Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Misi Rahasia


__ADS_3

Mereka akhirnya tiba di Jakarta, sopir sudah menjemput mereka, Al dan Caca langsung kembali ke rumah mereka.


Hari sudah malam, dan keduanya juga sudah sangat lelah, berjalan-jalan membeli oleh-oleh dan perjalanan pulang membuat Caca langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Sayang, kamu enggak mandi dulu?" tanya Al dengan lembut


Dia tersenyum melihat Caca tidur tengkurap, seperti anak kecil.


"Aku ngantuk mas, besok aja mandi nya." sahut Caca


"Ya udah mas mandi dulu, awas ya kalau nanti kamu gatal-gatal karena enggak mandi."


"Hem..." hanya itu jawaban Caca karena dia sudah memejamkan matanya.


Al hanya bisa menghela napas dan masuk ke dalam kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya lalu keluar dengan piyama tidur.


Sebelum tidur Al menyempatkan diri sholat isya dan sholat malam, ibunya sejak kecil mendidiknya dengan sangat ketat, dan dia harus sholat, jika tidak Zahra pasti akan memarahinya.


Kebiasaan itu terus terbawa hingga sekarang ya walaupun beberapa kali dia sempat tidak mengerjakan nya karena kesibukannya yang menyita waktu hingga dia terlupa.


Selesai sholat, Al naik ketempat tidur dan mulai membaringkan tubuhnya. Tak lama Kemudian dia pun ikut terlelap.


****


Caca terbangun mendengar gemericik air dari arah kamar mandi, dia segera duduk.


Kesadarannya telah kembali sepenuhnya, Caca segera mengambil handuk dan menunggu suaminya selesai mandi.


Al keluar dengan menggunakan handuk sebatas pinggang, belum sempat bicara Caca sudah menerobosnya masuk ke dalam dan tak lama kemudian terdengar suara air.


Al tersenyum jahil, niatnya untuk memakai pakaiannya sengaja dia tangguhkan, Al ingin mengerjai Caca. Dia duduk di meja rias dan menyisir rambutnya.


Lima belas menit kemudian Caca keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, gadis itu terlupa membawa baju gantinya.


Dia berjalan menuju lemari dengan santai tanpa menduga jika Al tengah memperhatikannya.


Caca membuka lemari pakaian dan dia terkejut, sebuah lengan telah memeluknya dari belakang.


Al menyandarkan kepalanya di bahu Caca, menghirup aroma sabun mandi dan shampoo yang di gunakan gadis itu, wangi sekali.


"Mas.." ucap Caca terkejut

__ADS_1


"Kamu begitu seksi, Ca"


"Mas, aku mau pakai baju, awas" ucap Caca menolak.


"Tapi Mas maunya kamu."


"Ini sudah pagi dan kamu bisa telat mas, aku juga belum buat sarapan untukmu."


"Aku tak butuh sarapan itu, aku butuh sarapan yang lain, yaitu kamu." ucap Al yang langsung menjalankan aksinya.


Al sudah paham bagaimana cara membuai istrinya, hingga akhirnya Caca terhanyut dan mereka melakukan olahraga pagi yang begitu menyenangkan.


Setelah itu Al mengajak Caca mandi bersama dan sholat subuh, walau sudah ketinggalan.


"Sayang, kamu enggak usah masak hari ini, mas ke kantornya siang. Dan kita sarapan diluar aja."


"Aku capek mas,"


"Mau aku pijitin?"


"Enggak, nanti bukannya mijitin kamu malah minta nambah." ucap Caca sewot


Al tergelak, "Tapi enakkan?" godanya lagi


"Sayang tak usah malu,"


"Mas.."


"Iya maaf," ucap Al menaruh tangannya di telinga.


"Sehabis sarapan mas mau ajak kamu ke rumah mama, dan melihat Narnia."


"Narnia, aku mau mas."


"Giliran Narnia aja senang, padahal mas lebih senang jika kita bisa memilikinya sendiri." sahut Al pelan.


"Kamu mau punya anak mas?" tanya Caca, wajahnya sedikit terkejut


Al kecewa mendengar jawaban istrinya yang dia pikir sebuah penolakan.


"Semua orang pasti ingin punya Keturunan Ca" sahutnya

__ADS_1


"Beneran mas?"


"Iya, kamu kenapa sih? kamu belum siap?"


"Hah" Caca kaget melihat respon suaminya


"Aku sudah lebih duluan siap mas, bahkan aku sudah membayangkan gimana nanti kalau aku hamil, aku suka memperhatikan kak Mika dan juga kak Rasya yang perhatian pada istrinya."


"Sungguh?" tanya Al Bahagia


"Tentu saja, aku yakin anakku nanti cantik seperti ku,,"


"Makasih sayang" Al memeluk istrinya, dia begitu bahagia.


"Sayang,"


"Hem"


"Gimana kalau kita kerumah mama nanti aja,"


"Loh kenapa mas?" tanya Caca bingung


"Kita lanjutkan misi kita yang tadi."


"Yang mana?" tanya Caca bingung, dia belum connect dengan ucapan Al.


"Itu yang buat Al junior, mas pengennya kamu segera hamil sayang."


"Mas!!" teriak Caca tertahan


"Hahaha, kan kamu juga mau tadi,"


"Tapi enggak sekarang juga mas, aku tuh lapar."


"Berarti setelah makan, ok. Deal!" sahut al santai.


Terdengar bel berbunyi, Al berdiri dan membuka pintu, ternyata pengantar makanan datang dan dia menentangnya masuk kedalam."


"Katanya sarapan diluar?"


"Mas berubah pikiran, jadi dilivery aja, bubur ayam di bawah, biar enggak lama. kamu sudah lapar bukan?"

__ADS_1


"Alasan?" sungut Caca, karena di tahu arti tatapan genit suaminya.


"Pintar, setelah makan kita lanjutkan misi rahasia kita, ok!"


__ADS_2