
Caca menyembunyikan wajahnya di dada sang suami, jangan ditanya bagaimana jantungnya saat ini, dia begitu gugup dan berdebar. Posisi mereka yang begitu intim dan sikap super Hero yang Al tunjukkan benar-benar membuat Caca klepek-klepek.
Gadis itu begitu terhanyut dalam perasaan bahagia.
"Kamu bisa duduk kan?' tanya Al yang hampir sampai di parkiran.
"Bi...bisa" sahut Caca
"Bagus, sekarang ayo kita pulang."
"Tapi Om, gimana dengan nontonnya? nggak jadi?" tanya Caca kecewa
Lagi-lagi Caca menguji kesabaran Al, dalam kondisi seperti ini dia masih saja memikirkan nonton, apa aku nggak salah dengar?'
"Nanti setelah kamu sembuh kita bisa nonton lagi,"
"Tuh kan! gagal," Caca mencebik kesal
"Bukan gagal Ca, tapi ditunda, habisnya kamu sih, bisa-bisanya jatuh, kayak anak kecil," omel Al
"Ini kan gara-gara om juga." sahut Caca
"Kok jadi nyalahin aku?"
__ADS_1
"Iyalah, coba aja Om nggak ngambek, nggak cemburu, pasti kita udah nonton berdua, dan-"
"Naik!" ucap Al memotong kalimat Caca berikutnya, kalau diladeni mungkin sampai besok pagi mereka berdua belum juga pulang, karena Caca yang memang betah berdebat.
Caca naik dan membungkam rapat mulutnya. Takut akan kemarahan Al, sorot matanya yang tajam sudah membuat nyalinya ciut.
Al melajukan motornya pelan, Caca tanpa sungkan memeluk tubuh Al dari belakang dan menyandarkan kepalanya, hal itu seketika membuat kekesalan dan kemarahan di hati Al mencair.
"Bisa jalan kan?" tanya Al pada Caca. Saat ini mereka telah tiba di rumah, dan Al serta Caca baru turun dari motor nya.
'Nggak peka banget, udah tahu istrinya sakit bukannya di gendong, eh malah disuruh jalan,' omel Caca
"Mas dengar Ca,"
Bukan Al namanya kalau nggak buat Caca kesal, pria itu membalas dengan berjalan cuek masuk ke dalam rumah, Caca hanya bisa mengomel di dalam hatinya, 'ih...dasar Om-om nyebelin, aku sumpahin kamu jatuh cinta tujuh turunan ma aku,'
"Dosa nyumpahin suami!"
"Eh, mana ada!" jawab Caca tergagap, bisa-bisanya Al mendengar isi hati nya.
"Kok diam aja, ayo masuk? atau kamu mau tidur di luar," ucap Al lagi
Caca mendengus kesal, dan coba melangkah baru dua langkah dia sudah menjerit kesakitan,
__ADS_1
Auw...aduh..." ucapnya sedikit teriak, sebelah matanya mengintip Al yang berjalan di depannya.
Al menoleh ke belakang dan melihat Caca berjongkok mengusap kakinya, dan dia berbalik lalu berjongkok dan menggendong istrinya, lagi Caca merasa bahagia.
"Auw...sakit, ' jerit Caca saat Al menarik kakinya, kelihatannya menyakitkan dan kakinya memerah, tapi Al terus saja mengurutnya,
"Om... sa..sakit," ucap Caca berteriak.
"Sudah," ucapnya lalu berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Caca sendirian.
"Nggak nyangka sakit banget," ucap Caca mengusap ulang kakinya yang memerah.
Gadis itu menurunkan kakinya dan coba berjalan, ternyata benar terasa lebih baik dari yang sebelumnya, baru dia melangkah dua langkah, Caca tersemyum licik dan mengangguk. Gadis itu kembali duduk dan bersandar. Dia asyik memainkan ponselnya.
Satu jam sudah Al berada di kamarnya, namun Caca belum juga menampakkan diri, pria tampan itu keluar kamar untuk melihatnya, ada apa lagi dengan istri kecilnya itu.
Caca tertidur di sofa, mungkin karena lelah menunggu Al yang tak kunjung datang menjemput, padahal kan dia lagi mode manja.
Al lagi lagi geleng kepala melihatnya, dia mendekat dan duduk di samping Caca yang tertidur pulas, seulas senyum manis terbit di sudut bibir seksinya menambah wajah tampan sang suami jika Caca melihatnya, Al tersemyum mengingat perjalanan mereka hari ini.
Niat hati mengerjai istrinya dengan membawanya ke TMII adalah salah, justru dirinya yang dibuat lelah oleh Caca, Al pikir Caca akan marah, merajuk dan tak mau lagi diajak kencan tapi terbalik Al lah yang merasa kapok membawanya kesana.
Al bangkit dan kembali menggendong Caca lalu meletakkan nya diatas tempat tidur. Lama di pandangi nya wajah cantik dan seksi itu, tanpa sadar dia mencium kening Lala, setelah menyelimutinya. Tak cukup sekali pria itu kembali mendaratkan bibirnya di kening Lala untuk yang kedua dan ketiga kalinya, lalu beranjak pergi, namun langkah nya terhenti karena Caca menahan tangannya. Al terkejut, dan menoleh.
__ADS_1