Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Pacar Caca


__ADS_3

Dengan langkah terburu Al berjalan keluar dari bandara Soekarno Hatta, memanggil taksi menuju kediaman orang tua Caca.


Disepanjang jalan Al sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan, meminta maaf dan meminta Caca untuk menjadi istrinya, memulai semuanya dari awal dan hidup bahagia bersama. Sesederhana itu pikiran Al.


Sementara Caca kini sudah berubah tak lagi gadis polos dan lugu seperti dulu. Ririn telah menyulap dirinya, menjadi gadis modis, cantik dan stylist. Tidak ada lagi kaos oblong kedodoran, celana jeans dan kemeja panjang. Berubah menjadi rok mini, dress pendek, rambut tertata rapi, dan make up yang mempercantik dandanan nya.


Taksi yang di kendarai oleh Al telah memasuki halaman rumah Baskoro, Al segera turun dan membayar ongkosnya.


"Assalamualaikum" ucap Al di depan pintu


"Waalaikum salam, Sebentar" terdengar Jawaban dari dalam rumah.


"Al. " ucap Mama terkejut


"Assalamualaikum Ma," kembali Al mengucapkan salam, dan mencium tangan si ibu mertua.


"Waalaikum salam, masuk."


"Caca mana ma?" tanya Al sambil melihat ke kiri dan kanan.


"Tadi pagi pergi dengan Ririn, nggak tahu kemana, katanya ada casting gitu."

__ADS_1


"Casting?" Al terkejut mendengarnya, tak pernah terbayangkan istri kecilnya akan mengikuti casting itu artinya dia juga ingin menjadi artis. 'No, big No' batinnya


"Coba telepon aja," ujar mama mengembalikan Al dari lamunannya.


"Iya Ma, eh maaf gimana kalau mama aja yang hubungin jangan bilang aku sudah pulang, Al pengen buat kejutan"


"Oh iya, bentar ya" Mama segera mengambil ponselnya dan menghubungi Caca. Benar saja panggilannya langsung diangkat.


Setelah mendapatkan alamat Caca, Al segera pergi untuk menemui nya.


"Pakai mobil Mama saja"


"Makasih Ma," Al mengambil kunci yang di berikan mertuanya dan segera pergi menemui istrinya, ada rasa hangat yang membuncah di dalam dadanya, entah kenapa dia sangat merindukan istrinya kali ini.


Langkahnya cepat, rasanya tak sabar ingin menatap wajah Caca dan memeluknya erat sambil mengucapkan kata maaf aku menyesal.


Al tertegun, langkahnya terhenti melihat istrinya duduk berdua dengan seorang pria, entah siapa karena dia tidak mengenalnya, dan yang membuat dadanya bergemuruh, mereka berdua terlihat sangat mesra, tertawa dan bercanda bersama. Al mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras menahan amarah yang langsung naik ke ubun-ubun tanpa bisa dia tahan.


Al melangkah cepat, dan langsung berdiri di samping istrinya, "Ca, Yo pulang."


Caca menoleh, dia mendapati suaminya berdiri dengan wajah galakn seperti biasnaya, bukan takut Caca malah santai meminum.jus nya.

__ADS_1


"Sudah pulang Om?.Cepat amat?" tegur Caca santai.


"Jadi begini kelakuan mu, kau pergi dengan lelaki lain saat suamimu tidak ada! sekarang kita pulang!" bentaknya kasar


dan menarik lengan Caca mengajaknya pulang.


"Jangan kasar donk!" sang pria berdiri dan memperingati Al


"Kamu siapa ikut campur urusan ku? asal kau tahu dia ini istriku, harusnya kau malu menggoda istri orang.


"Ada apa ini? Om, Caca?" tanya Ririn bingung.


"Lepas Om, aku bisa pulang sendiri," Caca menyentak tangannya, sayangnya tak juga terlepas.


"Ayo kita pulang," Al menatap tajam.


"Aku tidak mau,"


" Oh jadi ini suamimu," Rafa berdiri dan menarik lengan Caca dari genggaman Al


"Masih ingat punya istri! kemaren kemana aja. Oh ya kenalkan, aku Rafa, pacar Caca. Kami baru aja jadian sebulan yang lalu." Rafa mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Al yang kesal mengangkat tangannya siap menghajar Rafa, namun pria itu bisa mengelak karena dia tahu gerakan Al,


"Mas duluan aja, aku bareng mereka."


__ADS_2