
seteleh kepergian Caca, Al bangkit, dia duduk dan merenung. Tak ada rasa sakit di perutnya, karena sebenarnya itu hanyalah akal-akalan Al saja. Dia ingin sang istri merawatnya dan merasa bersalah, atau bisa jadi istrinya baper dan semakin jatuh cinta,
tapi kenyataan tak seindah hayalan, niat Al gagal, sang istri justru membuatnya kesal.
Dengan sangat jelas, Caca mengatakan mencinta pria lain, apa nggak nyesak coba? hahahaha...
Al bangkit dari duduk nya dan berjalan kembali keluar kamar. Rasanya begitu gerah, tak hanya tubuhnya tapi juga hatinya.
Kalimat Caca terus saja terngiang, dan Al tak mampu untuk mengusirnya, semua itu membawa langkahnya menuju kamar sang istri.
Di dalam kamar Caca malah sudah asyik bermimpi. Dia langsung tertidur dengan perasaan senang, bahagia banget bisa buat sang suami cemburu.
Al bolak balik di depan pintu kamar istrinya, tangannya sudah lima kali terulur di depan pintu dan Ingin sekali mengetuknya. Namun dia urungkan kembali, karena Al merasa takut dan juga gengsi. Dia mengurungkan niatnya itu, bisa besar kepala istrinya nanti, kalau dia mengetuk pintu, dan bisa jadi bahan ledekan Caca dirinya.
__ADS_1
Namun rasa cemburunya yang begitu kuat, mengalahkan logika, akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu kamar dengan sangat pelan, dan masuk ke dalam.
Ckleek...pintu terbuka. Ruang kamar yang sejuk dengan cahaya yang redup menyambut nya, diatas tempat tidur terlihat sang istri sedang terbaring dengan begitu pulasnya.
Al terdiam beberapa saat dan hanya memandangi sang istri yang jelas memunggunginya.
Al tertawa, dia mentertawakan kebodohan nya, disini istrinya tidur nyenyak tanpa beban, sementara dia uring-uringan memikirkannya ucapan sang istri tadi.
Sekali lagi Al merasa bodoh, dan kesal. Bodoh karena merasa dikerjai Caca.
Jelas terlihat wajah sang istri yang tertidur dengan nyaman, mata hitamnya yang suka melotot tertutup rapat, bibirnya yang suka membantah dan cerewet kini terbungkam, Al terkekeh sendiri tanpa sadar.
Lagi dia merasa aneh pada dirinya, kenapa dia bisa berada disini?
__ADS_1
Apa yang dia lakukan?
Al tersemyum kecut, kini dia menyadari sesuatu, gadis kecil ini diam-diam mampu dirinya memikat perhatiannya, danmembuatnya merasa pusing, galau, kesal, marah tapi juga ngangenin.
'Perasaan apa ini? apakah aku telah jatuh cinta padanya? Mana mungkin?'
'Apa coba yang menarik darinya Dan kenapa aku bisa jatuh cinta padanya?' tanya Al lagi di dalam hatinya.
Ya walaupun tidak bisa dia pungkiri, jauh di sudut hatinya dia memang menyukai gadis ini, gadis kecil yang suka membantahnya.
Ehm..." Caca berbalik dan kini menghadap dirinya sontak saja hal terkejut dan tersadar, Gadis itu kini berbalik menghadapnya, Al bisa melihat jelas wajah cantik sang istri yang terlihat damai dan nyaman.
Caca semakin terlihat cantik dengan rambut berantakan dan wajah polos tanpa polesan make up, lagi sesuatu di dalam diri Al bergejolak dia ingin tidur di samping sang istri dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Hasrat mengalahkan logika, Al memutuskan untuk berbaring di sebelah Caca dan memeluknya. Masa bodoh Gadis itu marah dan memukulnya nanti, yang penting saat ini dia ingin memeluk sang istri dan membenamkan tubuh mungil itu dalam dekapannya yang hangat.
Al perlahan naik dan berbaring di samping Caca dan memeluknya dari belakang. Melihat tidak ada reaksi dari sang istri Al mengeratkan pelukannya dan memejamkan mata Tak lama kemudian dia pun ikut tertidur dengan nyaman.