
pagi ini Caca bangun lebih awal, dia mandi dan berdandan dengan sangat cantik.
Caca duduk di depan meja rias dan mulai memoles dirinya. Sambil memoles bedak dan lipstik, Caca kembali teringat dengan wajah Reina.
Reina yang modis, cantik dan fashionable, membuatnya sedikit inscure. Dan hari ini Caca ingin menunjukkan jika dia juga bisa cantik.
Al yang baru keluar kamar mandi dibuat terkejut dengan penampilan baru istrinya.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Al mendekat dan meraih pakaian yang di sediakan Caca. Kemudian mulai memakai nya.
"Aku, aku mau jalan-jalan mas, bosan di hotel terus." omelnya
"Kamu maunya kemana, biar mas antar, tapi-" Al menggantung kalimatnya, dia masih memikirkan kata apa yang tepat dia gunakan tanpa membuat sang istri marah.
"Tapi apa mas? aku cantik kan?" ucapnya yang sudah berdiri di depan suaminya dengan berkacak pinggang lalu memutar.
Al mendesah, pakaian yang digunakan Caca begitu pas membalut tubuhnya, ditambah dia menggunakan baju tanpa lengan.
"Kita akan keluar tapi kamu ganti pakaian dulu." ucap Al santai
"Ganti? nggak mau?' sahutnya dengan wajah cemberut
"Kenapa kalau aku yang pake, apa karena aku nggak secantik teman mu itu?"
__ADS_1
"Loh kok," ucap Al kaget
"Iya, aku juga bisa cantik mas, jauh lebih cantik dari dia "
Al meraih pundak istrinya dan memegangnya, Caca mendongak hingga netra mereka bertemu.
"Sayang, aku tuh suka kamu apa adanya, bukan Caca yang kayak gini?" ucap Al.
"Bisa aja kamu bilang gitu ke aku mas, tapi buktinya di belakang aku kamu dekat sama dia. Buktinya si Reina itu, aku tau ya mas kalau dia itu suka sama kamu "
"Lah terus, kenapa? kamu cemburu?" sahut Al santai tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"menurut mu?" Jawab Caca ketus
"Tapi mas?"
"Enggak pake tapi, Ok!"
"Ok,"
"pintar, sekarang ganti pakaiannya."
Caca kembali ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya seperti yang di inginkan oleh Al.
__ADS_1
Berpakaian sopan dan tertutup.
Di depan cermin Caca memandang dirinya kembali, dia tersenyum.
Beberapa menit yang lalu dia bergaya, cantik dan modis tapi tidak sesuai dengan dirinya.
Dan ini, ini adalah dirinya, gayanya dan Caca nyaman dengan penampilannya ini.
Di dalam hatinya Caca bertekad untuk mengalahkan wanita itu. Bukan dengan cara meniru tapi dia akan menunjukkan siapa sebenarnya dirinya, seorang Caca yang keren, walaupun dia terlihat masih muda bukan berarti dia takut kepada Reina.
"Hai Reina, awas saja jika kau berani mendekati suamiku, akan aku bejek-bejek dan aku jadikan sambal terasi, lihat saja nanti." ucap Caca menunjuk kaca yang ada di depannya seolah itu adalah Reina.
Selesai merapikan dirinya, Caca pun keluar dan tersenyum lebar kearah suaminya.
"Ini baru istriku," ucap Al dengan tersenyum.
"Ayo mas, aku udah nggak sabar ingin jalan-jalan, aku ingin berkeliling kota dan menikmati waktu berdua dengan mu."
"Apapun untuk mu sayang." ucap Al dengan lembut
mereka bergandengan tangan menuju lift dan kemudian melangkah keluar hotel.
Hari ini Al akan mengajak istrinya shopping.
__ADS_1
Al sudah menggandeng tangan istrinya keluar pintu kamar menuju lift.