Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Jujur


__ADS_3

"Kamu lupa atau jangan-jangan selama ini kamu bohongin aku ya!" ucap Al dengan sorot mata tajam, pria itu terlihat begitu serius membuat nyali Caca menciut, namun untuk berterus terang sekarang bukan saat yang tepat, bisa habis dia di Hajar Al.


"Em...belum mas," ucapnya nyengir kuda


"Aku nggak percaya, aku mau lihat sendiri, kamu bohongin aku nggak!"


"Apa?" Caca terkejut dan refleks memeluk tubuhnya sendiri


"Ca, ijinkan aku melihatnya?" ucap Al memegang tangan Caca dan menariknya mendekat, padahal gadis itu sudah berusaha kabur.


"Disini?" Caca terus berusaha bersikap biasa saja Padahal di dalam hatinya dia gemetar,


'masa iya Al melihat aset pribadinya, walau dia adalah suamiku tapi aku tidak mungkin mengijinkan nya, apalagi saat ini aku sedang berbohong Oh nO! aku tidak akan mau.'


"Kok diam aja," Al sudah memeluk pinggang ramping istri kecilnya,


"Mas... ini tempat terbuka, masa iya kita melakukannya disini?"


"Maksudmu?"


"Kamu...mau ada yang melihat diriku selain kamu?"


Al menyeringai, sungguh gadis yang pintar pikirnya. "Ca, mas tak perlu membukanya, cukup-"


"Shuuut!!!!!" Caca meletakkan jari tangannya di bibir Al yang belum selesai bicara.

__ADS_1


"Jika waktunya tiba, aku sendiri yang akan mendatangimu mas, dan menyerahkannya diriku, tapi bukan sekarang" ucapnya merayu.


"Aku justru semakin curiga jika kau benar membohongiku Ca," sahut Al


"Kok gitu mas?"


"Aku thu Ca, sejak awal mas sudah curiga kamu bohong, kamu nggak lagi datang bulan kan?"


Deg, jantung Caca kembali berhenti berdenyut, 'Apakah aku ketahuan? sejak kapan? darimana mas Al tahu?'


"Kenapa? kaget, aku bisa tahu kau membohongiku?"


"Mas, bukan begitu," Caca coba menjelaskan , Ada rasa berdosa menghampiri dirinya, dia merasa tidak enak hati.


"Apa? kamu mau bilang belum siap?"


"Kamu menyerah mas?" tanya gadis itu kaget.


"Kamu mau bilang, jika kamu akan melepaskan aku?"


Al terdiam dan hanya menatap dengan iba, "Enggak boleh!!! kamu enggak boleh bego, kamu enggak boleh menyerah karena aku, aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa kamu mas, aku bisa..." belum selesai kalimatnya


Al sudah menarik Caca ke dalam pelukannya, membenamkan tubuh mungil itu ke dalam hangatnya dekapan Al, Hiks... hiks..." hanya tangisan Caca yang terdekat, dan Al, pria itu lagi-lagi di dera rasa bersalah.


"Mas tidak akan memaksa mu, Ca"

__ADS_1


"Aku hanya butuh waktu mas, aku butuh meyakinkan hati aku bahwa cinta itu hanya untuk ku," ucap gadis itu setelah mengurai pelukannya, wajah nya merah, pipinya di penuhi air mata.


Tangan Al tanpa di komando maju dan mengusap cairan bening yang telah merusak wajah cantik istrinya, sesaat keduanya saling pandang, hingga akhir mereka kembali menyatukan bibirnya dengan penuh cinta.


Kini Caca tak lagi perduli, persetan dengan saran Ririn yang menyuruhnya jual mahal, bukankah suaminya sudah berulangkali menyatakan cintanya, dan aku juga juga mencintai mas Al, buat apalagi aku menunda nya?


"Mas," ucap Caca pelan masih dengan wajah lucunya, hidungnya memerah akibat habis menangis dan itu membuat Al semakin gemas.


"Maaf!" ucapnya lagi menunduk


"Mas yang minta maaf sayang, tapi mas mau kita sudahi semua kesalah pahaman ini, Mas mau kita saling terbuka dan saling jujur, apapun itu,"


"Maaf mas, aku mengaku mas, aku-"


"Sudahlah.." lagi Al memeluknya Caca, memberikan rasa aman dan nyaman. Rasanya Caca begitu bahagia hingga tak mampu lagi berkata-kata, Caca merasa sudah saatnya dia percaya pada suaminya, persetan dengan semua rencananya


karena Caca yakin Al mencintai nya.


"Mas.." panggil Caca


Al menunduk dan tanpa diduga Caca menarik tengkuk suaminya dan dengan berani mencium Al, awalnya pria itu diam saja, ingin tahu apa yang akan di lakukan istrinya, namun gigitan kecil dan luma*Tan kecil yang Caca lakukan membangkitkan sesuatu di dalam diri Al, jiwa kelelakian nya terpanggil dan dia membalas setiap gerakan dan serangan sang istri, hingga tanpa mereka sadari keduanya sudah larut dalam pusaran cinta yang indah.


Beberapa menit kemudian Al melepaskan pagutannya guna mengisi oksigen yang banyak pada paru-paru nya.


Dan tanpa di komando keduanya kembali larut dalam pusaran gairah dan cinta,

__ADS_1


"Sayang, jangan disini." bisik Al


__ADS_2