Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Menyiksa ku


__ADS_3

Al bangkit dan kembali menggendong Caca lalu meletakkan nya diatas tempat tidur. Lama di pandangi nya wajah cantik dan seksi itu, tanpa sadar dia mencium kening Lala, setelah menyelimutinya. Tak cukup sekali pria itu kembali mendaratkan bibirnya di kening Lala untuk yang kedua dan ketiga kalinya, lalu beranjak pergi, namun langkah nya terhenti karena Caca menahan tangannya. Al terkejut, dan menoleh.


"Jangan pergi!" ucap Caca namun masih dengan mata tertutup.


Lagi Al harus membuang nafas berat entah untuk yang ke berapa kalinya.


"Jangan pergi!" lagi gadis berbisik pelan, genggaman tangan nya terasa begitu erat di tangan Al.


"Huh!!! kau benar-benar menguji kesabaran ku, Ca"


Al perlahan melepaskan genggaman tangan Caca di tangannya, sebelum kesadaran nya hilang. Pria itu tak mau kehilangan kendali jika dia membiarkan dirinya larut dan akhirnya terbuai.


Al kemudian menutup pintu, mematikan lampu dan hanya menyalakan lampu tidur. Kemudian Al naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang.


Susah memang karena sisi kelelakian nya harus dia tekan dalam, posisinya saat ini sangat tidak menguntungkan. Caca berbalik dan memeluknya layaknya sebuah guling, Al tak mampu berbuat apa-apa, godaan memang sungguh nyata, dia baru saja mendaratkan bibirnya di leher sang istri, namun Al teringat jika sang istri sedang datang bulan.


Dengan gundah dan kecewa Al pun berusaha memejamkan matanya hingga akhirnya dia terlelap.


****


Pagi datang dengan begitu cepat, malam sudah berganti siang, Mentari muncul dan mengusir gelapnya malam, menggantinya dengan cahaya yang terang benderang.


Kemunculan sang Surya telah mengusik ketenangan Al, yang baru saja terlelap dalam hangatnya pelukan sang istri.


Tanpa sadar pasangan baru itu menikmati posisi intim mereka.

__ADS_1


Caca sudah terbangun, namun dia masih sangat betah dengan posisinya sekarang. Posisi yang begitu nyaman dan menenangkan, andai saja sejak awal Al bersikap manis seperti ini?


Tangan mungilnya membentuk sesuatu yang abstrak di dada bidang sang suami.


Gerakan-gerakan abstrak itu terus berputar-putar, sehingga Al merasa terganggu dan akhirnya membuka mata.


"Ehm... apa sih Ca!" ucapnya setelah beberapa saat nyawanya terkumpul.


"Eh mas udah bangun!" Caca menarik tangannya, malu karena dia ketahuan.


"Kamu kenapa? masih sakit?" tanya Al dengan suara serak.


Caca menggeleng lemah, gadis itu masih belum menjawab, dia bingung apa yang harus dia katakan, bilang sakit nanti Al panik, tapi mau bilang nggak sakit malu.


"Kakinya masih sakit?" tanya Al kali semakin lembut, karena pria itu tak mendengar jawaban sang istri, dia juga tidak melihat Caca yang menggeleng.


"Tidurlah," ucap Al, tangannya mengusap lembut kepala Caca, lagi gadis itu merasa tersentuh.


Al juga kembali memejamkan matanya. Caca mengangkat tangannya dan mengusap lembut pipi sang suami, kali ini gadis itu bertindak lebih berani, tak lagi dia pikirkan Al suka atau tidak yang penting dia senang, dia bahagia.


Al membuka kembali matanya, sesaat kedua mata mereka bertemu, Al menatap manik hitam Caca, seperti terhipnotis dia terus menatapnya tanpa berkedip. Al baru menyadari jika bola mata sang istri berwarna kecoklatan.


Begitu juga dengan Caca yang melihat ke dalam mata Al dengan penuh cinta, Al memang sangat tampan dan mempesona.


"Mas..."

__ADS_1


"Ca...." ucap keduanya bersamaan.


"Kamu duluan," ucap Al


"Kamu duluan mas,". sahut Caca


"Enggak kamu duluan, kamu mau bilang apa?" tanya Al kembali dengan nada lembut.


"Aku, aku..."


Cup...Al tak lagi bisa menahan hasratnya, dia memilih mendaratkan bibirnya di bibir Caca untuk membungkam nya.


Bak gayung bersambut, Caca tak menolak apa lagi berontak, dia juga terhipnotis dan tanpa di komando mereka berdua larut dan saling *****, hingga lumayan kecil berubah jadi ******* penuh nafsu dan gairah.


Kecupan hangat Al sudah mulai turun ke leher Caca, tangannya juga sudah bergerilya memberikan rangsangan dan sentuhan yang semakin membuat Caca tak berdaya,


Al mengakhiri aksinya dengan napas ngos-ngosan, tak jauh beda Caca juga sama ngos ngosan nya dengan Caca.


"Maaf" ucap Al menunduk, pakaian atas istri nya sudah terbuka, entah sejak kapan dia juga tak tahu. Pria itu kembali harus menekan sesuatu yang terus berontak sejak kemarin,


"kau membuatku gila Ca!" ucapnya setengah memaki.


"Kamu kenapa mas?" tanya Caca bingung


"Kenapa??? kau, argh.... Lo buat gue kayak gini Ca! dan gue nggak Kuat, masak harus main solo di kamar mandi,"

__ADS_1


"Hahaha kirain apa?" sahut istrinya tergelak


"Sabar mas, tujuh hari lagi"


__ADS_2