
"Maafkan aku sayang"
"No problem, tapi sampai kapan Al?"
Cintya mengambil minuman di dalam kulkas dan membawanya ke depan, kini dia dan Al duduk bersama.
" Minum Al!"
Al terkejut, melihat dia gelas minuman beralkohol tersaji didepannya. Dan anehnya Cintya seperti nya biasa saja.
"Kenapa?" tanya Cintya setelah dia melihat perubahan mimik wajah Al.
"Kamu sering minum ini?" tanya Al balik. Al tak menyangka dengan perubahan Cintya.
"Al, kita ini di luar negeri, bukan di Indonesia dan minuman seperti ini juga hal biasa disini. Nggak usah kaget gitu." cebik Cintya sambil tertawa kecil.
"Tapi cin,"
"Shuuut, aku kangen banget ma kamu dan malam ini aku ingin menghabiskannya bersama mu." gadis itu naik kepangkuan Al dengan gaya menggoda, membuat jiwa kelelakiannya tergoda. Namun Al masih mampu menguasai dirinya.
"Cintya!" bentak Al ak percaya.
"Kenapa Al kok kamu kaget? apa aku kurang seksi? apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi, atau ..."
"Kamu gila, kamu mabuk ya!" Al masih coba bertahan
"Aku nggak mabuk Al, aku sadar. Aku hanya bertanya apa aku tidak seseksi istrimu? aku bisa membuatmu puas Al, aku jamin." kini Cintya tak hanya duduk di pangkuan Al. tangannya sudah mulai beraksi meraba dada, wajah dan tubuh Al.
__ADS_1
"Kamu gila?" maki Al sejujurnya tubuhnya juga merespon Al meremang merasakan sesuatu yang aneh.
"Ya aku gila setelah mendengar pernikahan mu, kau tega Al, kau jahat!" bentak Cintya tiba tiba.
"Tapi aku bisa jelasin semuanya, aku memang menikahinya tapi aku tidak pernah menyentuh nya, aku menjaga diriku hanya untukmu"
"Hahahaha.." Cintya tertawa
"Kau menjaga dirimu, mana mungkin kau tahan Al, kalian sudah menikah, tidur bersama dalam kamar dan ranjang yang smaa, bulshiit jika kamu tidak tergoda dan menyentuh nya."
"Aku berani sumpah, aku hanya mencintai mu" tegas Al
"Siapa percaya? buktikan jika kau mencintaiku." setelah itu Cintya menyerang Al, dia mencium bibir Al dengan ganas. Keduanya larut dalam kehangatan, saling cecap dan ***** hingga tanpa sadar pakaian merek telah terlepas, menyisakan celana panjang Al dan pakaian dalam Cintya.
"Malam ini aku milik mu Al," bisik Cintya manis.
*Al, kenapa berhenti?" tanya Cintya dengan wajah kecewa.
"Maaf tak seharusnya kita melanjutkan ini, ini salah, aku salah maafkan aku." Al bangkit dan memakai kembali pakaiannya.
"But, I want you!"
"Sorry, aku nggak bisa."
Plak... sebuah tamparan mendarat di pipi Al. "Kau menghina ku? kau anggap aku apa? Pelacur?'
"Aku mencintaimu, maka aku menjagamu, kita tidak sepantasnya melakukan itu sebelum kau resmi menjadi istriku " Al memeluk Cintya
__ADS_1
Gadis itu meronta, "Aku malu, kau pasti menganggap ku wanita murahan."
"Tidak, kamu tetap satu-satunya gadis yang aku cintai." bisik Al
Cintya mengangguk, dia pun memakai kembali pakaiannya dan mereka tidur saling berpelukan.
Didalam hatinya Cintya menggeram kesal, Al yang terlalu kolot tak pernah mau bercinta dengannya. padahal dia sangat bergairah malam ini.
Diliriknya Al yang sudah tampak tertidur pulas, Cintya perlahan bangkit berjalan menuju pintu dan keluar. Dan masuk ke kamar disebelahnya.
"Sayang" sambut seorang pria.
Pria tua itu menyambutnya, mereka langsung berciuman, panas dan ganas. Pria itu mengunci pintu dan menyambut hangat kedatangan gadisnya. Mereka melanjutkan aksinya hingga akhirnya menyatukan diri dalam keindahan malam yang panjang.
"Kenapa kamu kesini?" tanya pria itu setelah penyatuan berakhir.
"Aku lagi pengen, aku rindu si marco"
"Hehehe,, kau bisa mendapatkan nya dari anak muda bodoh itu."
"Tapi dia payah, lagipula tidak ada yang lebih hebat dari mu." goda Cintya.
Tak banyak bicara keduanya kembali mengulang pergulatan mereka, larut dalam pergulatan panas dan menggairahkan. Tanpa wanita itu sadari Al ikut bangun dan mengikutinya. Al berdiri di depan pintu, seperti orang bodoh sedangkan di dalam Cintya mereguk manisnya surga dunia bersama kekasihnya,
Jujur pikiran Al berkecamuk, sudah lebih sepuluh menit dan Cintya tidak ada tanda tanda mau keluar dari sana.
Al segera menghubungi seseorang dan memintanya mencari tahu siapa pemilik kamar 123 dan apa hubungannya dengan Cintya. Setelah itu dia pergi dari sana, Al kembali ke kamar hotelnya.
__ADS_1