Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Akhirnya


__ADS_3

Al duduk ditepi tempat tidur, wajahnya kusut.


Keintiman antara dirinya dan sang istri tadi, kembali membangkitkan hasratnya, padahal tadi malam dia sudah bersusah payah untuk menidurkannya kembali.


Maklum saja Al juga pria normal, dan dia sudah dewasa, ada wanita cantik di sampingnya sudah sah lagi, haduh... babang Al jadi bingung.


Dan ini, bagaimana lagi dia harus menidurkan nya tanpa pelampiasan?


Al menggaruk kepalanya yang tak gatal, sungguh sangat menyiksa berada di dekat Caca, tubuh mungil gadis itu seperti memiliki magnet yang selalu mampu menarik dirinya hingga terus menempel dan tak mau lagi lepas.


Anehnya setiap mereka berdekatan, Al seperti terkena setrum listrik ribuan volt, berbeda saat dengan Cintya dulu, mereka bahkan pernah making love walau tak sampai ke intinya karena Al menolak, tapi dia mampu menahan diri dan hasratnya berbeda dengan saat ini.


Di dalam kamar mandi Caca bergerak dengan gelisah.


Caca sudah selesai mandi dan membersihkan dirinya, Caca terkejut saat menyadari dia lupa membawa pakaian ganti,


'Bagaimana ini? jika aku keluar seperti ini, om Al pasti berpikir aku sedang menggodanya! Dan bisa saja dia menerkam diriku, hihi.....Caca bergidik ngeri,


Tapi jika aku tidak keluar, bagaimana aku bisa mengambil pakaian ku? mana dingin lagi.' ucapnya pelan.


'Om Al masih disana nggak ya? apa aku intip saja." ucapnya pelan


"Caca... Caca..." dengar suara Al memanggil dan sedikit menggedor pintunya.


"Ca. Lo nggak tidur kan di dalam, buruan keluar gue kebelet nih." ucap Al menggedor pintu.


"Om pergi saja sana, di kamar Om ada kamar mandi juga kan?" sahut Caca

__ADS_1


Al menepuk jidatnya, "Oh iya, kenapa aku lupa. Bukankah ini kamar Caca, kenapa aku bisa lupa. Ya udah aku balik aja ke kamarku sendiri, batinnya.


Al pun segera berbalik dan berjalan menuju kamarnya.


beberapa menit tidak mendengar suara Al Caca pun membuka pintu kamar mandi dan mengintip setelah memastikan bahwa Al benar-benar tidak ada dia pun keluar kamar mandi, dengan cepat dia mengunci pintu kamarnya.


Caca kini bernapas lega, dia akhirnya bisa mengganti bajunya tanpa harus bertemu dengan Al.


Gadis itu duduk dan menyisir rambutnya di depan meja rias, wajahnya berseri, dia bahagia membayangkan Al yang manis, dan tanpa sadar gadis itu kembali meraba bibirnya. Wajahnya bersemu merah, dia malu sekaligus bahagia.


Satu lagi dia maju selangkah untuk mendapatkan cinta suaminya.


Seteleh dirasa penampilannya oke, Caca pun keluar kamar. Dia berjalan ke dapur. Dia membuat dua gelas susu dan roti bakar. Karena hanya itu yang dia bisa.


"Ca, kamu..." ucapan Al menggantung melihat penampilan istrinya, yang berubah.


"Mau kemana?" tanya Al dengan wajah datar.


"Ke mall, tadi dah janjian sama teman."


"Dengan pakaian seperti itu?" tanya Al lagi


"Kenapa? cantik kan Om, aku tuh lagi ikutin tren, keren kan?" ucap Caca bangga.


"Enggak, justru kamu terlihat seperti...." Al tak menerima ucapan nya.


"Apa? kok nggak di lanjutkan?" sahut gadis itu tersenyum remeh.

__ADS_1


"Om tuh sok nggak suka, padahal sebenernya di dalam hati Om, suka kan lihat cewek yang modis gini, aku tuh belajar dari para model Om, dan ini trend terbaru."


"Kamu tuh ya tahunya bantah suami aja, kalau aku bilang nggak boleh ya nggak boleh."


"Kenapa sih kalau aku yang pakai nggak boleh?"


"Ya aku bilang nggak boleh, Ganti!!!!"


"Aku nggak mau, terserah aku donk mau nya gimana?"


"Kamu tuh bisa di bilangin nggak?"


"Enggak, udah ya om aku dah telat, bye.." Caca berdiri dan bersiap untuk pergi.


Al dengan cepat berdiri dan memegang tangannya, dia menarik tubuh mungil Caca, hingga menabrak tubuhnya.


"Kamu mau dengerin aku atau nggak?" ancam Al dengan sorot mata tajamnya.


"Enggak," jawab Caca melawan


"Ya udah kalau nggak mau, "Aku nggak akan melepas kan mu." Sahut Al.


Dengan santai dia memeluk pinggang Caca dan memanggul gadis itu menuju kamarnya, Caca teriak dan memukul belakang Al namun dia tak membalas dan terus berjalan menuju kamar gadis itu, Al membanting tubuh Caca dengan keras diatas ranjang.


"Dengar, aku akan mengurung mu di kamar, karena kau tak mau mengikuti perintah ku."


"Nggak bisa, aku tidak mau." sahut Caca , dia berusaha bangkit dan hendak berlari, namun Al begitu mudah menangkapnya. Dan terjadi pergulatan hingga akhirnya mereka berdua terjatuh dan Al berada di atas tubuh Caca. Sontak keduanya terdiam dan saling pandang, Al seperti terhipnotis dengan mata sayu di depannya dan dia memajukan wajahnya, Caca pun refleks menutup matanya, hingga semua terjadi begitu saja. Al berhasil membenamkan bibirnya di bibir mungil yang selalu saja memberontak. Dan keduanya menikmati moment indah itu.

__ADS_1


__ADS_2