Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
menemui Al


__ADS_3

Al dapat melihat kerumunan, 'pasti itu tempat mereka melakukan syuting,' bathinnya senang.


Langkah Al pasti mendekat, matanya mencari cari dimana sang kekasih berada.


Senyum muncul saat sang kekasih terlihat duduk cantik dan menunggu, Al mendekat.


"Halo sweety..." ucapnya mengagetkan Cintya.


"Al?" gadis di depannya terlihat sangat terkejut dan tak percaya.


"Yes I am." jawab Al membuka kedua tangannya lebar. Berharap sang kekasih berlari dan memeluknya.


Namun tampaknya itu hanya ada dalam hayalannya, Cintya masih berdiri di tempatnya.


"Kamu kok nggak bilang mau datang?"


kalimat penolakan yang sangat menyakitkan hati. namun Al seperti orang bodoh yang tak perduli.


"I Miss you, honey." ucap Al tanpa malu.


Refleks tangan Cintya menutup mulut kekasihnya, "Jangan kuat-kuat Al, banyak orang disini." cebik Cintya.


"Gini aja, tunggu aku di mobil setengah jam lagi aku selesai, Ok!"


"Tapi-"


Cintya menatap tajam, "Al please kita bisa bicarakan nanti, aku mohon tunggulah aku disana." lanjutnya mendorong Al menjauh.

__ADS_1


"Cintya, giliran mu" sang asisten mendekat dan mengingatkan Cintya.


"Iya"


Al menjauh dengan perasaan kecewa. Susah payah dia datang kesini, dengan berbohong kepada Papa, Mama dan mertuanya. Tapi apa yang dia dapat.


justru gadis itu hampir menyuruh nya pergi,


"Apa dia tidak merindukan ku?" guman Al pelan.


"Siapa?" seseorang mendekat dan bertanya dengan sorot mata tajam pada Cintya.


"Al, dia..." gadis itu diam bingung harus mengatakan apa.


"Jadi, kau masih berhubungan dengannya?" terdengar jelas nada marah dan tidak suka dalam kalimatnya.


"Sayang, jangan marah donk. Kamu kan tahu, jika aku hanya mencintaimu, aku janji aku akan memutuskan Al*


"Please...Aku hanya menunggu saat yang tepat, lagipula bukan kah dia masih sangat membantu kita sayang. Kamu pikir siapa yang membuat aku bisa sesukses ini kalau bukan karena bantuannya."


"Tapi aku tidak suka. Aku juga bisa mengorbitkan kamu-"


"Cintya," lagi terdengar namanya di panggil. Gadis itu beranjak. "Kita bahas lagi nanti, Ok!" Cintya meninggalkan pria paruh baya yang saat ini bersamanya.


Cintya memiliki kekasih lainnya, seorang produser, pria kaya dan mapan. Yang bisa menunjang semua kebutuhan nya dan juga karir keartisannya.


Hidup di dunia artis yang serba glamor membuatnya gelap mata, jiwa sosialita dan gaya hidup mewah tak sebanding dengan penghasilan nya, membuat sang gadis memilih cara pintas mendapatkan uang.

__ADS_1


Al masih sabar menunggu di dalam mobilnya, walaupun dia kecewa dan kesal, tapi dia masih bersabar, itulah resikonya punya pacar orang terkenal, batinnya.


Satu jam menunggu Cintya menemuinya, mereka pergi makan dan jalan-jalan berdua.


"Sayang kamu nginep dimana?"


"Di hotel." jawab Al


"Gimana kalau di apartemen aku aja. Kita bisa sambil melepaskan rindu. Ngobrol sampai pagi dan banyak lagi."


"Tapi..."


"Udah donk yank, kenapa? kami nggak kangen ma aku?" Cintya pura-pura merengut.


"Ya aku kangen banget malah, makanya aku nyusul kamu kesini." jawab Al cepat


"Ya udah" Cintya menarik Al meninggalkan restoran. Mereka berdua menuju apartemen Cintya yang tak jauh dari sana.


"Masuk Al.." gadis itu membuka pintu dan mempersilakan kekasihnya masuk.


Al memindai setiap sudut ruangan, mewah kesan pertama yang dia tangkap melalui indera matanya, tak hanya berkelas namun dilengkapi dengan perabotan mewah.


"Ini apartemen kamu sayang?" tanya Al saat mendaratkan punggungnya di sofa.


"Iya, tapi masih nyicil. Kamu kan tahu aku nggak mungkin punya uang sebanyak itu, lagian kamu juga udah nggak ngirimin aku uang bulanan." gadis di depannya itu bicara ceplas-ceplos.


"Maaf, tapi kamu kan tahu, kalau aku lagi di hukum sama Papa. Maafin aku ya!" Al terlihat merasa bersalah.

__ADS_1


"Sampai kapan?"


"Entahlah, aku juga nggak tahu."


__ADS_2