Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Al sebel


__ADS_3

"Om..."


"Hem.."


"Masih lama?" tanya Caca yang masih betah dalam pelukan Al.


"Kita tunggu saja, kamu sebaiknya berdoa aja Ca, biar semuanya beres dan kita segera turun.


"Tadi tu suara apa ya Om?"


"Mana aku tahu Ca, aku kan disini bareng kamu."


"Iya ya, tapi Om, beneran aku takut banget,"


"Ada aku kamu tenang aja."


Sepertinya Caca tidak mau dia. Gadis itu masih terus berceloteh untuk mengusir kegugupannya.


"Om..."


"Hem.." jawab Al lagi,


Pria muda itu kembali membuka matanya, Padahal baru saja dia menutup matanya dan untuk menikmati momen indah bersama sang istri, namun lagi-lagi Caca mengganggu nya.


"Om, gimana kalau nggak bisa di perbaiki? kalau kita nggak bisa turun? dan gimana kalau_"


"Stop!" potong Al cepat.


"Berhenti memikirkan sesuatu yang belum tentu akan terjadi. Sebaiknya kamu berdoa saja."


"Tapi kan Om!"

__ADS_1


"Ca!!!" Al menggeram kesal, dia memegang kedua tangan istrinya, "Dengar, tidak akan terjadi apa-apa, kita akan selamat. Ok!"


Caca mengangguk, namun detik berikutnya kembali menatap Al dan ingin mengucapkan sesuatu, namun Al menatapnya tajam hingga mau tak mau gadis itu kembali membungkam mulutnya rapat dan kembali memeluk Al.


'Lebih baik aku nikmati aja momen ini, daripada nanti om Al kumat juteknya, kan lumayan bisa bebas meluk om Al tanpa malu,'


Beberapa menit kemudian Bianglala itu kembali beroperasi, Al segera turun bersama dengan pengunjung lainnya.


"Ca, sebaiknya kita istirahat. Apa kamu tidak lapar?"


"Kok Om tau aku lapar?" tanya Caca cengengesan dan tanpa malu memegang perutnya.


"Ya Taulah, cacing di perut kamu sejak tadi berbunyi terus. "


"Hehehehe"


"Ayo," Al berjalan lebih dulu, namun karena langkahnya yang cepat dan suasana yang terlalu ramai, Caca sampai tertinggal dibelakang. Al berbalik, menarik tangan sang istri dan menggandengnya. Lagi Caca merasa bahagia, hanya hal sederhana seperti itu saja sudah membuat hati gadis kecil itu bermekaran.


"Mau pesan apa pak?" seorang pelayan mendatangi mereka yang duduk di bawah pohon yang hanya menggunakan sebuah payung lebar.


"Ehm... aku mau ayam geprek level Lima, lemon tea dingin, kentang goreng, jamur crispy, ehmm... udah itu aja." ucap nya pada pelayan.


"Kamu nggak pesan Om?" tanya Caca


"Enggak, nanti aja,"


"Emangnya On nggak laper?"


"Lihat kamu aja mas udah kenyang." jawab Al , blush... wajah gadis itu berubah, dia tersipu malu, ucapan ceplos Al mampu membuatnya speechless dan bersemu merah.


'Mysah banget buat dia tersipu malu, gombalan receh gitu aja, Caca langsung terdiam, itu artinya aku harus lebih banyak buat dia tersipu, hehehe dasar bocah!' batin Al

__ADS_1


"Om, kok aku ngerasa aneh ya!"


"Kenapa?" tanya Al heran


"Om nggak salah minum obat kan?"


"Enggak!"


"Atau om tadi pagi minum teh ya!".


"Enggak, jangan aneh aneh Ca,"


"Habisnya manisnya kebangetan, Caca suka, Tapi Om tetap aja Caca udah nggak respect sama om, Caca tuh lagi jatuh cinta sama_"


"Lo masih istri gue Ca, ingat itu!" ucap Al sambil melotot tak suka


"Iya, Om!" Caca manggut-manggut


"Kok cuma manggut-manggut,"


"Terus apa?" tanya gadis itu dengan wajah polosnya


Wajah polos itu justru membuat Al gemes, ingin memeluknya dan mencium bibir merah muda itu, Al kembali teringat kejadian tadi pagi, seketika tubuhnya berdesir, "Sial, kenapa aku jadi begini!!'


"Om, are you Ok!"


"Yes," jawab Al cemberut


"Ok, kirain..."


"Kirain apa!" jawab Al malas namun dia juga penasaran, sungguh gadis kecil ini membuatnya merasa jungkir balik

__ADS_1


"Kirain om lupa, kan dah tua."


__ADS_2