
Al mengantarkan istri nya ke rumah orangtuanya, yaitu kediaman Baskoro. Sesuai permintaan Caca. Gadis itu ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga besarnya selama Al pergi.
"Saya berangkat Pa, Ma!" pamit Al pada mertuanya. Tak lupa menyalim.dan mencium tangan mereka sebelum beranjak.
Caca tersenyum geli melihatnya namun dia juga merasa bahagia, setidaknya suaminya bersikap baik di depan orangtuanya dan menghargai mereka selayaknya mertua beneran.
Eh kan memang mertua beneran ya, gimana sih Thor, heheheh..
"Kamu tidak ikut mengantar suamimu? Rasya bertanya dengan wajah penasaran pada sang adik.
"Tidak kak, aku berangkat diantar supir saja. Kasihan Caca masih lelah." Jawab Al ambigu menciptakan berbagai persepsi diantara mereka.
"Hati hati di jalan mas," Caca kembali mendrama. Kali ini dia sengaja bergelanyut manja seolah enggan untuk di tinggal sang suami.
"Jaga diri ya sayang, Jangan nakal." Al memeluk dan mencium kening istrinya.
Pinter banget aktingnya, pake acara cium kening lagi, dasar mengambil kesempatan dalam kesempitan,.omel Caca di dalam hati.
Al melangkah masuk ke dalam mobil, kemudian dia melambaikan tangan sebelum akhirnya mobil itu benar-benar telah membawanya keluar dari halaman rumah Baskoro.
"Kenapa nggak kamu antar?" Rasya bertanya pada adiknya lagi
Seolah tak puas dengan jawaban Caca.
"Nggak apa kak, lagian tadi juga udah pamitan secara khusus." jawab sang adik sambil mengerlingkan sebelah matanya, membuat Akila tersemyum penuh arti. Dia paham maksud ucapan sang adik ipar.
"Mas, sudahlah. Ayo!" Akila menarik suaminya, agar segera pergi dari sana. Sebelum Rasya banyak pertanyaan lainnya.
Caca pun beranjak masuk ke dalam kamar, segera dia meraih benda pipih kesayangannya dan menelpon seseorang.
"Mas Al sudah berangkat, ingat kamu harus mengikutinya tapi jangan sampai ketahuan, laporkan semua kegiatannya selama disana, Paham!"
"Siap Bu." jawab seseorang di sebrang. Caca langsung memutuskan panggilan.
Mas Al, aku tidak akan membiarkan mu bersama kekasih mu itu, kau harus tau jika aku adalah istrimu dan kau sudah menikah, apa yang kau lakukan ini salah.
Caca kembali mendesah, berat rasanya menjalani pernikahan ini, tapi dia harus kuat. Karena janjinya pada Al yang akan membuat Al bertahan dan mencintai nya.
Aku tidak boleh kalah, batinnya
Kembali gadis itu meraih benda pipih yang baru saja dia letakkan diatas tempat tidur, menscroll ke bawah mencari nama sahabatnya Ririn.
Tak butuh waktu lama panggilan tersambung, "Ya halo," jawab seseorang diseberang.
"Rin ketemuan yuk tempat biasa, gabut nih."
"Cie pengantin baru gabut, emang suami Lo kemana?" bukannya menjawab Ririn justru menggodanya
"Ntar gue ceritain. Aku tunggu di tempat biasa, ok. Bye!" Caca memutuskan panggilan dan bersiap.
__ADS_1
Gadis itu menuruni tangga bersiap pergi.
"Mau kemana?" suara sang bunda menginterupsi.
Caca menoleh dan tersenyum lebar, "Ketemu Ririn Ma, bentar kok. Lagian udah ijin mas Al." jawabnya cengengesan.
"Baru juga suami pergi, kamu udah mau kelayapan." cebik sang bunda
"Ma, bentar aja. Lagian beneran aku dah ijin mas Al. Caca berangkat ya Ma, bye " gadis itu maju dan mencium tangan mamanya kemudian berlalu pergi.
Caca memilih menggunakan taksi, rasanya malas mengemudi apalagi naik motor dengan suasana hatinya yang lagi tidak bersahabat.
Hanya sepuluh menit dia sudah tiba di kafe langganannya bersama Ririn.
Gadis itu melangkah masuk setelah membayar ongkos taksinya.
"Ca, sini!" ternyata Ririn sudah tiba lebih dulu dan memanggilnya.
Caca mendekat dan langsung duduk di depan sahabatnya. "Mau pesan apa?"
"Dah kayak waiters aja," jawab Caca asal.
"Biar sekalian dodol. Kasihan tuh," ucap Ririn menunjuk pelayan yang masih berdiri di sebelah nya.
"Sama in, kayak biasanya." lagi Caca menjawab santai.
"Woi, Lo kenapa?" Ririn bisa melihat kegelisahan di wajah sahabatnya itu.
"Nggak tahu. Tapi aku ngerasa nggak enak hati aja." jawab Caca masih ngasal.
"Kenapa lagi? kok Lo nggak ikut ma suami Lo aja sih."
"Mau ngapain, jadi nyamuk? Lo kan tahu dia pergi nemuin kekasihnya." lagi Caca menjawab ketus.
Wajah gadis di depannya berubah terkejut, matanya bahkan hampir keluar dari tempatnya.
"Biasa aja kali Rin!" ucap Caca jengah.
"Suami Lo nemuin mantannya dan lie diam aja?" lagi bertanya heboh kali ini gadis itu juga geleng kepala. Gimana bisa sahabatnya sesantai itu.
"Terus aku harus gimana? nangis-nangis, melarang mas Al! yang ada dia makin sebel sama aku." jawab Caca
"Ca, Al itu suami kamu loh, kamu harus pertahankan dia, bukan nyerah gini."
"Siapa yang nyerah, Rin. Ini gue lagi usaha, dodol."
"Maksud Lo?" Ririn menyipitkan matanya.
"Gue lagi berjuang buat dapatin cinta suami gue. Dan gue juga udah kirim seseorang untuk mengawasinya selama disana."
__ADS_1
"Itu aja nggak cukup neng." cebik sang sahabat.
"Lantas apa lagi?"
"Kamu harus buat dia merasa kamu tidak tertarik dengannya, tunjukkan jika kamu bisa mendapatkan pria lain selain dia, kalau bisa yang lebih tampan dan mapan. Buat dia cemburu." Ririen berapi api
"Maksudmu aku selingkuh? No, aku nggak mau." jawab Caca cepat.
"Siapa yang suruh kamu beneran selingkuh? kamu cukup dekat aja ma seseorang dan buat kesal."
"Kalau dia nggak cemburu gimana?" Caca tampaknya kurang yakin dengan saran sahabatnya.
"Ya tugas kamu biat dia cemburu. buat dia ngerasa kamu istri yang harus di perjuangkan. Kamu.kan cantik, aku bisa bantu kamu makin cantik, mau!"
"Mau donk."
"Ya udah habis dari sini kita ke salon."
"Untuk apa?"
"Untuk merubah penampilan kamu, dan menjadikan mu model, agar bisa menyaingi kekasihnya. Aku juga punya kenalan agenci, ntar aku kenalin deh."
"By the way! gimana rasanya nikah, enak nggak?"
Caca tak menjawab dia juatru menoyor kepala sahabatnya yang absurd.
Ririn bisa melihat jelas kecemasan dan kesedihan sang sahabat melalui matanya.
"Sabar ya Ca."
"Gue nggak apa apa Rin."
"Lo beneran cinta sama suami Lo?"
Pertanyaan bodoh Ririn sangat menohok di hati Caca, benar dia sangat mencintai suaminya, Gadis itu tak menjawab hanya melamun
"Nggak usah di jawab gue udah tahu jawabannya."
...****************...
Perjalanan panjang dan melelakan telah di lalui dan akhirnya Al tiba di kota dimana sang kekasih berada.
Sengaja tak memberi kabar, karena ingin memberikan kejutan.
Al langsung menuju hotel, menyimpan bawaanya, mandi dan bersiap menemui Cintya di lokasi syuting.
Al sempat menelponnya tadi dan gadis itu mengatakan dia sedang syuting, Al akan kesana dan memberikan kejutan.
Setelah rapi, pria itu segera meninggalkan hotel. Dia berjalan di sepanjang jalan dan membeli bunga kesukaan sang kekasih. Langkahnya pasti menyusuri jalanan menuju lokasi syuting Cintya.
__ADS_1