
Dua hari telah berlalu dan Caca kembali merasakan mual di pagi hari, kali ini bahkan dia belum beranjak dari tempat tidurnya,
"Mas...kepalaku pusing, rasanya berat banget dan berputar-putar."
Al yang baru saja terbangun karena Caca menggoyang tubuhnya, membuka matanya perlahan, "Sayang, kamu sakit?" ucapnya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Enggak tau, rasanya kepalaku sakit mas,"
Al mengangkat tangannya dan memijit kepala Caca, "Gimana udah enakan?" ucap Al lagi
"Belum," jawab gadis itu menggeleng.
"Mas mandi dulu ya, Setelah itu kota ke dokter? mas takut kamu kenapa-napa,"
Gadis itu menggeleng, dia justru memeluk Al, rasanya damai dan nyaman, Caca juga menyukai aroma tubuh Al yang baru bangun tidur.
"Sayang lepas, aku belum mandi, bau!" ucap Al
"Enggak apa-apa mas, justru ini buat aku nyaman, perutku juga berhenti bergejolak." sahut Caca memejamkan matanya menikmati aroma tubuh sang suami.
"Kamu mual?" tanya Al memastikan
Caca mengangguk, "Tapi udah nggak kok " jawabnya lagi
"Apa jangan-jangan kamu hamil ya? aku pernah baca ciri-ciri orang hamil itu ya seperti kamu ini, pusing dan mual di pagi hari"
Caca mengangkat kepalanya menatap sang suami, "Kapan kami browse di internet? kamu kecewa ya aku belum juga hamil?" tuduh sang istri, wajahnya berubah cemberut.
"Bukan, aku hanya pemasaran dengan garis samar-samar yang kamu katakan kemaren, sebaiknya kita ke dokter saja untuk memastikannya. Hamil atau tidak itu masalah kedua yang penting saat ini kamu segera ditangani Mas takut ada penyakit serius di tubuh kamu, "
__ADS_1
"Nggak mau mas, aku nggak mau kamu kecewa,"
Al mendesah pasrah tak mungkin memaksa Caca pada saat seperti ini, apalagi saat ini dia sedang sakit. "Baiklah mas tidak akan memanggil dokter, sekarang Mas mau bangun, mau buatkan kamu air hangat agar pusing dan mual mu reda,"
"Tapi aku maunya kamu peluk!" ucap Caca tak mau lepas
"Sayang..." ucap Al bingung, "Ya sudah sebentar saja, setelah itu mas harus turun."
Caca mengangguk dalam diam, menikmati momen indahnya memeluk sang suami, ada rasa bahagia yang Luarbiasa dan masuk ke dalam jiwanya hingga membuat perutnya berhenti bergejolak.
***
Jam tujuh pagi, bibik sudah datang. Dan Al menyuruh bibik menyiapkan bubur untuk istrinya.
Al duduk dan berpikir, kemudian dia teringat pada adiknya Mikayla yang seorang dokter.
Al langsung menghubungi nya, tak lama telponnya pun tersambung.
"Waalaikum salam, gimana kabarmu Kay?"
"Alhamdulilah aku baik, begitu juga dengan bayiku,"
"Alhamdulilah, aku seneng mendengarnya, oh ya sudah berapa bulan usia kandungan mu?"
"Bulan ini sudah waktunya melahirkan kak, doakan ya?"
"Tentu saja ,semoga semuanya berjalan lancar, ibu dan bayinya sehat selamat. Amiin"
"Amiiin, ngomong-ngomong kakak ada perlu apa?"
__ADS_1
"Nggak ada, kakak hanya merindukan mu," bohong Al
"Apa kak Caca sakit? atau kakak lagi ada masalah?"
"Eh enggak, kami baik-baik aja seperti yang kamu lihat, hanya saja saat ini Caca sedang kurang enak badan, tapi tidak mau aku ajak ke dokter."
"Sakit? sakit apa kak? biar aku lihat."
"Tidak usah, nanti malah merepotkan mu,"
"Enggak, kan nggak jauh, aku bisa diantar supir atau mungkin hubby."
"Terimakasih, tapi sepertinya tidak usah, kakak nggak merepotkan mu,"
"Apa dia hamil?"
"Entahlah, kemaren dia sudah periksa dan hasilnya samar-samar, jadi dia nggak mau diajak ke dokter, takut kecewa katanya, maklum lah dia kan masih kecil. Tapi Kay, ciri-ciri nya sama persis seperti wanita hamil, apa yang harus aku lakukan?"
"Tenangkan kak, terkadang mau seperti itu jika melakukan tes di Minggu pertama kehamilan, sebaiknya memeriksa kehamilan itu di lakukan di pagi hari, begitu bangun tidur, itu yang lebih akurat."
"Apa yang harus aku lakukan kay, Caca pasti tidak mu jika disuruh tes ulang, kau tau sendiri kan gimana Caca."
"Tenanglah kak, aku akan kesana tapi kakak jangan bilang ya, aku akan datang bersama Mama."
"Apa tidak merepotkan mu?"
"Tentu saja tidak kak,"
"Makasih ya..."
__ADS_1
"Sama-sama- kak, Assalamualaikum."
"Waalaikum salam," sambungan terputus, Al merasa sedikit lega karena adiknya mau datang berkunjung.