
Al duduk bersandar di sofa, mengusap bibirnya perlahan, rasa itu masih ada, manis dan membuatnya candu.
'Al...dia itu istri mu, mengapa kau tidak melanjutkan nya? gas, Al dan gadis itu pasti akan menurut.' bisik setan di hati Al
'Jangan Al, perlakukan dia dengan lemah lembut, dia istrimu, dan ini pengalaman pertama baginya dan kamu, sebaiknya kamu melakukannya dengan hati dan perasaan, berikan dia kenyamanan, jangan membuatnya takut,' bisik sisi baik hatinya.
Al semakin bingung, dia dilema, antara hasrat yang tak kunjung padam atau rasa cinta, dia ingin Caca merasa nyaman dan dia juga menginginkannya,
"Argh....aku bisa gila!!!" teriak Al sendiri.
Mendengar teriakan Al, Caca pun bangkit dari tempat tidur, dia mengintip. Apa yang dilakukan suaminya.
"Hehehe," Caca tertawa pelan, dia tahu apa yang dirasakan suaminya, dengan sok polosnya Caca kembali bertingkah.Dia berjalan keluar dan duduk di hadapan Al.
"Mas, lapar" rengek Caca manja.
"Lapar?" ulang Al terlihat bodoh, gadis itu mengangguk. Al bangkit dari kursinya menuju dapur. Membuka kulkas namun tak menemukan apapun. Kosong...
Al kembali ke depan. "Kamu mau makan apa?" tanya Al
"Bakso" jawab Caca
__ADS_1
"Bakso? apa tidak ada makan lain?" tanya Al terlihat marah.
"Tadi tanya mau makan apa, Sekarang marah? gimana sih!" cebik Caca manja
"Ya bukan gitu, emangnya nggak ada makanan lain apa? yang sehat dan bergizi, bakso itu mengandung lemak,"
"Aku beli sendiri aja," Caca bangkit hendak pergi meninggalkan Al, nun segera di cegah oleh pria itu.
"Mau kemana?"
"Beli bakso."
"Beneran!" jawab Caca dengan mata berbinar.
"Iya, cepat sebelum aku berubah pikiran.* ucap Al ketus.
"Yes, makasih mas,"
Cup... Caca mencium pipi Al, kemudian gadis itu berlari menuju kamar dan segera mengganti pakaiannya.
Al lagi-lagi terdiam dengan ulah Caca itu, gadis yang aneh bin ajaib. Dalam sekejap saja moodnya bisa berubah.
__ADS_1
"Ayo om!" seru Caca bersorak riang, gadis itu kembali ke wujud asalnya, jeans panjang dan kaos oblong pavorite nya. Kembali terlihat tomboy, namun justru Al suka dengan penampilannya itu. Al hanya menatap Caca tanpa menjawab apalagi bergerak. Diam mematung menatap wajah cantik alami di depannya itu.
"Om, ayo!" tanpa sadar Caca menarik tangan Al untuk mengikutinya.
Bukannya berjalan, Al justru menarik tangan buah Caca, hingga tubuh mungil itu membentur dada bidangnya.
Caca berlonjak kaget, dia mendelik. "Mas!"
"Kamu cantik, aku suka dengan penampilan mu ini,"
Cup..Al mendaratkan bibirnya di pipi mulus Caca, gadis itu melotot, dia kaget, jangan ditanya jantungnya berdebar sangat kencang.
Al berjalan lebih dulu sambil tersenyum, dia tahu pasti Caca terkejut, terpesona dan jatuh cinta, hehehe ... Al sudah senang bukan kepayang.
Caca berlari menyusul sambil mencubit pinggang Al, "Kamu ya Om, sukanya nyosor sembarangan, awas ya!" ancam gadis itu.
Duar, hancur sudah harapan Al, padahal dia berharap Caca terpesona, jatuh cinta lalu klepek-klepek.
Melihat wajah bengong Al, Caca Tertawa di dalam hati, ' rasain Lo om, emang segitu mudahnya menaklukkan seorang Caca, sorry gue emang terpesona tapi gue juga bukan kucing kecil manja yang baru diberi ikan teri aja dah nempel, gue kucing anggora mahal om, harusnya on bawa daging atau apalah buat ngerayu. hehehe'
Al segera mengikuti langkah istri kecilnya, mereka berdua akan pergi makan bakso sesuai kemauan Caca.
__ADS_1