
"Assalamualaikum Om,"
"Waalaikum salam, sayang,"
"Om aku pengen mangga,"
"Ya udah beli aja, kenapa kamu bingung, atau kalau nggak suruh aja mamang yang beli nanti."
"Bukan, aku nggak mau yang beli."
"Nggak mau yang beli? jadi mangga darimana? dan siapa yang punya."
"Aku maunya kamu yang ambilin mangganya,"
"Hah!"Al terkejut, hingga dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Bisa kan sayang?" terdengar suara Caca, membuyarkan lamunannya.
"Nanti bisa kan?"
"Tapi janji ya!" sahut gadis itu
"Iya, mas janji."
"Makasih sayang. Emmuaach..." ucapnya tersenyum lebar, Caca bahagia, sementara diseberang suaminya pusing tujuh keliling mencari pohon mangga yang sedang berbuah.
Al meletakkan ponselnya dan dia segera memanggil sekretaris nya, Jonatan.
"Jo, keruangan saya sebentar,"
"Siap pak."
"Masuk!" ucap Al
"Duduk," Jo pun duduk di depan Al.
"Dimana kamu tau ada pohon mangga yang sedang berbuah?"
'Apa aku enggak salah dengar? atau pak Al yang salah ngomong?'
"Maaf, bapak bilang apa barusan?" tanya Jonatan lagi
__ADS_1
"Ceck, aku bilang apa kau tau dimana ada pohon mangga yang sedang berbuah?''
"Pohon mangga? untuk apa Pak?" tanya Jonatan masih bingung.
"Tak usah banyak tanya, katakan saja, dimana kau melihat nya?"
"Aku nggak tau pak, biar aku perintahkan merekam carinya tapi kalau boleh tau buat apa?"
"Buat istriku!" jawab Al males
"Apa istri mu hamil?"
"Sudah cepat suruh orang mencarinya sekarang juga."
"Baik pak," ucap Jo
Baru dua langkah berjalan keluar pria itu berbalik, "Pak, kalau sudah ketemu mau apa, ehm..
maksud saya bapak mau buah mangga yang muda atau yang sudah masak?"
"Yang masih muda atau yang sudah masak ya? yang masih muda aja," guman Al
"Pak?"
"Bapak yakin?"
"Sudah cepat kerjakan?"
"Siap pak."
Al duduk kembali ke tempat nya dan Jo berjalan keluar lalu mengumpulkan beberapa orang bawahannya untuk mencari pohon mangga.
Tak butuh waktu yang lama, salah seorang dari anggota Jo telah kembali dengan membawa satu keranjang mangga.
"Ini Pak." ucap Jo masuk dan menyuruh anak buahnya membawa masuk mangganya.
Al terkejut melihat banyak nya buah mangga, "Sebanyak ini?"
"Iya, daripada bingung, nyonya mau yang mana?"
"Kamu benar juga, ok antarkan ke rumah saya sekarang."
__ADS_1
"Baik pak, jawab salah seorang anak buahnya. kemudian keluar membawa keranjang berisi mangga.
"Selama ya Al!"ucap Jo menepuk bahu sahabatnya itu.
"Untuk?" tanya Al tak mengerti maksud ucapan Jo.
"Caca lagi ngidam kan?"
"Kok Lo tau?"
"Ya tau lah, semua orang juga tau, orang yang lagi pengen makan mangga muda itu karena ngidam, apalagi?"
"Iya, Caca lagi pengen makan itu."
"Ok, selamat ya!"
trriiiiing....triiiing....
"Ya sayang,?" sambut Al
"Kenapa banyak begini?"
"Aku bingung kamu maunya apa? jadi daripada bingung jadi aku belina aja semuanya. Sayang kau tinggal memilih."
"Iya, tapi mas, aku mau nya mangga yang kamu ambil? bukan yang diambil oleh anak buah kamu ,"
"Haduh! gimana ini?" guman Al pelan.
"Mas..."
"Hemm.."
"Aku tau dimana ada pohon mangga karena tadi aku sempat lewat situ, dan aku maunya yang itu."
"Dimana?"
"Ada, nanti kita berangkat kamu cepat pulang ya mas. Aku maunya cuma mangga itu."
"Ya udah, bentar lagi mas pulang."
Panggilan terputus dan Caca meletakkan ponselnya sambil tersenyum senang, sementara Al dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"