Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Ngangenin


__ADS_3

Al segera keluar untuk menemui kliennya. Sesuai kesepakatan mereka, meeting diadakan di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


Al berangkat menggunakan taksi, letaknya tidak jauh hanya lima menit saja sudah sampai.


Al langsung menemui kliennya dan memulai meeting.


Satu jam kemudian meeting berakhir, dan mereka juga sudah mencapai kesepakatan. Hanya menunggu waktu, kapan proyek akan di laksanakan.


Al kembali ke hotel untuk menemui istrinya.


Rencananya sore ini dia ingin mengajak istrinya jalan-jalan berkeliling kota. Al ingin menikmati indahnya sore hari bersama sang istri duduk berdua sambil bergandengan tangan menyaksikan matahari terbenam.


Membayangkan nya saja sudah membuat Al tersenyum bahagia, apalagi nanti saat dia benar-benar bersama Caca.


Langkah Al cepat berjalan menuju hotel,


Namun secara tak sengaja Al melihat sebuah toko bunga yang berada di samping kanannya.


Al berhenti sejenak dan berbelok. Al ingin beli bunga untuk sang istri.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau membeli bunga."


"Bunga apa pak?"


'Bunga apa? Aku bahkan tidak tahu Caca suka bunga apa bagaimana ini bunga apa yang aku harus beli tidak mungkin aku menanyakannya sekarang kepadanya.' pikir Al


"Gimana pak, mau bunga apa?"


"Saya juga tidak tahu," akhirnya Al bicara jujur.


"Kalau boleh tau untuk siapa bunganya Pak?"


"Istri saya,"


Pelayan kembali tersenyum, "Apa Bapak tahu bunga kesukaannya?"

__ADS_1


Al menggeleng, "Aku tidak tau."


"Bagaimana kalau bapak belikan bunga mawar?"


"Mawar? boleh juga."


"Baik tunggu sebentar ya pak." ucapnya sopan.


Kemudian pelayan itu pun mulai menyususn dan merangkai bunga mawar pesanan Al.


Ditangannya Mawar-mawar tersebut berubah menjadi rangkaian bunga yang sangat indah.


Tak butuh wkatu lama mawar yang Al pesan selesai. Al memberikan kartunya untuk melakukannya pembayaran.


Dengan senyum lebar, Al membawa bunganya kembali ke kamar, dia membayangkan wajah bahagia sang istri saat menerima bunga darinya ini.


Al berjalan membawa buket bunga di tangannya, berjalan santai memasuki lobi kantor disertai senyuman manis.


Langkahnya terhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya.


"Al.." panggil seorang perempuan.


"Kamu Al, bukan?"


"Kamu siapa?" tanya Al balik


"Aku...aku Reina, masa kamu lupa, aku kan sahabat kamu di SMA."


"Reina siapa? maaf aku lupa." sahutnya


"Ya ampun Al, kamu beneran ya. Aku tuh Reina anaknya Putrajaya, papaku pemilik


hotel ini, masa kamu.lupa juga sih."


"Maaf,"


"Udah enggak apa-apa, eh btw kamu nginep disini?"

__ADS_1


"Iya,"


"Buat pacar?" tanya Reina lagi sok akrab melihat bunga yang ada di tangannya.


"Oh bukan, untuk istri ku."


"So sweet,"


"Gimana kalau aku undang kamu makan malam bareng, nanti malam jam tujuh aku tunggu di restoran depan, jangan lupa bawa istrimu ya, bye."


Tak menunggu jawaban Reina melangkah meninggalkan Al yang tak mengatakan apapun.


Al pun tidak ambil pusing dia juga meneruskan langkahnya kembali ke kamar menemui sang istri yang pasti sudah menunggunya.


Ceklek....


Al membuka pintu, dia bisa melihat Caca yang masih meringkuk nyaman dibalik selimut, senyum mengembang di bibirnya.


Al mendekat dan mencium kening istrinya, "Sayang, bangun." bisiknya


"Uhmm..." ucapnya menggeliat namun kembali tidur


"Sayang bangun, katanya mau jalan-jalan."


"Ngantuk mas,"


"Beneran, cuacanya enak Lo buat jalan-jalan,"


"Aku capek,"


"Nggak jadi keluar? mau bobok aja? boleh " sahut Al tersenyum lebar.


"Mas," sahut Caca kesal, namun mau tak mau dia harus bangun, Caca tak mau jika Al kembali mengajaknya berdayung sampan .


Al terkekeh," sudah sana mandi, terus kita keluar. Malam nanti kita lanjut kan."


Caca geleng kepala mendengar ucapan suaminya, "Emangnya kamu enggak capek mas?"

__ADS_1


"Enggak, kamu tuh ngangenin sayang."


'Gila, mas Al punya tenaga luarbiasa, emangnya dia nggak capek apa? aku nya aja udah mau pingsan.' bantinnya


__ADS_2