
Mentari menyapa dengan sinar yang begitu cerah, menunjukkan kekuasaannya untuk menyinari dunia. Mengusir gelapnya malam dan menggantinya dengan siang.
Dua insan manusia masih asyik berbaring di tempat tidur dan saling berpelukan tanpa ingin melepaskan satu sama lain. Berbagi kehangatan dan kenyamanan di antara keduanya.
Al yang lebih dulu terbangun, dia membuka mata dan sedikit terkejut namun hanya beberapa saat detik berikutnya dia tersenyum. Al teringat jika tadi malam dia lah yang datang ke kamar Caca dan tidur di samping istrinya ini.
Kembali sudut bibirnya tertarik kala melihat sang istri yang juga memeluknya tanpa sadar.
'dia begitu manis jika dalam kondisi diam seperti ini dan itu artinya dia merasa nyaman dalam pelukanku,' batinnya.
Al mendaratkan kecupan hangat di kening Caca, hal itu membuat Caca terusik, dia menggeliat, namun belum membuka mata, justru mempererat pelukannya kepada tubuh mungkin Caca menganggap bahwa Al adalah sebuah guling.
lagi Al tersenyum kecil melihat tingkah sang istri yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
Lagi tubuh Caca menggeliat, kali ini dia ingin meregangkan tangannya dan coba membuka mata,
namun sesuatu seperti menahan tubuhnya dia tidak bisa bergerak, Caca refleks langsung membuka matanya dan betapa kagetnya dia karena melihat ada tubuh lain di dekatnya, bukan hanya dekat bahkan sangat dekat.
Caca membuka mata selebar-lebarnya dan melihat bahwa Al memeluknya, dan Al berpura pura memejamkan mata.
Caca menjerit sekencang-kencangnya. Aaaaaaaaaaaaa
Al bangun dan langsung membungkam mulut cacah dengan tangannya teriakan Caca bisa memecahkan gendang telinganya.
"berisik ngapain pagi-pagi teriak!" ucap Al dengan kesal.
"Kamu!" tunjuk Caca dengan wajah marah.
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa tidur di sini?" tanya nya lagi masih dengan penuh emosi.
"Ya bisa lah," jawab Al santai, pria itu pun duduk tanpa merasa kaget atau heran.
"Tunggu!" ucap Caca, dia meraih bahu Al agar mau menghadap padanya, gadis itu masih belum memahami situasi sepenuhnya.
"Om, tidur disini?" tanya Caca
"Iya"jawab Al lagi dengan santai.
"Hah!"
"Udah nggak usah drama, kamu senang kan?" ejek Al
"Apa?" teriak Caca lagi
"Kamu bisa nggak sih, nggak usah teriak?" tanya Al kesal
"Om nggak ngapa-ngapaian aku kan?" tanya Caca sambil melihat pakaian nya,
'Alhamdulillah masih utuh' batinnya
"Kamu tuh pikirannya ngeres, " ucap Al mencubit hidung Caca Kuat, dia gemes dan lucu.
"Ih, bisa aja om mengambil kesempatan dalam kesempitan." sungut Caca
"Oh jadi kamu maunya Om apa-apain Ya udah yuk," hal menarik pinggang Caca sehingga tubuh mereka berada dalam posisi intim tentu saja Caca gelagapan.
__ADS_1
Bahkan dengan santainya Al memajukan wajahnya mendekati wajah Caca yang mundur ke belakang.
"tunggu Om, stop!" Caca menutup wajah Al dengan kedua telapak tangannya.
"Om mau ngapain? jangan macam-macam ya!" ucapnya lagi
Al terkekeh, ternyata menikahi Caca memberikan hiburan baru dalam hidupnya.
Gadis muda yang lugu, lucu dan imut ini ternyata hanya berani menggertaknya, Jika dia berani gadis ini justru yang ketakutan.
"Tadi katanya mau di macam-macam ini Ya udah sini ayo, kalau kamu lagi tidur nggak seru nggak ada perlawanan?"
"No" Caca mendorong Al dengan sekuat tenaga terdorong ke belakang, kemudian Gadis itu turun dari tempat tidur dan mencoba untuk lari, sayangnya kakinya tersangkut di selimut dan dia pun terjatuh refleks Al menangkap tubuhnya hingga posisinya kini berada dalam pelukan Al, Caca berada di atas dan menimpa tubuh Al.
Keduanya saling pandang hingga netra mereka terkunci, seolah Mereka bicara melalui tatapan matanya, "nyaman bukan berada di pelukanku?" ucap Al menyadarkan Caca, dia bergerak dan coba untuk bangkit namun Al menahan pinggangnya.
Cup...
Al menempelkan bibirnya, Caca melotot, dia marah namun Al justru tersemyum mengejek, "mau yang lebih manis?"
Caca menggeleng, Al mendesah kecewa dan dia pun melepas kan pelukannya, sontak saja Caca bangkit dan berlari ke kamar mandi.
Dia menutup pintunya kencang dan menguncinya dari dalam. Gadis itu kembali meraba bibirnya yang baru saja di kecup oleh sang suami.
Caca tersemyum bahagia, dia sungguh tak menyangka jika Al bisa semanis ini,
'Om Al mencium ku, Oh tidak! ini seperti mimpi, Aaa," ucap Caca dengan wajah bersemu merah. Dia bahkan mengusap lembut bibirnya beberapa kali.
__ADS_1
'dan tadi dia bilang apa? mau yang lebih manis? aku mau kamu om, kenapa harus tanya sih Om, dasar nggak peka.
langsung cium aja napa coba? pakai nanya lagi, kan aku malu kalau harus jawab mau.' batin Caca