Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Akhirnya


__ADS_3

"Mass.." panggil Caca


"Hmmm..." jawab Al disela ciuman panasnya, tak ingin lagi Caca mengganggu aktivitas baru yang kini tengah menjadi candu baginya.


"Mass...ahhh" ucap Caca


Gadis itu juga sudah mulai terhanyut dengan permainan panas sang suami.


"Mas..." kali ini Caca menarik dirinya mundur, walau itu tak berarti apa-apa karena Al sudah menarik tubuhnya kembali, Pria itu sudah di selimuti kabut gairah.


Caca menahan Al dengan kedua tangannya yang dia letakkan diatas dada suaminya itu.


"Maaf," ucap Caca lirih


Al tak memperdulikan, dia kembali mendaratkan bibirnya, kali ini tak di wajah tapi di leher Caca, menciptakan rasa geli yang baru pertama kali dia rasakan.


"Maaf mas, aku nggak bisa,"


Kalimat yang baru saja Caca ucapkan membuat Al tersadar dan menghentikan aktivitas nya.


Pria itu mengangkat kepalanya dan menatap wajah cantik sang istri dengan tatapan penuh tanya,


Caca menelan saliva nya melihat tatapan tajam nan menusuk yang suaminya layangkan untuk nya.


"Mas.." ucapnya pelan penuh keraguan


"Apa kau takut?" tanya Al


Caca menggeleng pelan


"Apa kau menolak?" tanya Al dengan suara datarnya, namun Caca tahu Al menyimpan amarah disana.


Lagi gadis itu menggeleng, Al menggeram kesal, Caca selalu saja membuatnya kesal di saat hasratnya sudah melambung, dan dengan santainya dia menghancurkannya, Apa dia tidak tahu apa yang dirasakan Al setelah penolakan dirinya itu.


Terlihat beberapa kali Al menghela napas berat, sebelum akhirnya dia bangkit, Al akan pergi, dia kesal dan kecewa dengan penolakan istrinya. Dan ini bukan yang pertama kalinya Caca mengerjai dirinya.

__ADS_1


Al terhenti karena Caca menahan lengannya, gadis itu dengan berani memeluk kuat lengan suaminya agar tidak meninggalkan dirinya.


Caca tahu Al marah, dan pria itu salah paham padanya.


"Mas..."


"Sudahlah Ca, aku tidak akan marah," ucap Al yang coba melepaskan pegangan tangan istrinya yang menahannya untuk pergi.


"Kamu salah paham mas!" ucap gadis itu setengah berteriak.


Cukup sulit untuk nya memberanikan diri mengungkap segalanya.


"Aku tau, aku tidak marah," ucap Al yang masih coba bangkit.


Caca duduk dan memeluk Al dari belakang, "Aku takut," ucap gadis itu pelan namun masih bisa di dengar Al.


"Ca," ucap Al menggeram kesal, pelukan Caca justru membuatnya kembali berhasrat.


"Jangan pergi mas," ucap gadis itu lagi dan justru semakin erat memeluk Al.


"A...aku takut mas, kata...kata teman aku sakit," ucap Caca menunduk.


"Hah!" Al terkejut mendengarnya, mulutnya menganga dengan mata terbelalak.


semua yang dia pikirkan tadi terbang, spekulasi dan dugaan nya ternyata salah.


Detik berikutnya Al tersenyum, dua baru sadar, jika istrinya tak hanya polos, tapi juga lugu.


"Mas, akan melakukan nya dengan pelan sayang, mas juga enggak tahu rasanya, karena ini juga yang pertama.


Tapi mas janji, mas akan melakukan nya perlahan, hingga kamu merasa nyaman."


Caca mengangguk pelan dengan semburat merah di pipinya, hal itu semakin membuat Al tersenyum.


Tanpa bicara lagi dia kembali mencumbu istrinya, Al mencium Caca dengan sangat lembut. Hingga Caca terbuai, dan akhirnya dia pasrah.

__ADS_1


Al mulai melakukan aksinya, hingga saat penyatuan mereka, Caca menjerit dengan keras, membuat Al terkejut dan langsung membungkam bibir Caca dengan ciuman.


Akhirnya mereka bisa melewati malam panjang yang indah.


Al mencium kening istrinya setelah kegiatan manisnya berakhir. Caca hanya bersembunyi dibalik pelukan hangat sang suami.


"Sayang,"


"Hmmm.."


"Terimakasih,"


"Untuk?" tanya Caca mengangkat kepalanya melihat wajah Al yang berjarak begitu dekat, karena sang suami juga menatapnya.


"Terimakasih untuk Cinta yang sudah kamu berikan untuk mas," ucap Al kemudian mencium kening Caca lagi.


"Mas bahagia sayang,"


"Aku juga," jawab Caca malu-malu.


"Sayang," panggil Al lagi


"Apa mas?"


Al tak menjawab dia kembali membenamkan bibirnya di bibir sang istri, memberikan rangsangan untuk memulai kegiatan panas mereka untuk yang kedua kalinya.


"Emmptt...mas..." ucap Caca disela serangan Al


"Mas mau lagi sayang,"


"Tapi mas, masih sakit."


"Mas akan pelan-pelan."


Setelah itu Al kembali melanjutkan perjalanan cintanya menuju puncak kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2