Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Menyesal


__ADS_3

Al mengemudikan mobilnya dengan perasaan kesal, bahkan beberapa kali dia memukul stir mobil meluapkan kekesalannya pada Chelsea.


Siapa gadis itu? berani sekali dia menghina ku, dan menamparku! Dari wajahnya dia masih sangat muda, mungkin seusia dengan Brian. Tapi kelakuannya benar benar...


Keterlaluan


Al memegang pipinya yang di tampar Chelsea, tidak terasa sakit tapi sakit di hatinya begitu dalam dan membekas. Dan terus melaju hingga tiba di kantor Jonathan.


"Siang Jo." Ucapnya melalui ponselnya.


"Hai, ada apa? Galau lagi gara-gara Cintya?" terdengar kekehan dan ejekan diseberang.


"Aku ada di halaman parkir kantor mu, apa kau ada di dalam?"


"Oh ya, kenapa nggak langsung masuk aja. Aku ada di ruangan ku..Ok, aku tunggu." jawab Jo.


Al mematikan ponselnya dan turun dari mobil. Berjalan cepat memasuki kantor Jo. Seseorang sudah menunggunya dan mengantarkannya menuju ruangan Jonathan.


"Duduk Al, bentar ya." Jonathan menutup berkas dihadapannya dan beranjak menuju sofa menemui sang sahabat. Dia juga meminta sekretarisnya untuk membuatkan Al kopi.


"Ada apa Al, kenapa wajahmu kusut begitu?"


"Tidak ada, aku hanya kesal. Kemaren secara tidak sengaja aku bertemu kembali dengan gadis kecil itu. Dan..'


"Dan kau jatuh cinta padanya?" potong Jonatan sambil terkekeh


"Tidak dan tidak akan pernah." bantah Al cepat


"Kukira ada berita menarik apa!" ejek Jo lagi.


"Aku mau minta tolong, cari tahu siapa gadis itu!"


"Untuk apa? jangan bilang kamu tertarik padanya?"


"Tidak, aku hanya ingin tahu siapa dia, aku selalu sial saat bertemu dia dan tadi, dia ..." Al berhenti, tidak mungkin aku mengatakan jika dia menamparku tadi, bisa jadi bulan-bulanan Jo,.aku nanti.


"Aku hanya merasa, dia seperti membuntutiku, aku selalu bertemu dengannya, dan aku rasa ini bukan hal yang kebetulan, aku curiga dia sengaja.. makanya aku ingin tahu siapa gadis kecil itu!"


"Ok, aku bantu. Siapa tahu dia jodoh mu. By the way, Siapa namanya?" Jo bertanya dengan penuh semangat.


"Namanya! aku tidak tahu?"


"What!!!" Jo terkejut. "Ada photonya atau apa?" tanya Jo lagi. Al menggeleng lemah. Jo tertawa lebar. "Terus gimana aku mau nyuruh anak buah ku mencari tahu siapa dia! sedangkan sedikit jejak pun tidak ada." Jo terus tertawa


"Sudahlah Al, secantik apa gadis itu hingga kamu segitu tertariknya! aku jadi penasaran."


"Biasa saja. Aku bukan tertarik, tapi aku ingin membalas perbuatannya. Sudahlah percuma aku kesini, bukannya dapat solusi justru kamu membuatku makin pusing."


"Santai bro. Gimana hubunganmu dengan bokap?" tanya Jo tiba-tiba.

__ADS_1


Al langsung menatap sengit, dia paling benci seseorang membahas hubungannya dengan sang papa.


"Kapan lagi kamu minta maaf! kasihan Om Zein, Al."


"Papa sudah membuang ku Jo!" suara Al terdengar meninggi.


"Apa kamu lupa, apa yang membuatnya melakukan itu? apa kamu sudah minta maaf?" tanya Jo lagi.


Al menarik napas dalam dan membuangnya berat. Sesungguhnya dia merasa sakit dan menyesal tapi ada rasa gengsi dan ego yang membuatnya masih enggan meminta maaf pada papanya.


"Kamu tidak tahu apa apa. Bagaimana rasanya dibuang dan..."


"Lalu bagaimana perasaan Om Zein? apa kamu pernah berpikir bagaimana dia harus menanggung malu, kau mempermalukannya di depan banyak orang, dan akibat keegoisan mu, kau juga menghancurkan hidup Mikayla."


"Kau ikut menyalahkan ku?" bentak Al


"Aku bicara fakta, apa kau tahu bagaimana Mikayla menjalani hari-hari diawal pernikahannya. Suaminya memiliki pacar, dan tidak memperdulikannya, dia juga harus mendapat perlakukan kurang baik, suaminya kesal, marah dan menyalahkannya. Apa kau pernah memikirkan itu!" lanjut Jo.


"Dengar Al, aku tidak memiliki tujuan apapun, aku mengatakan ini agar kau sadar, jangan sampai kau terjerumus terlalu jauh. Ingat keluarga adalah sebaik-baik tempat untuk pulang."


Al membenarkan semua ucapan Jo, benar dia bersalah dan dia menyebabkan adik kesayangannya menikah diusianya yang masih sangat muda dengan pria yang dia saja tidak mengenalnya. Al tidak bisa membayangkan bagaimana kesulitan yang di hadapi Mikayla karena dirinya.


"Aku balik Jo" ucap Al selanjutnya.


"Al, malam nanti jangan lupa untuk datang ke ulangtahun adikku, Jeny."


"Aku tidak janji, "


...****************...


Di dalam apartemennya Al terus memikirkan ucapan sahabatnya. Benar semua yang dikatakan Jo, karena keegoisan dan cintanya, banyak orang yang terluka, banyak yang di korbankan dan menanggung malu.


Aku harus menemui papa dan minta maaf, walau papa tidak mau memaafkan ku, setidaknya aku sudah berusaha.


Memang kesalahan ku sangat besar dan sulit untuk di maafkan.


Waktu terus berlanjut, dan Al belum juga bisa memejamkan matanya, dia pun bangkit daripada suntuk sendiri lebih baik aku datang ke pesta ulangtahun adiknya Jonathan. Al bersiap-siap, setelah itu dia berangkat dengan mobilnya.


Ditempat lain Chelsea juga sedang bersiap siap, dia akan menghadiri acara ulang tahun sahabatnya.


Gadis itu memakai dress berwarna navy, kontras dengan kulit putihnya. Rambutnya dia ikat dengan make up tipis yang membuatnya semakin kelihatan cantik. "Sempurna, you are sexy" ucapnya pada dirinya sendiri.


"Ma, Caca pergi dulu ya." Chelsea turun dan berpamitan dengan mamanya.


"Kamu mau kemana Ca?" Ratna menatap penampilan putrinya yang tidak biasa.


"Jeni ulang tahun Ma, dan Caca diundang. Sekalian ketemu dengan teman teman Caca yang lain."


"Dimana pestanya?" Ratna masih mengintrogasi putrinya dengan berbagai pertanyaan.

__ADS_1


"Di hotel Delice, milik keluarganya." jawab Caca.


"Kamu pergi dengan siapa? dan ingat jangan pulang terlalu malam. Atau perlu diantar supir?"


"Siip Ma, aku bareng Ririn, bentar lagi dia juga sampai."


"Malam Tante," terdengar suara dari arah luar.


"Tuh Ririn dan jemput, aku pergi dulu ya Ma, assalamualaikum." Caca mencium pipi Ratna sebelum pergi.


"Kami pergi dulu, Tan." Ririn juga ikut berpamitan. Setelah itu keduanya berangkat, Ririn membawa sendiri mobilnya.


"Kamu cantik banget," pujinya pada Caca


"Biasa aja."


"Eh, Denis juga diundang lho. Kayaknya mereka jadian deh. Masih ingatkan sama tuh cowok." Ririn mulai bercerita.


"Ingatlah." jawab Caca kesal.


"Eh, Tadi aku ketemu dengan Om Gi, dan aku udah dapat kembali kado yang aku siapin untuk kak Rasya. Akhirnya... tapi tau nggak, aku juga sempat membalasnya tadi." cerita Caca penuh semangat.


"Maksudnya?"


"Iya, tadi aku menampar nya!" tutur Caca berapi api.


"Berani banget Lo. Dia balas nggak? atau dia apain kamu gitu!"


"Nggak ada, aku langsung kabur sebelum dia membalas ku." jawab Caca bangga. Ririn menggelengkan kepalanya melihat sikap absurd sahabatnya.


"Dah sampai, yuk turun!" ajak Ririn. Kedua gadis itu turun dan melangkah memasuki hotel.


Jeny adalah anak pemilik hotel Delice, dan saat ini dia merayakan.ulangtahunnya dengan begitu meriah disana. Kemewahan sudah terlihat sejak memasuki loby hotel. Kedua gadis cantik ini langsung masuk dan di sambut hangat oleh Jeny.


Mereka pun bergabung dengan temannya yang lain, saling cerita dan berbagi kisah.


Tampak seseorang terus memperhatikan Chelsea sejak dia pertama kali masuk. Dia duduk menyendiri dan terus memperhatikan gerak gerik gadis cantik dan sexy itu.


Namanya Randi, dia adalah salah seorang teman Chelsea saat SMA. Dia begitu menyukai gadis ini, sayang cintanya di tolak mentah-mentah oleh Chelsea. Gadis itu tidak menyukainya, dan terakhir kali justru Chelsea menamparnya saat dia ingin mencium gadis itu secara paksa. Randi adalah cowok terpopuler disekolah, semua cewek cantik sudah pernah dia pacari, hanya Chelsea gadis yang tidak bisa dia dapatkan, dan itu membuat dia penasaran hingga berbuntut tamparan yang dia terima.


Tanpa dia sadari tangannya terulur mengusap pipinya sendiri. Teringat akan tamparan Chelsea saat itu.


Malam ini aku akan mendapatkan mu Chelsea, kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan yang kamu lakukan padaku, balasan yang tidak akan kamu lupakan seumur hidupmu, ucapnya dalam hati dan tersemyum licik.


Randi memanggil pelayan meminta segelas jus dan menyesapnya pelan, sambil terus menatap Chelsea. Seringai jahat menghiasai wajahnya.


Apa yang mau dilakukan Randi ke Caca?


jangan lupa ada hadiah untuk lima orang dengan poin terbanyak hingga 25 Desember.

__ADS_1


Good luck


__ADS_2