Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Bakso


__ADS_3

"kamu mau kita beli bakso di mana?" tanya Al yang melajukan motornya dan Caca duduk di belakang nya. Al sengaja tidak menggunakan mobil mengingat perjalanan mereka tidaklah jauh.


"Dekat kok, terus aja dulu Om, ntar di depan belok kiri, nah disebelah kanannya ada tukang bakso yang enak banget." ucap Caca penuh semangat.


Al pun mengikuti apa yang diucapkan oleh istrinya, dia melajukan motornya pelan menuju ujung jalan yang disebutkan Caca. tiba di ujung jalan Al berbelok,. Al sedikit terkejut melihat warung bakso yang dimaksud Caca.


Hanya ada seorang tukang bakso dengan gerobak dorong yang mangkal disana, bukan warung bakso atau cafe yang menjual bakso dengan rumah atau ruko.


Namun dari yang dia lihat bakso mereka jual laris Manis banyak orang yang mengantri untuk membelinya, "kamu yakin disini Cha?" tanya Al dengan wajah datar nya.


"Iya di sini Om, udah ayo turun Om" Caca pun turun namun Al masih tetap diam duduk manis di atas motornya.


"Apa Om enggak pernah makan makanan seperti ini? ini enak banget Om, aku sering makan di sini."


Al memperhatikan sekitar memang benar tempatnya lumayan bersih namun makan di pinggir jalan, Al belum pernah melakukannya. Al tipe orang yang pilih-pilih dan selalu memperhatikan kebersihan sebelum dia memutuskan untuk ikut makan atau tidak.


Melihat Al diam saja, Caca meninggalkan nya, gadis itu memilih duduk di salah satu bangku yang tersedia, masa bodoh dengan Al. Mau ikut ok, nggak mau ya udah. No problem yang penting perutnya kenyang.


Caca sudah duduk di salah satu kursi yang tersedia disana, tangannya memegang mangkok bakso yang berisi penuh.


Al menatap takjub gadis itu, biasanya para gadis justru yang sangat pemilih, apalagi dia tahu Caca bukankah gadis biasa, dia keturunan konglomerat, namun gadis ini justru berbeda dengan gadis lain.


Mau tak mau Al juga turun dan duduk di depan Caca, berdempetan dengan pembeli lainnya. Dia masih diam dan terus memperhatikan istri kecilnya itu.


"Om beneran nggak mau?" tanya Caca sambil menyuapkan kuah bakso ke dalam mulutnya. Al menggeleng.


"Ya udah, aku makan deh, padahal enak banget loh, " ucap Caca lagi kemudian dia menyantap bakso di depannya tanpa malu-malu.


Al terus memperhatikan Caca, gadis itu begitu lahap, muncul rasa penasaran seenak apa bakso yang di makan Caca.

__ADS_1


Al juga ingin mencicipi nya, namun gengsi Al lebih tinggi dan mengalahkan rasa penasarannya itu.


Caca kembali melihatnya, wajahnya memerah mungkin efek kepedasan. "Beneran nggak mau?" tanya Caca lagi


"Emang enak?" akhirnya Al tak bisa menutupi rasa penasarannya, Caca tersemyum di dalam hatinya. "Mau?" Caca menyodorkan miliknya, Al pun mencobanya, lumayan enak untuk kelas pedagang kaki lima. batinnya.


"Gimana Om?" tanya Caca


"Boleh,"


"Aku pesanin yang besar ya, pedas nggak?"


"Biasa aja."


"Ok,"


"Bang," panggil Caca pada kang bakso."


"Bakso mercon satu," ucap Caca tersemyum lebar.


"Apa tadi namanya ca?" tanya Al takut salah pendengaran, emangnya ada nama bakso aneh gitu batinnya.


"Bakso mercon? enak Om, pedas gimana gitu. pokoknya di jamin enak, maknyos" jelas gadis itu dengan mengacungkan jempolnya.


"Ini baksonya mbak." kang bakso membawakan se porsi bakso mercon untuk Al, Al menatap ragu, warna nya kemerahan, tidak seperti punya Caca.


"Kok beda?" tanya Al


"Ini bakso mercon mas, kamu kan suka pedas, cobain deh pasti nanti ketagihan."

__ADS_1


Al mulai memotong bakso besar tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut,


duar!


'Rasa apa ini, kenapa pedas sekali?'


"Enak kan Om? mau aku suapin, biar kelihatan mesra gitu, kayak orang pacaran."


"Tidak," jawab Al dengan wajah datarnya


"Lagi dia memasukkan satu potong bakso ke dalam mulutnya, luarbiasa pedasnya, Al menyambar gelas di depan Caca dan meminum nya hingga habis,


"Loh kenapa mas"? tanya gadis itu pura-pura bingung.


"Pedas!" jawab Al


"Tadi katanya mau yang pedas? itu belum seberapa ada juga yang lebih pedas? mau?"


"Kamu ingin membunuhku ya?"


"Enggak! lagian Om, mana ada yang mati gara-gara kepedesan makan bakso, sudah sini buat aku aja,sayang kan?"


"Enggak?" ucap Al melarangnya, tangannya memegang mangkuk bakso miliknya sebelum diambil oleh Caca,


."Sayang Om?"


"Enggak nanti perut kamu sakit, aku juga yang repot, sudah ayo pulang," ucap Al.


"Bang ini uangnya," Al menyerahkan selembar uang merah kepada kang bakso dan menarik tangan Caca,

__ADS_1


"Kembaliannya mas?"


"Buat kamu aja!" jawab Al, berjalan lurus dan terus menarik istri nya pulang. Caca cemberut namun tak berani melarang.


__ADS_2