Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Menutup aurat


__ADS_3

"kamu Kok kayak gini sih dandanannya?" tanya Al dengan wajah datar


"Kenapa Mas? cantik bukan?"


"Cantik sih cantik, tapi Mas nggak suka. Mas lebih suka kalau lihat kamu itu seperti biasanya."


"Oh jadi kamu mau bilang kalau aku ini nggak cantik, iya?"


"Nggak gitu sayang,"


"Enggak gimana, tuh tadi bilang apa?"


"Maksudnya kamu itu udah cantik jadi enggak perlu dandan kayak gini lagi"


"Ih ini keren loh mas,"


"Iya, tapi Mas nggak suka cewek menor, Mas lebih suka kamu dandan yang biasa aja, apa adanya."


"Enggak mau," sewot Caca


"Ya udah nggak jadi pergi." jawab Al dengan tenang.


"Mas, kok nyebelin sih," geram Caca bahkan gadis itu menghentakkan kakinya.


"Buruan Ca, jadi enggak."


"Kali ini aja ya mas, aku mau yang kayak gini, Boleh ya Mas, ya..." rayunya lagi.

__ADS_1


"Tidak."


"Kenapa sih, apa karena aku mengingatkan mantan mas, aku juga mau kayak model-model itu, cantik dan seksi."


"Jangan bandingkan dengan dengan dia, kamu tuh beda."


Caca tampak semakin kesal, "beda apanya mas? mas mau bilang cantikan dia? iya?" omel Caca dengan tatapan tajam penuh emosi.


Al tersenyum, "Kamu lagi Cemburu? manis banget!" goda Al


"Ih, mas Al nggak lucu ah!" gadis itu membuang muka.


"Caca sayang dengar ya, kamu dan dia beda, kamu lebih istimewa, kamu lebih baik, kamu udah cantik alami, jadi enggak usah di dandani menor lagi, kamu yang terbaik dan terseksi."


"Kamu enggak bohong kan mas?"


"Udah sekarang buruan ganti baju, cepetan, ntar makanannya habis lagi." bujuk Al


"Enggak ada tapi-tapian, atau nggak usah pergi!"


Caca masih cemberut, Al menyeringai, "Ca, lebih baik kita lanjutkan misi rahasia kita." ucapnya tersenyum jahil


"Hah, apa Mas?" tanya Caca terkejut


" Iya kita lanjutkan misi rahasia kita yang belum selesai, kalau yang ini mas yakin kamu pasti setuju."


"Ngawur kamu mas, enggak mau!" bantahnya

__ADS_1


"Kenapa kan asyik, kalau mas sih senang-senang aja, ayo." ucap Al menarik tangan Caca mengajaknya kembali ke kamar,


"Ok mas aku ganti, tunggu sebentar." ucap Caca, secepatnya dia berlari menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.


Al tersenyum puas kemudian terkekeh, 'Akhirnya bida juga membuat istri kecilnya menurut, untung aku teringat cara itu, jika tidak dia pasti tak mau, huh dasar Caca,'


"Enak aja dia mau berpakaian seksi aku tidak Sudi, aku akan membuatnya mengikuti jejak mama dan mika yang menutup auratnya dan hanya aku yang bisa melihat kecantikan nya.' ucap Al lagi di dalam hati.


Di dalam kamar, Caca bersungut sambil memilih pakaian di dalam lemari.


Kemudian dia mengambil Jeans dan kemeja lengan panjang, Caca mengomel sambil mengganti pakaiannya "sekali-sekaliseperti ini aja, nggak boleh. Padahal aku cantik kan pakai baju ini, seksi lagi!" ucapnya di depan kaca.


Caca kembali memperhatikannya dandanannya "Enggak menor kok, ih mas Al mengada-ngada." ucapnya Lalu melihat dirinya di dalam cermin sambil berputar-putar.


Tak lama pakaiannya berganti, dan dia menghapus make up tebalnya menggantinya dengan make up Flawless yang tipis dan lip gloss berwarna pink muda.


"Cantik, apapun itu kau tetap cantik Ca," pujinya pada dirinya sendiri.


Kemudian dia turun dan menemui sang suami yang sudah menunggu, Al tersenyum melihat istrinya, kemudiannya dia menggandeng tangan Caca berjalan keluar untuk mencari makanan yang dia inginkan.


"Mas.."


"Hem.."


"Kok kamu diam aja,"


Al menoleh sekilas lalu kembali menatap jalanan, "Kenapa?"

__ADS_1


"Enggak sih, tapi apa aku enggak lucu kayak gini." tanya gadis itu


"Justru kamu semakin cantik sayang, Apalagi jika kamu mau menutup aurat mu," lanjutnya yang membuat Caca terdiam.


__ADS_2