Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Aku mau memeriksanya


__ADS_3

Mas.. maaf" Caca menggantung kalimatnya.


Lagi terdengar ******* Al, dia yakin penolakan lah yang akan dia dengar selanjutnya,


"Mas..."


Al semakin menunduk dalam, kini dia tahu bahwa usahanya belum maksimal atau Caca yang sudah terlanjut ilfeel dengannya, entahlah...


"Maaf mas, aku tidak bisa.."


"Enggak apa-apa sayang, mas ngerti, mas sudah sangat menyakiti hatimu." sahutnya dengan suara lirih.


"Aku nggak bisa menolak pesona mu mas," lanjutnya.


Sejenak Al menunduk sedih namun kalimat akhir caca membuatnya tersadar dan mengangkat kepalanya sorot matanya yang tajam menunjukkan bahwa dia begitu penasaran dengan lanjutan kalimat sang istri, bukannya menjawab Caca justru menaik turunkan alisnya sambil tersenyum lebar, sikapnya ini membuat a semakin geram dan gemes ingin segera memeluknya dan menciumnya.


"Aku juga mencintaimu mas," ucap Caca dengan diakhiri kekehan di akhir kalimatnya.


senyum Dan kekehan itu menular dengan cepat kepada Al tersenyum dan kembali membenamkan Aisyah ke dalam pelukannya menghadiahinya dengan kecupan kecupan hangat di kening dan pucuk kepala istrinya, "Aku sangat mencintaimu Ca," ucapnya


"Aku tahu," jawab Caca santai dan membenamkan tubuh mungil nya di pelukan hangat sang suami.


Beberapa saat keduanya menikmati indahnya moment ini, saat-saat di mana keduanya saling jujur tentang perasaan masing-masing.


Saat di mana keduanya berani mengungkapkan isi hatinya dan jujur tentang perasaannya.


Saat ini Al dan Caca duduk di atas batu dengan kaki berendam di dalam air, sambil menikmati indahnya pemandangan air terjun berada tak jauh di depan mereka. Caca menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dan Al memeluk pinggangnya.


"Masih mau nonton?"


"Mau, tapi lain kali aja,"


"Kenapa?"


"Aku masih mau disini, tempatnya tenang dan nyaman,"

__ADS_1


"Tapi mas sudah beli tiketnya."


"Ya enggak apa-apa, buang aja, lain waktu kan kita bisa nonton,"


"Padahal filmnya seru loh,"


"Emang apa filmnya mas?"


"Horor"


"Hah, film horor?"


"Iya,"


"Enggak-enggak aku nggak mau mas."


"Kenapa?"


"Karena aku takut mas, aku takut hantu,"


"Kok bagus?"


"Ya kalau takut kamu kan bisa meluk mas, hangat dan nikmat. Mas siap kok di peluk kamu,"


"Oh, itu sih maunya kamu mas, aku mah ogah!" sahut Caca kesal sambil menepis tangan Al di pinggangnya.


"Yakin, nggak mau aku peluk? nanti nyesel loh!" goda Al lagi


"Mas, ih...kok kamu ngeselin!" omel Caca yang jadi kesal karena Al jadi jual mahal.


"Tapi ngangenin kan, dan kamu betah kan lama-lama mas peluk. Mas tahu lagi Ca, kamu tuh udah jatuh cinta sama mas sejak pertemuan pertama kita, kan?"


"Mas!!!" bentak Caca dengan wajah bersemu merah menahan rasa malu, suaminya dengan gamblang membongkar aibnya, walau hanya ada mereka berdua, Caca tetap aja merasa malu.


"Sebenarnya saat itu mas juga sedikit penasaran sama gadis ceroboh, penakut yang megang erat tangan mas saat itu, eh ternyata nggak cukup sekali ada lanjutannya, cuma waktu itu mas sangat kesal, mas pikir kamu sengaja menjebak mas karena mas tahu kamu mencintai mas."

__ADS_1


"Tetap aja kamu ngeselin mas, sudah beristri tapi masih pacaran dengan cewek lain,"


"Aku ngaku salah Sayang, tapi mas yakinkan hanya kamu yang ada di hati mas, sekarang esok dan sampai nanti maut menjemput mas."


"Hust...dalam banget ngomongnya. Jangan mati dulu mas, kita kan belum malam pertama, masa iya aku janda tapi perawan," jawab Caca keceplosan


Refleks gadis itu menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Hah!" Al lemas.. sungguh pria itu tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, kalimat manis nan romantis yang telah dia persiapkan hilang, suasana romantis yang coba dia bangun ambyar, gara-gara kalimat terakhir istrinya.


"Iya, siapa yang mau mati Ca, aku juga ogah, belum enak-enak juga" sahut Al yang justru membuat suasana semakin aneh, jawaban konyol yang dia sendirian nggak tahu kenapa bisa kalimat itu keluar dari bibirnya.


"Tapi ternyata kamu nakal.juga, sudah mikir sampe kesana?" goda Al yang kini menatapnya tajam, sorotan matanya nakal menggoda sang istri.


"Apaan sih mas! mana ada," elaknya


"Jangan bohong, kamu juga pengen kan!"


"Enggak," sahut Caca kemudian dia berdiri, di dalam hatinya gadis itu merutuki kebodohannya, bisa-bisanya mulutnya lemes dan bicara ngawur.


"Ok, itu artinya kamu udah siap melakukannya dengan mas, Alhamdulillah" ucap Al dengan senyum lebar.


"Oh ya, kapan kamu selesai?"


"Selesai apa?" tanya Caca bingung, pasalnya di memang lupa, selesai apa yang di maksud suaminya.


"Kamu lupa atau jangan-jangan selama ini kamu bohongin aku ya!" ucap Al dengan sorot mata tajam, pria itu terlihat begitu serius membuat nyali Caca menciut, namun untuk berterus terang sekarang bukan saat yang tepat, bisa habis dia di Hajar Al.


"Em...belum mas," ucapnya nyengir kuda


"Aku nggak percaya, aku mau lihat sendiri, kamu bohongin aku nggak!"


"Apa?" Caca terkejut dan refleks memeluk tubuhnya sendiri


"

__ADS_1


"


__ADS_2