Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Aku akan mengikuti maumu


__ADS_3

Kalau pacaran nggak boleh gini?" Al menarik pinggang Caca, "Nggak boleh Ini!" dia mendaratkan bibirnya dan kembali mereka berciuman.


"Apa kau paham?" ucap Al melepaskan bibirnya, nafasnya memburu, wajahnya memerah sayu, jelas sekali jika dia sedang menahan sesuatu.


"Muka om kenapa? Om sakit?" tanya nya lagi


"Iya," jawab Al


"Sakit apa? dimana yang sakit?" tanya Caca panik.


"Disini?" ucap Al menarik tangan Caca dan membawa ke bagian bawah tubuhnya, daerah sensitif yang sangat berbahaya.


"Au...." Caca langsung saja menarik tangan nya, dia bisa merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana, benda yang tidak pernah dia lihat apalagi menyentuh nya.


"Dasar suami mesum," ucap Caca malu, dia memukuli Al dengan kedua tangannya, Caca sungguh kesal karena Al mengerjai nya.


Al menangkan tangan Caca, menghentikan pukulan nya yang terasa lumayan.


"Aku nggak mesum sayang, aku mengatakan yang sebenarnya," ucap Al membela diri.


"Dan asal kau tahu, ini hal lumrah ca, aku pria normal, dan kamu adalah istriku, jadi kita halal mau ngelakuin apa aja,"


"Tapi aku nggak bisa mas?"


"Aku juga nggak bisa menahan diriku Ca ,ditambah pakaian kamu itu, siapapun yang melihat pasti akan berpikiran liar, sama seperti ku."


"Maaf," ucap Caca menunduk, gadis itu merasa bersalah, dia sadar apa yang dia lakukan salah.


"Kita lanjut ya, apa kamu nggak kasihan sama mas!"


"Enggak," Caca menutup tubuhnya dengan menyilang kan kedua tangannya di depan dada.


Gilang tidak kehabisan akal, dia kembali menyatukan bibir mereka, membuai sang istri agar pasrah dan akhirnya mereka melanjutkan ke tahap yang paling indah,"


Benar dugaannya, sang istri pun ikut terbuai, kembali mereka memadu kasih, saat Al hendak membuka tank top yang di pakai Caca, gadis tersadar dan menahannya


"Maaf om, aku nggak bisa?"

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Al sedikit menggeram, bisa-bisanya Caca menolak disaat dia sudah berada di puncak hasrat, napasnya memburu menahan gairah sekaligus kesal.


"Aku...aku tidak bisa!" jawab Caca bingung, dengan wajah tersemyum paksa serta takut


"Apa?"


'Dia bilang nggak bisa disaat aku sudah begini! Sialan betul anak ini,' maki Al


Pikiran negatif langsung menghampiri dirinya yang memang sudah tak mampu berpikiran jernih. "Apa karena kau tidak mencintai ku?" Caca menggeleng,


"Atau karena aku tidak setampan James?" Caca mengangguk namun selanjutnya dia menggeleng, "Kamu tampan Om," ucapnya cengengesan menunjukkkan deretan gigi putihnya, semakin membuat Al tak bisa menahan diri, istrinya sangat menggemaskan dan ingin dia eksekusi sekarang juga.


"Lalu apa lagi!," geram Al dan ingin kembali menyerang Caca, dia mendaratkan bibirnya di leher sang istri dan membuta tanda disana.


"Om...om tolong hentikan, A..aku beneran nggak bisa, lagi libur Om " ucap Caca cepat takut Al tak bisa di kendalikan.


Benar saja, Al langsung mengangkat wajahnya dan menatap wajah gadis yang sudah membuat dia jungkir balik sejak tadi,


"Libur?" ulang Al dengan mata menyipit tak percaya. "Iya" Caca mengangguk,


"Ya bagus donk, jadi kita bisa santai dan aku janji aku akan lembut Ca, kamu tidak udah takut, karena ini juga yang pertama buatku, kamu tidak akan kesakitan, sayang."


"Aku lagi kedatangan tamu bulanan ku Om," sahut Caca,


Duar! habis sudah ternyata penolakan gadis itu karena dia sedang datang bulan, lemas sudah, Al menunduk, dan memejamkan matanya, "Sialan" makinya dalam hati. "Bagaimana lagi aku harus menidurkan nya, haruskan aku ...argh... menyebalkan!!!!'


"Argh....."tiba tiba Al berteriak dan mendaratkan kepalanya di cerik leher sang istri, setelah itu dia bangku dan duduk di samping tempat tidur.


"Tunggu!" Al kembali menyipitkan matanya


''kamu nggak lagi bohongin aku kan Ca?" tanya Al penuh selidik


"Ya enggak lah, kalau om nggak percaya, om bisa lihat buktinya nanti di kamar mandi,ayo!" ucap Caca bersemangat.


Al bergidik ngeri, membayanginya saja dia udah ogah.


"Enggak usah om percaya, tapi ingat Minggu depan aku akan menagih nya Va, dan kamu harus siap, tidak ada lagi alasan dan penolakan "

__ADS_1


Caca diam dan bengong, rasanya sulit mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh , deg.... benar aku hanya bisa menahannya satu Minggu ini setelah itu, bagaimana?'


"Kok bengong, kamu memang lagi bohong kan?"


"Super, aku nggak bohong Om"ucapnya dengan wajah dibuat semanis mungkin.


"Kamu kenapa Om?" tanya Caca melihat Al kembali menggeram,wajahnya merah dan menatap Caca seolah ingin menerkamnya.


"Jadi aku harus gimana sayang?" tanya Al lirih,


"Maaf," ucap Caca tersemyum. Al semakin manyun. Pria itu berjalan menuju kamar mandi.


"Maafin aku om," ucap caca pelan, Setelah Al pergi. Caca tertawa, 'Radaain,


emang enak" gumannya.


Caca segera kembali ke kamarnya, mengganti pakaian anehnya itu.


"tau bakal kayak gini, ogah aku mengikuti ucapan Riri, dah macam apa aku ini, mana tadi aku hampir kecolongan,


Sebenarnya aku juga suka, nggak yangka kayak gitu rasanya, Om Al I love you,


Tapi maafin Caca, aku masih belum sepenuhnya yakin, ya walau aku cinta tapi aku mau lihat perjuangan mu dikit lagi,maaf ya Om ganteng ku, jika udah wlatunya Caca pasti mau, Caca juga pengen, heheheheh" gumannya pelan sambil cekikikan.


Al sudah keluar dengan tubuh segar, dia tersenyum tipis mengingat kelakuan nya tadi, 'nggak nyangka aku bisa juga senekad itu, Oh my God, tapi Caca luarbiasa, aku hampir gila dibuatnya.' batin Al


'Aku nggak percaya, tapi aku akan mengikuti kemauannya.


Ok, jika dia minta kami berpacaran aku turuti, dasar bocah, aku akan mengajaknya jalan-jalan tapi bukan ke mall, tunggu aja Cha, aku akan membalas mu, hahahaha' Al pun segera bersiap.


****


Hai...hai semuanya, maaf ya jika selama ini mamie kabur, karena banyak hal maka cerita ini mamie tinggal sementara waktu 🙏🙏🙏.


Tapi mamie kembali, dan akan menyelesaikan nya, mamie akan up tiap setiap hari, insya Allah.


Oh ya cerita ini akan semakin sering up, jika kamu juga kencengin like dan vote, makasih.

__ADS_1


Salam hangat


Mamie


__ADS_2