Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
Al yang manis


__ADS_3

Al punya ide untuk menjahili Caca. Pria itu mendekat dan mendaratkan bibirnya di leher sang istri, bibir basahnya menempel dan bersiap menghisap leher jenjang Caca, sontak gadis itu terkejut dan bangun. Bahkan dia reflek mendorong Al serta menendangnya dengan sangat kuat hingga Al terjengkang ke belakang.


'Auw...aduh" teriak Al mengaduh kesakitan. Dia mengusap kasar pantatnya yang mencium lantai.


"Lo mau bunuh gue? emangnya lo dah siap jadi janda?" protes Al


"Habisnya Om kurang ajar, Om ambil kesempatan dalam kesempitan." tegas Caca dengan wajah galaknya.


"Om mau ngapain tadi?" lagi gadis itu menatap sengit, dia menunjukkan wajah Al disertai tatapan tajam.


"Nggak ada, Om cuma mau membangunkan mu." jawab Al terlihat santai.


"Jangan bohong!" seru gadis itu memojokkan nya.


Al menyeringai nakal, "Benar kamu mau tau apa yang akan om lakukan?" tanya Al dengan tatapan menggoda. Pria itu dengan sengaja membasahi bibirnya dengan lidahnya dan terus menatap Caca.


"Om mau apa?" bentak Caca, dia beringsut mundur karena Al terus melangkah maju.


"Om mau mengulangi yang tadi, bukankah kamu tadi bertanya, saya mau ngapain? sini biar saya ulangi." jawab Al dan terus mendekat.


Alarm di kepala Caca berbunyi, di tahu apa yang akan di lakukan suaminya, walaupun dia mencintai Al, tapi Caca mau mereka melakukannya atas dasar suka sama suka bukan cuma karena nafsu.


Gadis itu menggeleng dan Al terkekeh pelan, namun semakin menakutkan bagi Caca.


Refleks dia menutup lehernya dengan kedua tangannya.


"Aku tahu tadi kau berpura-pura tidur, Iya kan?" tanya Al yang masih terus berjalan mendekat. Kini dia sudah berada di atas ranjang, Caca menggeleng,


"Apa benar kau tidak tahu apa yang mau aku lakukan?" lagi gadis itu menggeleng.


"Baik, Karena kau tidak mau mengaku biar aku ulangi, aku yakin kau akan menikmatinya."


Setelah bicara Al menarik pinggang Caca, dengan sekali hentakan gadis itu kini sudah berpindah ke pangkuannya, bahkan Al susah memeluknya erat sebelum Caca sempat berontak.

__ADS_1


Lagi Al menyeringai, kemudian dia menunduk dan menatap leher jenjang Caca yang kini menjadi tempat tujuannya.


Lagi Caca menggeleng dan dia pun menunduk, "Maaf, " ucapnya lirih


"Benar aku sudah bangun sejak tadi dan aku.." gadis itu semakin menunduk, dia merasa malu Al memergoki dirinya.


"Aku apa? kau merasa nyaman di pelukan ku?" tanya Al


"Iya," ucap Caca pelan. dia semakin menunduk malu. Al menarik kepalanya dan membenamkan nya di dada bidangnya. Hati Al merasa senang mendengar ucapan Caca.


Gadis itu nyaman di pelukannya.


"Ca.."


"Hem" jawab gadis itu yang masih betah di pelukan Al.


"Maafkan aku." ucap Al lembut


"Maafkan akan sikap ku kemaren, aku khilaf." ucapnya lagi dengan penuh rasa bersalah.


"Tidak mau, kenapa?"


"Om selalu begitu, kalau marah menakutkan, aku takut Om"


"Iya Om minta maaf, makanya kamu jangan buat Om marah. Om janji nggak akan bersikap gitu lagi" ucap Al kembali bernada lembut.


"Tapi kamu juga harus janji, kamu nggak akan bertingkah seperti itu lagi dan jangan pernah pakai pakaian seperti itu lagi, om tidak suka."


"Tapi kenapa Caca nggak boleh, oranglain juga boleh, bahkan pacar om juga seperti itu, "


"Itu beda Ca,"


"Beda dimananya coba?"

__ADS_1


Caca bangkit dari pelukan Al dan menatap nya tak suka. Jelas dia kan ingin tampil cantik seperti Cintya.


Al menarik nafas dalam dan membuangnya kasar, susah memang menjelaskannya kepada gadis kecil ini, ego Caca yang tinggi dan sikapnya yang kekanakan membuat Al harus bersabar dan memilah kata yang tepat untuk menjelaskannya, jika salah bicara sedikit saja semuanya akan berabe.


"Kamu itu istri aku Ca,"


"terus, mbak Cintya itu pacar om jadi om lebih suka jika mbak-"


Cup.. Al menempel Kan bibirnya untuk membungkam bibir Caca yang terus saja mengomel. Tak hanya menempel pria itu juga ******* dan mengigit kecil bibir Caca.


Gadis itu terkejut dan matanya membola, tangannya refleks memukul dada Al tak suka.


"Om!" protes Caca keras


"Dengarkan om baik-baik, kamu itu istri Om, jadi yang boleh melihat tubuhmu hanya Om, bukan oranglain.


Apa tujuanmu memakai pakaian ini? cuma mau dibilang seksi bukan?" tanya Al pelan. Caca mengangguk


"Itu hanya sebuah pengakuan ca, yang ada justru para pria diluaran sana akan menatap mu dengan tatapan lapar dan bisa saja mereka justru memaksa mu untuk...


Sudahlah lupakan, yang pasti mulai saat ini kau tidak boleh lagi menggunakan pakaian seperti ini, atau kau akan tahu akibatnya."


Al mengusap lembut rambut Caca, "Jadilah gadis cantik dan penurut,"


Setelah itu Al beranjak berdiri dan keluar dari kamar, dia menuju dapur mengambil minuman dingin untuk mendinginkan hati dan pikiran yang sejak tadi memaksanya untuk berbuat lebih pada istri kecilnya.


Sekuat tenaga Al melawan hasrat yang membuatnya hampir gila, pakaian seksi Caca dan tubuhnya yang menempel di tubuh Al aroma wangi tubuh Caca membuatnya hampir gila, bahkan dia tadi sampai kelepasan mencium bibir mungil istrinya yang sangat menggoda.


"Akh...aku bisa gila bila terus di dekat anak itu."


Setelah kepergian Al, Caca terdiam. Gadis itu sama berdebarnya dengan Al. Bahkan Caca lebih gila, dia pikir Al akan kembali melanjutkan yang tadi, Caca penasaran seperti apa rasanya.


Ciuman Al masih terasa manis, dan Caca tanpa sadar mengusap bibirnya. Dia merasa bahagia..

__ADS_1


"Mas Al...aaaaa.. i love you!" ucap Caca bahagia


__ADS_2