membuatmu menjadi dirimu sendiri kok.
"Abang!"
"Hayuk atuh!" titah umma dengan gemas, karena melihat Andra hanya diam saja.
(Ni anak, Najwa segede gini aja dia udah ngeblenk. Gimana, tujuh tahun ke depan?)
(Bakal cakep bin seksi ini gadisnya umma, aduh...
Rela gak ya? Kalo di ambil mantu sama orang lain?)
(Duh Kartika kamu mikir apa coba?)
"Ayok, Uncle. Nanti keburu malem."
Dan, kalimat yang keluar dari mulut Najwa sukses mengembalikan pikiran Andra dan Kartika yang sempat terbang sesaat tadi.
"Ah, iya. Ayuk deh,"
Mereka pun berjalan beriringan menuju kendaraan roda empat yang sudah di siapkan oleh Andra.
"Biarkan hamba yang tampan bin menggemaskan ini menjadi pengemudi kalian," kelakar Andra yang telah membukakan pintu mobil untuk kedua wanita beda generasi tersebut.
Yang satu sangat anggun dan berkharisma, yang satu nya lagi sungguh imut dan manis.
Ingin rasanya Andra mencubit gemas pipi Najwa dan men...,
(Hussh, sadar Ndra!)
(Nanti, bisa jadi pedofil beneran lho!)
Batinnya menjerit, mengingatkan nya pada sebuah kenyataan, seketika Andra memukul pelan kepalanya.
Singkat waktu, mereka pun sampai di tempat yang di tuju.
Awal musim semi membuat seluruh manusia tanpa mantel tebal lagi. Hanya, menggunakan blazer saja pada sebagian orang atau pun jaket biasa.
Mereka berjalan kaki menikmati kuliner malam yang berjejer di sepanjang jalan.
Singgah di sebuah kafe pinggir jalan yang menyediakan makanan khas kota dan negara ini. Yaitu, Takoyaki.
Makanan ini mempunyai bentuk yang bulat dan berukuran sekitar 3 sampai 5 cm, sehingga tidak heran jika takoyaki juga sering disebut dengan baso panggang Jepang.
__ADS_1
Takoyaki merupakan sebutan untuk gurita panggang karena dalam proses pembuatannya tidak melalui tahap penggorengan dengan menggunakan minyak yang banyak. Melainkan harus dipanggang dalam sebuah cetakan setengah bulatan yang berukuran kecil dan kemudian di bolak-balik sehingga bisa menghasilkan bulatan yang penuh.
Dan, Okonomiyaki (martabak ala Jepang).
Dua jenis makanan ini berbahan dasar gurita.
Namun, jajanan khas Jepang ini biasa juga di sebut "pancake Jepang". Berbahan dasar adonan dari tepung terigu yang di goreng di atas " teppan".
Biasanya di tambahi irisan kol, olahan laut, ikan berbagai jenis daging dan lainnya.
Terlihat persis seperti martabak yang ada di Indonesia.
Mereka menyaksikan sang penjual mengolahnya di area depan cafe tersebut.
Sepasang mata indah Najwa berbinar, begitu melihat makanan kesukaannya itu tersaji di depan meja.
Batinnya berucap penuh syukur, dan lidahnya merealisasikan itu.
"Alhamdulillah, jazakallahu khoir. Uncle!" pekiknya, dengan senyum lebar yang tercetak di paras jelitanya.
"Alhamdulillah, wa iyyaki. Najwa cantik," sahut Andra dengan binar yang serupa.
Kartika pun turut mengulas senyum penuh kelegaan. Hatinya tenteram melihat kebersamaan ini laksana semula.
Meskipun, suatu saat waktu jua yang akan memisahkan. Biarlah, sebelum masa itu datang. Kebersamaan dan kemesraan ini berjalan dengan semestinya.
Setelah makan, mereka bertiga pun berjalan lagi melewati toko-toko yang berjejer di sepanjang trotoar. Suasana malam yang semakin ramai dengan pijar lampu yang menerangi setiap badan jalan.
Hingga, langkah kaki gadis pra remaja itu berhenti, tepat di depan sebuah toko yang memajang berbagai jenis"Crepes".
Berbagai crepes yang cantik dan manis, dengan bermacam jenis topping di atasnya. Membuat siapapun akan tergugah untuk mencicipi makanan renyah itu.
Andra masuk melewati keduanya dan berlenggang memasuki toko tersebut. Para pelayan toko menyambutnya dengan senyum yang ramah.
Bahkan, beberapa dari mereka yang memang wanita semua mencuri pandang ke arah pemuda rupawan itu.
Di mana kala itu, Andra tengah melihat-lihat isi rak. Rak tinggi dan lebar yang menyediakan berbagai jenis crepes..
Tak lama kemudian ia keluar toko tersebut, hingga membuat para pekerja di dalam menyisakan senyum-senyum di wajah mereka.
"Ini, buat aku?" Najwa, berbinar melihat crepes yang di berikan oleh Andra.
Andra hanya melempar senyumnya dan mengangguk kecil.
"Wooaahh, cantik banget!"
"Pasti enak. Makasih, Uncle ganteng!" seru Najwa terlihat senang sekali, hanya saja saat ini ia sudah bisa menguasai diri nya.
"Crepes yang cantik, buat Najwa yang lebih cantik!"
"Ehem!"
Andra pun menarik tangannya yang tanpa sengaja hendak terulur ke pipi merona itu.
__ADS_1
(Untung ada umma.)
Bersambung>>>>>