
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam loh kalian, sudah pulang." jawab mama Caca, Ratna.
"Iya Ma," jawab Caca ketus.
"Cha.." tegur Ratna tak suka dengan sikap anaknya yang tidak sopan menurutnya.
"Al, silahkan istirahat. Mama tahu kamu pasti capek," ucap Ratna pada sang menantu.
"Cha, buatkan minuman untuk suamimu"
"Tidak usah Ma, Al mau keatas aja, oh ya nanti sore kami akan kembali ke rumah. Karena besok Al ada meeting penting."
Chaca langsung menatap tajam, namun Al terlihat santai, dia berjalan menuju lantai atas dimana kamar istrinya berada.
"Cha, nggak boleh gitu ih, kamu kenapa sih?" tanya Ratna
"Aku, aku sebel aja, mas Al kok sudah pulang, padahal aku masih mau main sama Ririn." Chaca berbohong.
"Hei, nggak boleh gitu, kamunitu udah punya suami. Suami pulang bukannya di sambut, Sana susul suami mu."
"Iya, Ma." Caca bangkit menuju kamarnya.
Al tidak ada, namun terdengar suara gemericik air di kamar mandi, Caca tersemyum.
'Hahahaha rencana ku berhasil, Ririn mang hebat, ternyata dia benar, Al cemberut. Dan aktingnya Rafa juga keren, aku akan berterima kasih pada mereka berdua nanti.'
Flash back kemaren.
Ririn mengajak Caca ketemu, mereka membahas cara membuat Al melupakan kekasihnya dan jatuh cinta pada caca. Pertama mereka akan ke salon, Ririen akan merubah penampilan sahabatnya itu, seperti seorang model.
"Pertama yang harus kamu lakukan adalah merubah model rambut, memoles wajah mu dengan make up dan terakhir n gaya pakaian mu." ucapnya penuh semangat
"Maksudmu aku harus berpakaian seperti itu?" tunjuk Caca pada seseorang yang baru saja lewat di depan mereka
"Yups, kamu benar. Karena misi kita adalah merebut perhatian suamimu, kau harus cantik, modis dan trendy."
"Tapi aku malu."
__ADS_1
"Aku akan membantumu, ayo!"
Lima jam Caca menjalani perawatan, selama ini dia juga rajin perawatan tali tidak selengkap ini, kemudian Ririen meminta mereka merubah gaya rambut dan memoles wajah Caca.
"Gimana penampilan barumu, kamu suka?" tanya Ririn
"Lumayan, keren." jawab Caca
"Sekarang kita belanja, buang semua celana jeans dan kaos oblong milikmu, ganti dengan dress dan juga semua sepatu kets itu harus kamu ganti dengan heelss."
Mereka pergi berbelanja, tak sulit bagi Caca mengeluarkan dana untuk membeli semuanya karena orangtuanya kaya raya.
Setelah semuanya lengkap mereka singgah untuk makan di kafe yang juga ada di mall tersebut.
"Tugas terakhir kamu harus punya pacar."
"Pacar?"
"Iya, buat suamimu cemburu."
"Tapi siapa, aku nggak mau bermain api, gimana jika nanti dia beneran suka ma aku? aku takut Rin.."
"Tali benarkan cuma.bohongan."
"Iy, tenang aja"
Flash back of.
Mendengar tak ada lagi suara gemericik air, Caca berpura-pura fokus pada layar ponselnya, dia baru saja mengirim pesan pada Ririn.
"Mana pakaianku?" tanya Al bertelanjang dada.
"Cari aja di situ," Caca menunjuk lemari pakaian nya.
"Ambilin,"
"Maaf ya Om,.aku lagi sibuk. Om bisa ambil sendiri." lagi dia membantah.
Al berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya sendiri, walau kesal namun dia meredamnya, tidak baik bertengkar di rumah mertua.
__ADS_1
"Bereskan paiakai minta kita pulang sekarang."
"Aku maunya besok."
"Tidak bisa, aku tidak punya banyak waktu dan berhentilah mendebat ku Cha."
"Tapi om!" Caca bungkam karena Al menatapnya tajam, bagaimana pun dia gemetar di dalam hatinya.
"Stop panggil aku Om!"
"Aku ini suami mu, panggil aku mas."
"Aku tidak mau, suami kontrak juga, udah deh Om nggak usah lebay gitu."
"Lebay? apa maksudmu, kau mengatakan aku lebay? kau tidak sadar dengan siapa kau bicara?"
"Om yang kenapa? kemaren kita biasa aja tuh, om nggak protes, sekarang kenapa jadi heboh sih, ingat ya om sendiri yang bilang aku bebas, dan aku boleh punya pacar."
"Aku tidak mengijinkan nya"
"Jangan egois Om!" suara caca sedikit meninggi
"Kita selesaikan di rumah," ucap Al akhirnya
"Aku tidak mau pulang, aku mau kita cerai."
"Pulang denganku atau aku akan meminta hak ku sekarang juga." ancam Al
"A.. apa maksud mu.." Caca berjalan mundur begitu juga Al yang terus berjalan maju.
Seringai nakal tampak menghiasi wajah tampan Al."Kau pasti tahu, putuskan kau.pilih yang mana?" tanya Al yang sudah berdiri di depan istrinya.
"Kita pulang!" jawab Caca cepat
"Pintar!"
Al berjalan keluar kamar, "Aku tunggu di bawah."
Caca mengusap dadanya, jantungnya berdetak sangat cepat. Dia tak pernah sedekat ini sebelumya, ada rasa takut, tapi juga bahagia, aaa mas Al, aku pasti akan mendapatkan mu."
__ADS_1