Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
sabar


__ADS_3

Beberapa saat pasangan itu larut dalam uporia kebahagiaan mereka dan tanpa sadar jika mertua serta adiknya ada disana.


"Mama...eh maaf." Caca tersipu malu, wajahnya memerah.


"Tidak apa-apa sayang, mama jiga sangat bahagia mendengarnya," Zahra mendekati dan memeluk menantunya, membuat Caca merasa sangat nyaman.


"Sebaiknya kakak memeriksa kan kak Caca ke dokter, untuk memastikannya usia kandungannya."


"Iya bener mas, aku udah nggak sabar mau lihat baby kita." sahut Caca lagi dengan sangat bahagia.


"Oh iya, sampai lupa, mas Mama sudah di beri minum?"


"Ya udah donk sayang, yuk keluar."


Mereka bertiga duduk di di sofa, berbincang hangat seputar kehamilan.


"Oh ya kak, kayaknya aku enggak bisa lama-lama, aku mau ada urusan sebentar, Mama ikut aku kan?" tanya Mikayla pada Zahra.


"Tentu saja, mama mengkhawatirkan kandungan mu, takut terjadi apa-apa di jalan."


Zahra menatap anak dan menantu nya bergantian, "kami pamit ya, Al jaga Caca baik-baik ya."


"Iya Ma,"


Keduanya pulang, Caca dan Al pun bersiap untuk pergi ke dokter kandungan seperti yang di sarankan oleh Mikayla.

__ADS_1


"Mas..."


"Hem..."


"Nanti aku gendut gitu ya?" tanya nya dengan mata fokus ke perempuan yang berjalan keluar dari ruang melewati mereka berdua, perutnya sudah lumayan besar.


"Iya mungkin, kenapa?" tanya Al bingung


"Enggak ada, aku cuma nggak sabar aja." sahut Caca mengusap perutnya.


"Sayang, semua ada waktunya, kita jalani aja, syukuri dan nikmati, akan tiba saatnya kamu juga-"


"Iya mas, tapi suer aku excited banget." ucap gadis itu


"Pasien berikutnya ibuBeberapa saat pasangan itu larut dalam uporia kebahagiaan mereka dan tanpa sadar jika mertua serta adiknya ada disana.


"Mama...eh maaf." Caca tersipu malu, wajahnya memerah.


"Tidak apa-apa sayang, mama jiga sangat bahagia mendengarnya," Zahra mendekati dan memeluk menantunya, membuat Caca merasa sangat nyaman.


"Sebaiknya kakak memeriksa kan kak Caca ke dokter, untuk memastikannya usia kandungannya."


"Iya bener mas, aku udah nggak sabar mau lihat baby kita." sahut Caca lagi dengan sangat bahagia.


"Oh iya, sampai lupa, mas Mama sudah di beri minum?"

__ADS_1


"Ya udah donk sayang, yuk keluar."


Mereka bertiga duduk di di sofa, berbincang hangat seputar kehamilan.


"Oh ya kak, kayaknya aku enggak bisa lama-lama, aku mau ada urusan sebentar, Mama ikut aku kan?" tanya Mikayla pada Zahra.


"Tentu saja, mama mengkhawatirkan kandungan mu, takut terjadi apa-apa di jalan."


Zahra menatap anak dan menantu nya bergantian, "kami pamit ya, Al jaga Caca baik-baik ya."


"Iya Ma,"


Keduanya pulang, Caca dan Al pun bersiap untuk pergi ke dokter kandungan seperti yang di sarankan oleh Mikayla.


"Mas..."


"Hem..."


"Nanti aku gendut gitu ya?" tanya nya dengan mata fokus ke perempuan yang berjalan keluar dari ruang melewati mereka berdua, perutnya sudah lumayan besar.


"Iya mungkin, kenapa?" tanya Al bingung


"Enggak ada, aku cuma nggak sabar aja." sahut Caca mengusap perutnya.


"Sayang, semua ada waktunya, kita jalani aja, syukuri dan nikmati, akan tiba saatnya kamu juga-"

__ADS_1


"Iya mas, tapi suer aku excited banget." ucap gadis itu


"Pasien berikutnya ibu


__ADS_2