Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Om Nyebelin


__ADS_3

Al melajukan motornya dengan kecepatan kencang, bibirnya terasa panas dan dia juga merasa haus.


Rasa pedasnya lumayan membakar tenggorokan dan lidah nya, Al yang tak suka makan pedas hari ini di kerjain oleh sang istri.


Caca sendiri merasa masa bodo, dia tahu Al kesal dengannya, dia memilih diam dan cari aman, takutnya sang suami semakin marah dan menghukum nya.


Al membelokkan motornya ke sebuah toko kecil, dia turun dan membeli minuman dingin. Al langsung membuka tutupnya dan meminumnya, Sekali tenggak hampir satu botol habis. Rasa panas dan membakar itu masih saja terasa di lidahnya.


Al meminumnya sekali lagi dan habis, dia sudah memindahkan satu kaleng minuman ke dalam perutnya namun tak mengurangi rasa panas di lidah dan tenggorokan nya.


'Sial, benar-benar sial, makanan apa itu? kenapa banyak orang menyukainya? padahal rasanya tidak enak, pedas dan..


argh.. menyebalkan, lagi-lagi aku di bodohinya, dasar gadis nakal,


Aku yakin Caca sengaja mengerjaiku, lihatlah wajah tak berdosa nya itu, ingin sekali aku mencekiknya sekarang juga. Gadis gila, dan sial nya aku terjebak, tunggu saja aku akan mengerjai mu balik.'


"Udah belom om?" tanya Caca yang menunggu di samping sepeda motor Al yang terparkir secara asal.


Al menoleh dengan tatapan dingin dan sengit, bukannya takut Caca hanya tersenyum, menunjukkan deretan giginya yang putih bersih.


'Sial, dia mentertawai ku, aku akan membalas mu, tapi aneh juga kenapa dia tidak merasakan pedas sama seperti ku dan lagi tadi aku sempat mencicipi bakso miliknya dan rasanya tidak sama dengan milikku, apa jangan-jangan dia sengaja memesan yang super pedas untukku?"


Wajah Al berubah merah padam, menyadari jika Caca sudah mengerjainya habis-habisan.


"Om" panggil Caca lagi


Al kembali menuju motornya dan naik tanpa suara, "Kenapa sih om? pedas ya?" tanya Caca berpura pura tidak tahu apa-apa.


"Naik!" bentak Al tanpa menjawab pertanyaan Caca, gadis itu hanya tersenyum kecut, menggedikkan bahunya dan naik ke motor Al.

__ADS_1


Sepanjang jalan menuju rumah tak ada percakapan, hening dan diam. Caca turun dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Ca..ca...tolong," Al berjongkok di depan pintu kamarnya mengaduh kesakitan.


Caca yang mendengar panggilan Al, membuka pintu dan terkejut melihatnya berjongkok di depan pintu.


"Kamu kenapa Om?"


"Sakit, perut aku sakit," jawab Al yang masih mengaduh sambil terus memegangi perutnya.


"Sakit?" tanya Caca terkejut


"Iya, sakit banget Ca." Al memelas


"Ayo, aku bantu." Caca menutup pintu dan memapah Al menuju kamarnya, pria muda itu masih saja mengaduh kesakitan.


"Om buka bajunya,"


"Buka baju? kamu mau apa? jangan Aneh-aneh," ucap Al terkejut


Cekh! Caca berdecak kesal. "Om, aku mau balur ini di perut om, biar sakitnya berkurang," jawab Caca menunjukkan botol 'minyak gosok di tangannya.


"Awas kalau aneh-aneh!" ancam Al


Caca menaikkan baju Al dan mulai membalurkan minyak gosok ke perutnya.


"Cih, siapa juga yang mau, Om! sekarang itu aku dah nggak bucin lagi sama om, aku lagi jatuh cinta sama teman om yang bule.itu, mana ganteng, kaya, baik lagi, tipe aku banget tuh." jawab Caca ceplas ceplos.


"Apa maksudmu, James?"

__ADS_1


"Kak James masih single kan?" tanya Caca tanpa rasa takut, tangannya masih aktif membalur perut Al dengan minyak gosok di tangannya.


"Tidak boleh, kau tidak boleh mendekati James atau pun cowok lain, ingat status mu!" ucap Al tersulut emosi, dia cemburu dengan James, bisa-bisanya istrinya memuji cowok lain di depannya, dan dengan gamblang bilang menyukai pria itu.


""Aku ingat kok, tapi kan nggak ada salahnya om, jika aku suka sama James, om juga belom pasti putus dengan si nenek sihir."


"Nenek sihir?" ulang Al dengan mata menyipit, dia kaget dengan julukan Caca pada mantan ke kasihnya itu.


"Iya, dandanan nya kan udah kayak nenek sihir. Om tuh rabun kali waktu kenalan, bisanya suka sama yang model begituan." ejek Caca


"Lantas menurutmu aku pantes nya sama siapa? kamu?" ejek Al.


"Dulu sih iya, tapi nggak deh, aku sukanya sama yang bule, " Jawab Caca santai,


Al sudah tidak bisa mengkondisikan hatinya ,dia marah, kesal, dan cemburu, istri nya terus memuji pria lain di depannya, bahkan dia tahu betul seperti apa pria yang di sukai Caca.


"Aku tidak mengijinkannya, dan aku tidak akan pernah melepas mu untuknya!"


"Ka..kamu mau apa Om!" Caca tersudut, Al terus mendesak tubuhnya, hingga dia mundur dan hampir terjatuh, untung saja Al dengan sigap menangkap pinggangnya.


"Aku bisa melakukan apapun, jadi jangan coba-coba memancing amarahku, atau kau akan menyesalinya." bisik Al tepat di depan wajahnya, jarak yang begitu dekat membuat Caca bisa merasakan aroma mint dari mulut Al,


"A..aku.." Caca bingung mau bicara apa


"Kembalilah ke kamarmu, sebelum aku berubah pikiran, dan kau akan menyesal." ucap Al dingin dan ketus.


Caca langsung berlari Setelah Al melepaskan pelukannya, dia berlari menuju kamarnya, dan bersandar di belakang pintu, "Sial aku hanya ingin membuat om Al cemburu, tapi kenapa reaksinya Seperti itu, menakutkan!" ucap Caca bergidik ngeri.


Di dalam kamarnya Al juga terdiam dan merenung, 'Mengapa aku begitu kesal, dasar bocah, apa coba yang menarik darinya hingga aku jatuh cinta padanya, dan sedihnya justru dia tidak menganggap diriku ada, malah memuji pria lain,"

__ADS_1


__ADS_2