Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Ah, aku takkan kalah


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, cuaca juga sudah mulai dingin. Al mengajak istrinya turun.


Acara makan malam romantis di atas kapal Al dan Caca sukses, mereka turun dengan perasaan bahagia. Al tak pernah melepaskan genggaman tangannya. Mereka bergandengan tangan menuju ke hotel.


"Sayang, apa kamu bahagia?"


"Tentu saja mas, aku sangat bahagia." sahut Caca tanpa malu.


"Syukurlah, mas juga sangat bahagia." sahut Al yang kemudian merapatkan tubuh mereka, kini Al memeluk pinggang istrinya.


"Mas..."


"Hemmm"


"Malu, tuh banyak yang lihatin kita." ucapnya


"Biarin aja, kenapa kamu malu jalan sama aku?" tanya Al, dari nada suaranya bisa Caca pastikan pria itu tengah merajuk.


"Bukan begitu sayang, aku cuma merasa.."


"Sama aja itu artinya kamu malu." ucap Al memotong perkataan Caca.


Caca diam dan membenamkan kepalanya di dada sang suami. Sikap mania Caca ini, mampu meluluhkan kekesalan yang membuncah di hati Al, diam-diam pria itu tersenyum.


"Masih marah?" tanya Caca pelan setelah beberapa saat melangkah.


"Siapa yang marah?" Al coba mengelak


"Yakin? enggak marah. Tadi tuh apa?" godanya lagi.


Al berhenti dan melonggarkan pelukannya, dia kemudian menatap Caca begitu juga sebaliknya, kini mereka saling bertatapan dengan mesra.


"Disini, di tempat ini," ucap Al penuh keyakinan.

__ADS_1


"Aku tegaskan, bahwa aku mencintai mu dan hanya kamu wanita yang ada di hatiku Ca, aku akan menyayangimu hingga akhir hayat ku nanti,"


"Aku juga mas, aku menyayangimu dan aku enggak pernah malu mas, Ku tuh sayang kamu, " balasnya dan kemudian mereka kembali berpelukan.


Setelah nya mereka melanjutkan perjalanan menuju hotel.


Di lobi hotel, kembali tak sengaja Al bertemu dengan wanita yang tadi siang sempat dia temui.


"Al," panggilnya tanpa sungkan, bahkan gadis itu setengah berteriak membuat beberapa pasang mata melirik kearahnya.


Al dan Caca yang tengah berjalan sontak menoleh. "Dia lagi, mau apa dia?" tanya Al di dalam hatinya.


"Hai, ketemu lagi. Aku menunggu mu tadi, tapi kenapa kamu tidak datang?" ucapnya tanpa sungkan dan tanpa basa-basi, seolah dia begitu dekat dengan Al tanpa mempedulikan Caca yang ada disamping pria itu.


"Eh maaf, aku tidak mengatakan iya, bukan?"


"Tapi kamu juga enggak bilang tidak, jadi aku pikir.."


"Hai ca, aku Reina sahabatnya Al,"


"Caca." sahut Caca pelan. Tangannya menggenggam erat tangan suaminya.


"Maaf ya hari sudah malam dan kami harus kembali," ucap Al


"Ok, oh ya undangan aku tetap berlaku loh," ucapnya lagi tanpa sungkan. Bahkan sengaja di depan Caca.


"Maaf, tapi mungkin lain kali. Karena kami akan pulang besok pagi, terima kasih untuk undangannya mbak." ucap Caca yang sengaja mengatakan mbak agar wanita itu sadar diri. "Permisi" ucapnya menarik Al menjauh.


Al terkekeh geli melihat wajah manyun Caca, bahkan gadis itu terus menyeret Al hingga masuk ke dalam lift.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Al berpura-pura tidak tau.


"Itu mantan kamu mas?" tanyanya dengan ketus

__ADS_1


"Astaghfirullah, ya enggak lah sayang. Kamu kenapa?"


"Terus kenapa dia ganjen gitu, udah di bilangin punya istri juga masih aja mepet."


"Mepet apanya?" tanya Al heran, apalagi saat melihat wajah manyun sang istri dan bibirnya yang bergerak sedikit mengomelinya, membuat Al ingin sekali membungkam nya dengan bibir tebalnya.


"Iya, dia tuh suka sama kamu mas, kamu pura-pura nggak tau ya?" tanya Caca dengan tatapan menyelidik.


Ting, pintu lift terbuka.


Caca langsung berjalan dengan cepat yang diikuti oleh Al dari belakang, bukannya marah Al justru merasa lucu, dia baru tau jika sedang cemburu Caca justru terlihat semakin cantik. Al jadi ingin memeluknya dan mengajaknya membuat adonan kue.


Al mengikuti langkah istrinya yang terburu-buru dan segera membuka pintu kamarnya.


"Begitu pintu terbuka, Al langsung memeluk istrinya dari belakang, Caca yang akan mengomel pun terdiam, dia menunduk.


Beberapa saat Al terdiam begitu juga Caca keduanya sangat menikmati posisi ini.


Al membalik tubuh istrinya, dan menatapnya penuh cinta."Sayang kamu kenapa?"


"Kamu cemburu?" tanya Al pelan.


"Apa kamu meragukan cintaku?"


Caca menggeleng pelan, "Aku hanya meragukan diriku Sendiri, aku...aku."


."Mas mencintaimu apa adanya, dan hanya kamu gadis kecil, lucu yang bisa memporak-porandakan hati mas, hanya kamu yang mampu membuat mas jatuh cinta dah Selalu ingin berada di dekatmu."


"Mas hanya mencintaimu," Setelah bicara Al membenamkan bibirnya ke bibir seksi sang istri.


Al tak memberikan Caca kesempatan untuk bicara, dia sudah sangat merindukan Caca sejak tadi.


Kehadiran wanita itu telah merusak moment bahagia mereka namun Al tidak kehabisan akal, akhirnya Caca terbuai dan mereka kembali menikmati indahnya bulan madu.

__ADS_1


__ADS_2