
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Layu sebelum berkembang dan kalah sebelum perang.
Sabar...jodoh sudah di tetapkan pada setiap insan.
Bila tak di beri di dunia, Insyaallah, telah Allah siapkan di akhirat nanti. Pasangan mu yang akan menemani mu di keabadian surgawi.
Karena di surga gak akan ada jomblo. Setiap manusia akan mempunyai pasangan. Pasangan untuk mereguk manis dan nikmatnya kehidupan yang abadi.
Pasangan yang tidak akan pernah menua dan menyakiti.
Karena itu, yang jomblo abadi di dunia jangan sedih. Teruslah pada ketaatan dan tingkatkan ketaqwaan. Karena, apa yang Allah janjikan itu benar!
*****
Perhelatan akbar itu pun tiba masanya, dimana seorang pria akan menggenggam tangan seorang ayah. Demi, meminta anak perempuan miliknya agar menjadi tulang rusuknya.
Menyempurnakan agamanya, menyempurnakan status sosialnya, menjaga pandangan serta ke maluannya.
Di mana Allah telah memerintahkan melalui sabda Rosul nya. Bahwa, menikahlah bila kau sudah mampu, atau menikahlah bila kau tak ingin gelora dan hasrat menenggelamkan mu pada telaga nista akibat zina.
Karena menikah akan memberi kehormatan dan keberkahan pada hidupmu. Menikah akan menyelamatkan mu dari lubang dosa.
Menikah, akan menyempurnakan ibadah mu juga, serta melengkapi iman mu yang kurang penuh. Karena menikah dapat meningkatkan taqwa dan ketaatan mu padanya.
Hotel mewah yang sudah di sulap menjadi tempat perhelatan sakral bagi dua insan yang saling mencinta dan merindu dalam diam.
Mereka, hanya dapat menyebut masing-masing nama yang selalu tersemat di setiap untai munajat mereka.
Mengiba dan memohon pada sang pemilik hati, agar terbuka jalan untuk bersama dan saling memiliki.
Di sebuah kamar hotel, seorang gadis tengah di hias dan di dandani.
"Baru kali ini saya merias calon pengantin gampang banget. Soalnya udah cantik sih jadi gak perlu poles banyak udah jadi kayak princess tuh. Masya Allah!" puji seorang MUA yang berdecak kagum melihat Najwa.
"Kamu cantik banget si Neng, udah kayak boneka," kata sang asisten dari penata rias tersebut.
Najwa hanya memasang senyumnya dan mengucap syukur ketika ia melihat salinan dirinya pada cermin besar.
__ADS_1
"Sudah selesai ya Mbak?" tanya Ameera pada MUA.
"Alhamdulillah, sudah Bu. Saya permisi ya ke kamar, nanti setelah akad saya kesini lagi buat ngecek." MUA dan asistennya pun pamit undur diri.
Ameera mendekati sang puteri yang tengah duduk di depan meja rias. Nampak begitu anggun dan dewasa, dengan baju pengantin putih susu berpayet. Tertutup dan panjang hingga menyapu lantai. Kepala yang terbungkus khimar berwarna senada dengan hiasan mahkota kecil berkilau.
"Masya Allah. Cantiknya anak Mommy...,"
"Udah kayak puteri salju yang di negeri dongeng itu," puji Ameera pada putri pertamanya itu.
"Kakaaakk...!" pekik Syam yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Adik ganteng bin soleh nya Kakak!" sambut Najwa dengan merentangkan tangannya.
"Masya Allah, gantengnya. Pake jas dan dasi kupu-kupu, kayak orang gede aja kamu," gemas Najwa yang telah memangku Syam sambil menciumi pipi chubby nya.
"Kakak juga cantik, kayak princess. Syam, nanti mau pamer sama temen-temen di sekolah, kalo kakaknya Syam cantik sekali pake banget," tuturnya tanpa jeda dengan bibirnya yang bergerak lucu.
"Ish, mana boleh begitu, Syam. Kita gak boleh berbangga apalagi pamer," ucap Najwa gemas.
"Emang nya kenapa, kan yang Syam pamerin Kakaknya Syam," tanya anak lelaki kecil itu polos dengan bibir yang di majukan ke depan.
"Allah dong Kak," jawab Syam lugas.
"Lalu yang memberi hidung, bibir, mata, rambut, anggota tubuh lainnya siapa?" tanya Najwa lagi sambil menyentuh satu persatu yang di sebutkan nya tadi.
"Allah," jawab Syam lagi.
"Berarti Syam, Mommy, daddy, Kakak itu miliknya siapa?" Najwa mulai memancing daya pikir sang adik.
"Em, kalo gak salah..., Milik Allah kan?"
"Bukannya gak salah, tapi emang iya. Kita semua ini milik Allah, apa yang kita punya dari Allah. Karena, tanpa pemberian-NYA, kita gak akan punya apa-apa...," jelas Najwa.
"Oohh, gituu...," sahut Syam dengan membulatkan mulutnya.
Ameera terkekeh dalam diam melihat ekspresi Syam, dia tidak mau mengganggu interaksi keduanya.
" Iya Syam yang ganteng bin soleh. Emang gitu..., makanya apa yang mau kita pamerin coba? Kalau ternyata semua yang kita punya adalah milik Allah Ta'ala," jelas Najwa dengan senyum cantiknya.
__ADS_1
"Syam ngerti Kak. Syam gak akan pamer deh, kan kalau miliknya Allah kapan waktu bisa di ambil lagi sama Allah, iya kan Kak?" ucap Syam membuat Najwa dan Ameera saling pandang.
"Masya Allah, Syam pinter kamu faham Nak?" puji Ameera, yang kini menghampiri kedua anaknya itu.
"Iya, kan waktu itu Daddy pernah di kasih pinjam cukuran jenggot sama mang ucup(tukang kebon), terus besoknya di minta lagi sama mang ucup , sama Daddy dibalikin alat cukurnya. Kata Daddy karena itu bukan milik kita makanya di minta lagi sama yang punya, gitu...," tutur Syam sambil menarik nafasnya.
"Masya Allah Syam...!" Kedua wanita itu pun memeluk anak laki-laki yang baru bersekolah di PAUD itu.
"Duh, pada peluk-pelukan gak ajak Daddy...!" seru Hideo yang ketika masuk kamar melihat anggota keluarga kecilnya itu macam teletubbies.
"Daddy...!" sorak Syam. Yang sejak tadi juga hendak mencari Hideo.
Hap!
Syam sudah menemplok bagai anak koala di gendongan daddy tampannya itu. Wajah mereka nampak seperti pinang yang di belah dua. Benar-benar mirip.
"Kayaknya Daddy ketinggalan cerita nih?" tanya Hideo pada Syam.
"Iya tadi seru, denger penjelasan dari Kakak," jawab Syam yang mengalungkan tangannya di leher sang daddy.
"Hmm, gitu ya...? Nanti kamu harus ceritakan ke Daddy ya...,"
"Sekarang, kita ke bawah dulu. Soalnya pak penghulunya udah siap," jelas pria yang pantas mendapat gelar sebagai hot daddy tersebut.
Karena, meskipun usianya sudah hampir menginjak angka enam puluh tahun. Akan tetapi, bentuk tubuhnya masih terjaga, selain itu kharisma nya juga semakin memancar.
Itu semua di karenakan Hideo sangat menjaga pola makan, istirahat dan juga olahraga. Sedangkan Ameera ia terlihat lebih berisi semenjak melahirkan Syam, namun Hideo tak pernah mempermasalahkannya sedikit pun.
"Sayang, Dad dan Mom tinggal dulu ya. Nanti ada Isyana yang menemani mu." Setelah mengecup kening Najwa, Hideo dan Ameera keluar dari kamar pengantin itu.
"Halo cantik...,"
"Kita ketemu lagi ya, gak usah tegang banyakin dzikir aja biar semuanya lancar. Karena, kalau kamu nya tegang nanti Andra nya juga tegang di sana," ucap Isyana yang kini sudah duduk di samping Najwa. Matanya tak lepas menatap gadis yang luar biasa cantik di hadapannya.
"Gimana, Andra gak mabuk kepayang. Kalau bidadari nya aja secantik ini," puji Isyana tulus.
"Kak Isyana terlalu berlebihan, karena Kak Isyana lah yang sangat cantik," tutur Najwa membalik pujian Isyana.
Isyana terkekeh kecil, membuat Najwa tak berkedip karena tertawanya saja sudah begitu anggun dan berkelas. Benar-benar wanita dewasa yang cantik.
__ADS_1
Bersambung>>>>>