
selesai makan, Al dan Caca pun bergegas keluar dari sana, Lelah memang rasanya apalagi tadi mereka sempat menikmati permainan yang lumayan ekstrim disana.
"Ca, kamu capek nggak?"
"Enggak!" jawab Caca yang kini berjalan di samping Al karena pria itu menggandeng tangannya.
"Jadi nonton?"
"Ya jadilah Om, kenapa?" tanya gadis itu tak suka, wajah cerianya seketika berubah mendung.
"Kok Om lagi!" ucap Al namun tidak di tanggapi oleh Caca. Gadis itu terus saja berjalan.
"Jadi nonton nggak?" ulang Al, Caca menolah dengan tatapan tajam, "Niat nggak sih Om, ngajak nontonnya? kalau emang nggak bisa ya ngomong dari awal aku bisa kok pergi nonton sendiri,"
"loh kok jadi ngambek! kan bener, aku tanya kita jadi nonton atau enggak?" habisnya sejak tadi kamu tuh diem aja, aku pikir Kamu kecapean,"
"Ya enggaklah, masa gitu aja capek. Om kali yang udah capek?" ledeknya
"enggak, ya udah kita nonton, kamu sukanya film apa? romantis, horor atau komedi."
"Komedi," sahut gadis kecil itu.
"Komedi,"
"Iya, kenapa? kok ekspresi nya gitu. Om nggak suka ya?" tanya Caca manyun, dia memajukan bibirnya, yang lagi lagi membuat Al menjadi gemes.
"Om sukanya film action, tapi ya udah kalau kamu sukanya komedi, kita nonton itu aja."
"Asyiiik," Caca bersorak girang, tanpa dia sadari tangannya menggandeng mesra tangan sang suami. Mereka berjalan menuju bioskop.
"Om beli tiket, kamu yang beli popcorn, gimana?"
"Ok!" sahut gadis itu, Al berjalan dan mengantri membeli tiket, Caca sendiri berjalan menuju tempat membeli makanan.
__ADS_1
Satu buah popcorn ukuran jumbo dan dua gelas minuman, sudah beralih ke tangan Caca. Dia berjalan kembali ke posisinya semula.
"Chelsea..." terdekat namanya di panggil. Caca menoleh,
"Chelsea..." lagi seseorangdang memanggil namanya."
Caca berbalik, seorang pria muda mendekat, dan teras lebar. "Lo Chelsea kan?" ulangnya lagi
"Iya, Lo..... " Caca tampak berpikir keras, "Lo Galih" ucapnya kemudian keduanya tertawa.
"Iya, gue galih, masak Lo lupa sih, gue kan teman SMP Lo dulu, btw Lo Pa kabar, makin cantik aja,"
"Gue baik, kok. Alhamdulillah,"
"Lo mau nonton? bareng aja yuk!" ucap Galih,
"Maaf, tapi Caca sama saya." sahut Al yang sudah ada di belakangnya istrinya.
"Maaf, kami permisi dulu," Al menarik tangan Caca sebelum gadis itu menjawab pertanyaan Galih.
"Bentar donk, kak!" galih yang tidak mau menyerah mengejar.
"Apa kamu panggil saya! kakak! saya bukan kakak kamu!" ucap Al ketus
"Dan satu lagi jangan ganggu istri saya." seteleh bicara Al menarik tangan Caca dan berlalu.
"Mas, kamu kenapa?"
"Enak ya, itu pacar kamu?"
"Enggak,"
Caca berhenti berjalan Al jadi ikut berhenti, "Kamu cemburu?
__ADS_1
"Enggak!"
"Terus itu wajah kenapa?"
"Jadi nonton nggak?" tanya Al kesal,
"Om, itu tadi teman SMP aku, namanya galih, dan-"
"Bukan urusanku!" sahut Al
"Kok marah?"
"Siapa yang marah"
"Om lah, masak aku, Jangan marah ya, Ya Om!" Caca mencubit pipi Al dengan satu tangannya."
"Apaan sih! Awas!!!" Al yang merasa malu menepis tangan istrinya.
"Tuh kan beneran ngambek!" ucapnya lagi.
"Aku nggak ngambek Ca," tegas Al
"Tuh kok marah!"
"Terserah, kamu mau nonton atau apa, aku mau pulang." akhir nya Al memutuskan pulang, capek dan kesal dengan sikap Caca.
"Om, tunggu." Caca mengejar Al yang terus saja berjalan.
"Auw....aduh!" gadis itu mengaduh kesakitan, Al yang mendengarnya berbalik dan mendapatkan Caca terduduk dan sambil mengusap kakinya, minuman dan makanan jatuh berserakan di sekitarnya.
Al membuang napas kuat, dia mendesah. Dan berbalik, tanpa bicara Al menggendong Caca dan membawanya keluar.
"Om-" Caca bungkam melihat sorot mata Al yang menatapnya tajam.
__ADS_1