Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Putus


__ADS_3

Selama di dalam kamar, Al tak bisa langsung tertidur, semua yang terjadi berputar di kepalanya, perubahan sikap Cintya, gayanya cara bicara dan yabg terakhir yang paling aneh adalah Cintya yang mengajaknya bercinta.


Selama mereka berpacaran, Al tidak pernah bertindak jauh sampai kesana, hubungan mereka hanya sebatas peluk cium, tidak lebih. Norma agama yang diajarkan oleh ibunya masih tertanam kuat meskipun dia bukan pria yang taat beribadah, setidaknya dia tahu dan berusaha untuk menghindari zina.


"Huh!!!" Al membuang napas berat


'Apa sebenarnya yang terjadi? apa ini karma untukku yang terus saja mengabaikan istriku? atau memang aku yang terlalu bodoh, aku tidak tahu kelakuan Cintya selama ini di belakangku?


Entahlah aku tidak tahu, tapi aku berharap dugaaanku itu salah, dan seseorang yang ada di dalam kamar itu perempuan.


Pukul empat tiga puluh pagi, ponselnya berdering, Al dengan cepat mengangkat nya.


"Ya bagaimana?"


"Maaf bos, saya tidak bisa mengatakannya, saya sudah mengirimkan hasilnya melalui email, dan saya pastikan data itu akurat."


"Terima kasih," Al memutuskan panggilannya.

__ADS_1


Tangannya cepat menscroll ponselnya dan membuka email. Benar ada sebuah pesan masuk, dengan tidak sabar Al membukanya, terdapat banyak gambar sang kekasih bersama seorang pria paruh baya yang Al juga kenal. Dan beberapa photo kedekatan mereka, hingga di bagian akhir photo keduanya berciuman didepan pintu apartemen, Al marah wajahnya memerah, itu pintu apartemen yang sama dengan yang tadi dan penjelasan akhir bahwa apartemen itu adalah milik lelaki yang ada disana.


Al kesal, marah dan sakit hati, dia membanting beberapa barang disana sebagai pelampiasan kemarahannya.


Kini Al bisa menyimpulkan sendiri jika selama ini Cintya selingkuh dengan pria itu.


Tapi kenapa? apa karena aku juga menikah dengan oranglain? tapi kan aku tidak pernah menyentuh Caca padahal kami sah dan halal untuk melakukan nya? dan tadi dia hampir saja mengajak ku berbuat zina,


Kamar Al benar benar berantakan, dia duduk terdiam dan menangis, Al menyesali semuanya. Kesalahan terbesarnya adalah begitu mencintai dan percaya kepada Cintya. Al sudah memutuskan untuk putus dan kembali kepada sang istri. Al akan membuka hatinya untuk Caca, gadis polos yang sudah menjadi istrinya itu. Bukan barang bekas seperti Cintya sang mantan kekasih.


Al mengemas barangnya dan bersiap kembali ke Indonesia besok pagi, dia akan menjemput istrinya meminta maaf dan akan memperbaiki semuanya.


"Al" panggil Cintya.


Pria itu menoleh dan melihat Cintya berdiri tak jauh darinya,cantik tapi murahan batin Al.


"Kamu jam berapa perginya, aku kok nggak tahu? padahal aku tidur di kamar sebelah, kamu juga nggak pamit." gadis itu pura pura ngambek.

__ADS_1


"Aku pergi setelah kamu pergi, oh ya aku datang kesini cuma mau bilang kita putus. Seperti yang kau tahu aku sudah menikah, dan aku tidak bisa melawan Papa, karena aku juga nggak mau hidup miskin."


"Tapi Al bagaimana denganku? aku sudah menunggumu? kenapa.ini jawabannya?"


"Jangan sedih, aku tahu kau juga memiliki kekasih lain, selamat. Semoga dia bisa membahagiakan mu."


Cintya terkejut tapi dengan cepat dia merubah mimik wajahnya.


"Dengar aku memang mencintai mu tapi aku tidak pernah menyangka ternyata aku bodoh, kau hanya mempermainkan ku, kau tidak pernah mencintai ku kau hanya mencintai uang. Dan sedihnya kau rela menukar dirimu dengan uang."


"Semua ini karena kau!" maki Cintya


"Aku tidak mau hidup miskin, aku mau popularitas, kekayaan dan kau tidak bisa memberikannya, maka aku mencari pria lain yang lebih kaya."


"Baguslah, mulai saat ini diantara kita tidak ada hubungan apapun lagi."


Setelah bicara Al berjalan meninggalkan Cintya.

__ADS_1


Niatnya membeli hadiah untuk sang istri batal, Al kembali ke hotel dan mengemasi barangnya lalu ke bandara. Al menggunakan taksi, di sepanjang jalan dia hanya teringat akan Caca, senyumannya, gaya centilnya dan sikap ceroboh gadis itu, tanpa sadar sesekali Al tersemyum.


__ADS_2