
"Sayang, kita pulang ke rumah atau makan dulu?"
"Aku mau nonton mas?"
"Serius, ya udah tapi nanti kita nontonnya di rumah aja." sahut Al
"Mana seru?" Caca mencebik kan bibirnya,
Al kembali terkekeh, dan itu justru membuat sang istri semakin kesal saja.
"Nggak seru kenapa? mas tanya nih ya, kamu pernah nggak nonton di bioskop bareng pacar kamu?"
Caca menggeleng lemah, Al tersenyum bahagia.
"Mas, senengkan dengarnya? pasti mas mau ngejekin aku, ya kan?"
"Siapa bilang, kamu tuh ya" ucap Al mengacak rambut Caca, membuat sang istri semakin marah.
"Mas, apaan sih." sahutnya sebel
"Kamu makin cantik Lo kalau lagi marah, bikin pengen..."
Caca menyipitkan matanya, selanjutnya dia mendengus dan membuang muka.
"Jangan ngambek donk, nanti kita nonton bioskopnya, tapi nggak sekarang, ok!"
Tak menjawab Caca hanya menghela nafas pelan.
Jam tiga sore mereka pulang ke rumah. Sepanjang jalan Caca memilih diam, karena dia lagi mode mogok bicara alias ngambek.
Lagi Al baru tahu rahasia istri kecilnya yang ternyata memang suka ngambek, dan gampang banget emosi.
__ADS_1
Padahal dulu seingat Al dia nggak seperti itu, dan inilah kenyataan nya. Al hanya.bida terkekeh di dalam.hatinya.
"Kamu kenapa?" tanya Al menggoda melihat jalan sang istri yang terlihat sedikit aneh.
Saat ini mereka sudah tiba di rumah, Caca yang masih ngambek hanya mendelik mendengar ucapan unfaedah sang suami.
Dan gadis itu semakin kesal, karena Al tak coba membujuknya, pria itu terkesan membiarkannya. Dan malah asyik dengan motornya.
Caca bersungut memasuki kamarnya.
"Tuh kan om jutek itu besar kepala sekarang. Bisa-bisa nya aku terbuai dengannya, Dasar udah tua,"
Caca berjalan menuju kamar mandi, dia ingin mandi dan langsung tidur. Tubuhnya terasa sangat lelah, ditambah lagi perasaannya yang sedang mendongkol saat ini,
***
Sekembalinya dari kencan tadi, Al menyibukkan diri dengan berbagai laporan yang masuk ke dalam emailnya.
Ada sedikit masalah di kantor cabang yang ada di negara tetangga. Susah sejak sore tadi Al coba memperbaikinya dan mengajukan pertemuan ulang dengan rekan bisnis mereka, mengingat ini proyek yang begitu besar. Dan sangat sayang sekali jika dia harus melepaskannya.
Tak.terdengat jawaban, pria itu membukanya. Dan pemandangan indah itu terlihat jelas, hingga tanpa sadar dia menarik.sudut bibirnya.
Caca meringkuk tidur memeluk bantal. Dan Al mendekat lalu coba membangunkannya. Hari sudah hampir malam.dan gadis itu belum makan
"Sayang, bangun..."
Caca tak merespon.
Lagi al yang tidak menyerah membangunkan istrinya. "Sayang, bangun..."
"Ehm...apa sih mas, ngantuk juga." protes Caca
__ADS_1
"Bangun sayang, sudah hampir malam. Kamu belum makan., ayo bangun nanti kamu sakit."
"Aku masih ngantuk, nanti aja,"
Al tak kehabisan ide, dia ikut naik keatas tempat tidur siap memeluk istrinya dari arah belakang.
Merasa ada yang menggangu tidurnya, Caca membuka mata, dan alangkah terkejutnya dia melihat Al memeluknya dengan posisi yang sangat intim.
"Mau bangun atau mau kita lanjut lagi?"
"Hah!"
"Mas,"
"Hwmmm."
"Bangun yuk, kamu belum makan siang Ca, nanti kamu sakitĀ”"
Dengan malas Caca membuka mata ya. Dia bisa melihat semuanya.
"Mas ada pekerjaan di pengatur selama 2 hari kamu mau ikut ?"
"Apa nggak merepotkan Mas?"
" Tentu saja tidak.
Tapi nanti selama Mas bertamu klien,kamu harus tetap di dalam hotel...."
"Ok, aku bisa menunggu mas nonton televisi,"
"Kamu baru akan jalan-jalan saat Mas sudah selesai, Mas tidak mau kamu jalan-jalan sendiri kemudian tersesat."
__ADS_1
"Mana mungkin mas,"
"Mungkin aja sayang, besok pagi kita berangkat, sekarang kamu siapkan pakaian mu, tidak perlu banyak karena kita hanya dua hari dan sejujurnya mas sangat senang, kita bisa sekalian honeymoon."