Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Nenek


__ADS_3

"Apa kamu mencintai suami mu?" Caca seketika mengangkat wajahnya, terkejut dengan pertanyaan nenek.


"Nenek tahu semuanya, kamu dipaksa menikah dengannya bukan?" nenek menatap kedua mata gadis itu, ada kesedihan yang terlihat jelas di matanya.


"Aku tidak menjebaknya nek?" ucap Caca sedih. "Semua murni kecelakaan, dan aku juga tidak berbuat mesum dengan mas Al, tapi tidak ada yang mempercayai kami." lanjutnya sedih.


Tangan Caca saling mengepal satu sama lain, gadis itu ketakutan dan gelisah. Jujur dia tidak berani menatap wajah sang nenek.


Nenek meraih tangan nya, sontak Caca mengangkat kepalanya dan menatap nenek dengan wajah bingung, detik berikutnya dia kembali menunduk. "Aku tahu," jawab nenek pelan.


"Apa kau menyukai cucuku?" lagi nenek bertanya, sejenak pandangan keduanya bertemu, namun detik berikutnya gadis itu kembali menunduk.


"Atau ini bagian dari rencanamu? agar kau bisa menikah dengannya?'


Sekali lagi gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap wanita di hadapannya ini, senyuman di wajah nenek membuatnya semakin bingung.


"Aku tidak menjebak Al, sungguh semua itu kecelakaan," Caca coba menjelaskan


"Kecelakaan?" potong nenek, "bagaimana bisa kalian berada di kamar yang sama?" lanjutnya


"Waktu itu...ada seseorang yang coba menjebak ku nek, untung Al datang dan menyelamatkan ku, jika tidak.. mungkin saat ini aku..." Caca menunduk tak sanggup melanjutkan ucapannya.


"Dan kau memaksanya menikahi mu?"

__ADS_1


"Tidak, aku sudah menolak tapi keluarga ku dan Om Zein tidak percaya, aku bisa buktikan jika aku masih..." lagi gadis itu diam,


"Hahahaha... aku tahu." nenek tergelak. Dia lucu sekaligus bahagia melihat kepolosan caca.


Caca menatap tak percaya, bisa bisanya nenek mentertawakan ku, apa maksudnya?


"Apa kau heran? bagaimana nenek tua ini bisa tahu semuanya?" ucapnya lagi, dan tanpa sadar Caca mengangguk.


"Apa yang tidak bisa aku ketahui, walau aku berada di dalam rumah. "Aku juga tahu jika sebenarnya cucuku itu memiliki kekasih, dan..."


"Kenapa nenek tidak menghentikan Pernikahan kami?" gadis itu keceplosan, detik berikutnya dia kembali menunduk.


Caca kamu ... bisa bisanya disaat genting begini kamu menyela, matilah aku...bodoh kamu ca, bodoh...makinya pada dirinya sendiri.


"Hahahaha...nenek tertawa. "Kau gadis yang polos, menarik, aku suka." ucap nenek disela tawanya.


"Gadis itu tidak tulus mencintai cucuku, dia hanya memanfaatkan cucuku agar karirnya bersinar, tapi anak bodoh itu begitu mencintainya." lanjut nenek dengan wajah sedih.


"Maukah kau berjanji padaku, untuk membuatnya jatuh cinta dan melupakan gadis itu?"


Lagi Caca menatap tak percaya, nenek memintanya hal yang musthil, Al sangat membencinya, mana mungkin dia bisa membuatnya jatuh cinta. Gadis itu geleng kepala dan menunduk sedih.


"Maafkan aku Nek, tapi.."

__ADS_1


"Kamu pasti bisa," lanjut nenek.


"Aku tidak yakin nek," dia saja selalu menyalahkan ku dan menuduhku menjebaknya, walau aku menantangnya dan mengatakan akan membuatnya jatuh cinta padaku, tapi sejujurnya didalam hatiku yang paling dalam aku takut, aku tidak bisa membuatnya menyukaiku, aku bahkan belum pernah berpacaran, bagaimana aku bisa membuatnya berpaling...


"Nenek percaya padamu."


"Hah!" Spontan gadis itu mengangkat kepalanya, dan nenek tersenyum melihat ekspresi wajah Caca.


"Nenek yakin kamu bisa, kamu gadis kuat, dan tangguh. Nenek yakin kamu bisa membuat cucuku mencintai mu,"


"Tapi.."


"Kau tahu, aku bukan orang yang mudah suka dan percaya pada orang, asal kau tahu butuh waktu bertahun untuk aku menyukai menantuku sendiri, tapi denganmu entah mengapa aku tertarik. Mungkin karena kau adalah putri keluarga Baskoro, aku kenal betul keluargamu, asal usul itu penting untuk ku, tidak seperti Al yang berpacaran dengan gadis tidak jelas itu." lanjut nenek.


Tak kusangka nenek bisa bicara seperti ini padaku, ternyata nenek juga matre, Hem...aku kira nenek beneran suka, ternyata dia menyuukaiku karena aku putri keluarga kaya, apa nenek menyelidiki ku?


"Nenek mau istirahat, kau bisa keluar, ingat, tugasmu membuat cucuku jatuh cinta padamu,"


"Iya Nek" jawab Caca.


Kemudian gadis itu melangkah keluar, dia diam dan terus berjalan.


"Ca," gadis itu menoleh, dan mendapati mertuanya sudah berdiri didekatnya.

__ADS_1


"Mama" jawabnya pelan. Zahra tersenyum, "Ayo kita ke dapur, kamu belum makan bukan?"


"Eh...iya Ma." jawabnya pelan dan mengikuti mertuanya.


__ADS_2