Mengejar Cinta Om Jutek

Mengejar Cinta Om Jutek
enak?


__ADS_3

"Mas, aku mau makan itu?" tunjuk Caca pada pedagang sate Padang yang memang lagi mangkal di sudut jalan, tepatnya di persimpangan.


"Ya udah ayo." ucap Al santai, mereka berdua jalan menuju sang penjual yang tengah melayani pembeli yang lumayan banyak, sehingga Al dan Caca harus antri.


kini tibalah giliran merek, "Bang mau sate, dua ya!" ucap Caca


"Makan disini, atau bungkus neng?" tanya si pedagang


"Bungkus aja deh bang?" ucap Caca lagi


Al menoleh dengan tatapan penuh tanya, 'Bukankah tadi katanya dia mau makan disini kenapa sekarang jadi berubah pikiran?" ucap Al dalam hati.


"Sayang nggak jadi makan disini?" tanya Al yang tak bisa menutupi rasa penasaran nya.


"Enggak deh mas, tuh lihat nggak ada tempat duduk." sahut Caca santai


Al memperhatikan sekeliling, memang benar tidak ada tempat kosong dia pun terdiam, Setelah membayar dan mendapatkan satenya Caca mengajak Al berjalan.


"Ca, mau kemana?" tanya Al karena Caca berjalan lurus kedepan.


"Mas, kita makannya disana ya?" tunjuk Caca pada sebuah bangku yang terdapat di taman, kebetulan bangkunya berada di bawah tiang lampu.


"Ehm, apa nggak sebaiknya makan dirumah aja,"


"Aku ingin makan sambil menikmati indahnya malam mas, tapi disana tadi penuh mas," sahut Caca


"Mau ya, bentar aja kok mas," bujuknya lagi.


"Ok," jawab Al, senyum bahagia muncul di wajah cantik Caca dan dia dengan senang hati menarik tangan Al dan berjalan kearah bangku tersebut.


Caca membuka bungkusan satenya dan mulai memakannya dengan sangat lahap.

__ADS_1


"Enak?" tanya Al penasaran dengan cara makan istrinya yang begitu lahap.


"Hooh, enak banget mas." sahut Caca kembali memasukkan satu tusuk sate ke dalam mulutnya.


"Mas nggak mau?" tanya Caca mengangkat kepala nya dan menatap sang suami yang asyik menonton dirinya yang sedang makan.


"Kamu masih mau? kalau iya makan aja," Al menyodorkan bungkus satenya.


"Enggak ah, tapi mas kok nggak makan? mau aku suapin? aaaa..." ucap Caca menyodorkan satu tusuk sate ke depan Al.


"Ayo mas buka mulutnya," ucapnya lagi


" Tapi Ca,"


"Ini enak Loh, cobain deh."


Al membuka mulutnya dan satu tusuk sate mendarat di lidahnya, Al mulai mengunyahnya. "Enak," ucapnya pelan.


"Duh kenyang nya," ucap Caca mengusap perutnya


"Kita balik!"


"Tapi aku nggak kuat jalan mas! gendong.." ucapnya manja


"Gendong kamu? berat ah!" sahut Al.


"Ih, mas Al nggak romantis," ucap gadis itu merengut


"Ayo ca kita balik." ucap Al lagi


"Nggak mau!"

__ADS_1


Al pasrah, dia menarik nafas dan membuangnya beberapa kali untuk menurunkan amarahnya harus ekstra bersabar menghadapi gadis kecil di depannya ini cacah selalu membuat emosinya naik turun seperti roller coaster.


"Ya udah ayo," ucap Al yang kemudian berjongkok di depan Caca.


Gadis itu tersenyum girang dan segera naik ke punggung sang suami, kemudian dia memeluk Al dan merebahkan kepalanya di bahu suaminya.


Caca sangat bahagia, menurutnya ini adalah momen terindah sepanjang hidupnya bersama dengan Al.


"Mas..."


"Hem.."


"Aku ngantuk,''


"Ya sudah tidur!"


"Tapi nanti kamu nggak buang Al kan mas?"


"Buang? apa maksudnya?"


"Mas nggak akan membuang ku karena tidur kan?Aku pernah baca dimana gitu, sepasang suami istri, saat itu mereka pulang bersama dan sang istri tertidur di kereta suaminya turun dan pulang tanpa menghiraukan istrinya."


"Jadi gimana?"


"Apanya?" ketus Caca nggak nyambung


"Ya ceritamu itu, gimana kelanjutannya nya.'


"Yah gitu deh, tapi kamu enggak gitu kan mas?"


"Menurutmu?".

__ADS_1


Caca tak menjawab dia malah merebahkan kepalanya dan memejamkan mata, perut kenyang membuatnya mengantuk dan ingin tidur.


__ADS_2