
seminggu sudah berlalu dari masa mereka berdua berbulan madu. Dan Al juga sudah kembali ke aktivitas nya yang lumayan padat dan menyita waktu.
Tak jauh beda, Caca juga sudah kembali masuk ke kampus melanjutkannya perkuliahan nya yang lain sudah berpindah ke Jakarta.
***
Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu dan Caca baru saja keluar dari ruangannya.
Caca membereskan buku-bukunya dan bersiap untuk pulang kerumah.
"Ca..." panggil Ririn
Gadis itu menoleh dan melihat ke arah sahabatnya yang berlari mendekatinya, "Ca, tunggu!!" Caca berhenti
"Kok buru-buru banget sih?" mau ke mana sih?" sungut turun begitu mereka dekat.
"Enggak ada, cuma pengen cepat pulang aja,"
"Oh ya, terus ngapaian? emangnya suami Lo dirumah?"
Caca kembali berjalan, diikuti oleh Ririn yang sudah sejajar dengannya. "ya ampun nggak lah, dia lagi kerja."
"Ya udh kit hang out, yuk?"
"Hang out?"
"Kemana? males ah, aku capek banget,"
"Bentar aja cuci mata, mau ya... please!!!" ucap Ririn memohon.
"Cuci mata pake air neng," sahut Caca
"Is, serius ah, gue lagi gabut nih?"
"Kenapa?" kali ini Caca tampak lebih antusias, mendengar sahabatnya gabut, membuat gadis itu menjadi penasaran sekaligus enggak tega juga. Bagaimanapun dia adakah sahabat terbaik yang selalu ada untuknya.
'Yes, berhasil' sorak Ririn di dalam hatinya
__ADS_1
"Ya gabut aja, ntar deh gue cerita, Lo mau nggak?"
"Ehm...bentar ya gue ijin ma mas Al dulu." ucap Caca langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sang suami.
"Ok, udah." ucapnya tersenyum kearah Ririn setelah tadi menelpon sang suami.
"Yuk!" Ririn menggandeng tangannya dan berjalan menuju mobilnya.
"Kamu kenapa Rin? sorry kalau belakang gue nggak banyak waktu untuk Lo, gue-"
"Gue nggak apa-apa ca, gue cuma lagi bete sama hidup gue sendiri."
"Iya, Lo bete kenapa?"
"Gue stress nggak ada temen, nggak punya pacar? nah Lo, sahabat gue satu-satunya malah udah nikah dan sibuk dengan rumah tangga Lo sendiri."
"Oh, itu, gue kira ada hal lain yang lebih ekstrim lagi,"
"Jadi Lo pikir masalah gue nggak ekstrim gitu?" sewot Ririn
"Loh kok jadi marah, maaf bukannya gitu, tapi tadi aku pikir kamu--"
"Ok!"
Tak butuh waktu lama mereka berdua telah tiba di kafe langganan mereka, Ririn segera memesan minuman kesukaannya namun tidak dengan Caca, gadis itu malah memilih juice mangga.
"Ca, Lo nggak salah pesan?"
"Nggak!"
"Biasanya Lo kan yang paling suka kopi disini, kok kali ini Lo pesannya juice?"
"Gue lagi nggak selera kopi, kayaknya minum juice seger."
Ririn sempat kaget namun gadis itu tak lagi mempermasalahkan nya.
"Sekarang cerita Lo kenapa?" tanya Caca dengan ekspresi serius
__ADS_1
"Gue bingung, bokap mau jodohin gue?"
"Apa?"
"Shuuut, pelan-pelan ca," ucap Ririn berbisik
"Tuhkan jadi pada lihatin kita, " bisiknya lagi
"Gue kaget tau, sama siapa? ganteng nggak? keren nggak?"
"Is, satu-satunya donk nanya nya? gue juga belum tau, belum ketemu. Gue takut ca."
"Takut apa?"
"Takut dia nggak suka gue, terus dia kayak om Al!" jujur Ririn
"Wait, kok bawa-bawa suami gue?" ucap Caca tak suka.
"Ya kan dulu suami Lo gitu, mana punya pacar lagi, gue jadi takut,"
"Lo aja belum ketemu, belum tau gimana orangnya, kenapa harus pusing sih?"
"Dengar ya cinta, jangan memusingkan hal yang belum tentu terjadi. Lagian nih ya, kalau ntar setelah ketemu Lo nggak suka ya udah tolak aja. gampang kan?"
"Emang Lo dulu bisa nolak?"
"Statusnya beda, gue nggak di jodohin gue dipaksa nikah," ucap Caca santai
"kapan Lo mau ketemu sama doi."
"Besok,"
"Ya udah, ntar kabarin gue ya!"
"Ok, sip, Makasih ya. Btw, gimana rumah tangga Lo, amankan?"
"Aman... mas Al baik banget, gue bahagia."
__ADS_1
"Alhamdulillah, gue juga senang dengarnya,"