
"Sayang, kamu ke-, Eh, itu bukannya temanmu?" tanya Al melihat pasangan yang baru saja lewat.
"Mana mas,"
"Itu,"
"Aaaaa....." Caca bersorak kegirangan
"Ririn..." panggil Caca heboh,
Merasa ada yang memanggil namanya seorang gadis berbalik dan terkejut karena melihat sahabatnya di sana,. "Caca..." panggilnya tak kalah heboh, kemudian mereka berdua berpeluang, cipika-cipiki dengan heboh.
"Mas, kenalkan ini temanku, Ririn." ucapnya pada sang suami.
"Al"
"Ririn, oh ya kenalkan ini temen aku namanya Rendi.
"Rendi,"
"Al"
"Caca" Caca mengulurkan tangannya, namun langsung di tarik oleh Al.
"Kalian mau nonton?"
"Iya, kamu juga?" sahut Caca gembira
"Iya, bareng aja yuk?"
"Maaf, tapi masih mau ada yang di beli, lain kali aja ya," potong Al.
"Kami duluan ya?" ucapnya dengan wajah datar.
Sejak tadi Al sudah merasa jengah disana, kekasih sahabat Caca, siapa tadi namanya Rendi, terus menatap wajah istrinya, dan Al tahu arti tatapan mata itu, dia tidak suka.
__ADS_1
"Mas....kamu kenapa?"
"Aku enggak apa-apa, yuk ! mas mau beli sesuatu"
"Beli apa mas?"
"Itu, ada undangan dari teman mas, mas lupa beli kado. kamu bantuin bentar ya." Al beralasan
"Kan bisa nanti mas,"
"Sayang takutnya mas lupa lagi, bentar aja kok Ca,"
"ih...." sahut Caca malas.
Mereka terus berjalan dan Al membeli sebuah dasi, setelah itu dia membawa istrinya melihat perhiasan.
"Sayang bantu pilihkan donk! kamu suka yang mana?" tanya Al
Caca tampak memperhatikan, "Itu mas," tunjuk nya pada sebuah gelang cantik, simpel hanya ada taburan berlian diatasnya.
"Oh yang ini harganya 350jt Pak,"
"Hah, mahal banget." sahut Caca
Al tersebut, "Mas boleh coba," ucap nya pada si pelayan toko.
"Boleh," pria itu mengambil gelang yang di tunjuk gadis tadi
"Untuk apa mas? kalau kamu mau beli aja, nggak usah aku yang mencobanya." sahut Caca sedikit kecewa.
"Nggak apa-apa."
"Sini tangannya," Al menarik tangan istrinya.
"Cantik!" sahut Caca pelan
__ADS_1
"Saya ambil yang ini, " ucap Al dan menyerahkan kartu nya untuk segera di proses.
Caca coba melepaskan nya, "Jangan di lepas,"
"Loh kenapa?"
"Karena itu untuk mu sayang,"
"Buat aku? "
"Iya, cantik dan cocok untukmu."
"Tapi mas?"
"Udah yuk" sahut Al saat dia sudah menerima kartunya kembali.
"Mas..."
"Ayo..." terus menara istrinya Untuk jauh dari toko tersebut dan dia mengajak sang istri duduk saat melihat ada kursi kosong di sekitaran mall.
"Caca sayang, sebenarnya Mas nggak ada janji untuk memberikan kado kepada pelayan baru Mas cuma ingin mengajak kamu untuk membeli sesuatu dan Mas rasa dalam itu cocok untukmu kamu tahu kenapa tadi Mas mengajak kamu pergi dan tidak nonton dengan mereka?"
lagi sang istri menggelengkan kepalanya.
Al tersenyum dan melanjutkan kalimatnya, "sayang mereka itu masih dalam masa penjajakan jadi biarkan mereka itu untuk saling memahami kita jangan mengganggu mereka, jika ada kamu maka temanmu itu nggak akan fokus dengan pasangannya. Sekarang Kamu paham kan? kenapa mas mengajak kamu pergi."
senyum terbit di bibir Caca, "Oh iya, ya Mas. Maaf aku nggak ngerti dan nggak berpikir kesana." ucap Caca memeluk suaminya.
"Sekarang kita mau kemana mas?"
"Terserah kamu aja.'
"Pulang aja yuk mas..."
"Nggak jadi nonton?"
__ADS_1
"Lain kali aja deh, takutnya ketemu mereka lagi dan sebenernya aku juga udah ngantuk.