
"Om, are you Ok!"
"Yes," jawab Al cemberut
"Ok, kirain..."
"Kirain apa!" jawab Al malas namun dia juga penasaran, sungguh gadis kecil ini membuatnya merasa jungkir balik
"Kirain om lupa, kan dah tua."
"Kamu ngataian daya tua! Mata kamu rabun ya! atau kamu yang udah amnesia! cowok ganteng gini dibilang tua."
"Iya ganteng, tapi tetap aja kan om lebih tau dari aku, jauh malah!" sambung Caca tak perduli.
Pesanan Caca datang, dan dia pun mulai menyantap nya. "Yakin Om nggak mau pesan? ini enak loh!!!" dia menawari Al
"Nanti kami jebak saya lagi."
"Jebak! kapan?"
"Cih, pura-pura lupa, waktu itu kamu sengaja pesan bakso apa itu namanya, yang pedasnya minta ampun."
"Hahahaha, oh itu namanya bakso mercon om, dan memang rasanya gitu, Om sih pedes dikit aja takut, Nih cobain!" Caca menyodorkan cuilan ayam dengan sambal ke depan mulut Al, awalnya dia hanya melihatnya kemudian dia membuka mulutnya dan hup makanan tersebut sukses mendaratkan di lidah, lumayan pedas namun tak se pedas sebelumnya.
"Gimana Om, enakkan?"
"Lumayan!"
"Bilang enak aja susah banget, ya udah aku pesenin lagi ya!"
"Enggak usah, kita kongsi aja, bukankah anak seusia kamu tuh sukanya gitu ya!'
"Maksudnya?"
"Alay, makan sepiring berdua biar romantis, padahal sebenarnya ngirit," ejek Al
"Kok Om bilang gitu? nggak ya, lagian aku kan belum pernah pacaran, mana aku tau! jangan asal deh om!' sewot Caca
__ADS_1
"Om nggak asal, ini real!"
"Om tau darimana?"
"Google!'
"Hahahaha,, Caca mentertawakan Al, "Ini nih, yang masa remajanya nggak bahagia, emang dulu om nggak pernah pacaran juga?"
"Siapa bilang, pernah lah!"
"Sama nenek sihir?" tanya Caca sambil menyuapkan kentang goreng ke mulutnya, Al mengangguk, "Pantas!'
"Kenapa?" tanya Al penasaran, bocah ini selalu memiliki bahan untuk memperdaya dirinya, dan dia harus hati-hati.
"Om ketipu kan? tuh nenek sihir cuma manfaatin om kan?" ucap Caca keceplosan
"Apa!" tanya Al dengan wajah merah, dia marah, dia tidak suka ada yang mengungkit masalah pribadinya. "Darimana kamu tahu? kamu memata-mataiku?"
"Enggak, om sakit om, lepas!" ringis Caca, beberapa orang tampak menolah dan berbisik, Al tersadar dan melepaskan tangannya.
"Aku hanya asal bicara Om, tapi nih ya, kakaknya temen aku tuh juga model dan dia kenal dengan tuh si nenek sihir, dan dia pernah cerita kalau tuh nenek sihir pacaran dengan produsernya."
"Jadi selama ini Lo tau!" Caca mengangguk, "Tapi aku takut Om nggak percaya ma aku, malah julidin aku lagi."
"Maafin aku," Al tertunduk, tapi jujur ini semua bukan karena Cintya, tapi aku memang sudah bisa menerima pernikahan ini, ternyata enak juga nikah sama bocil."
"Hah! enak apanya?"
"Ya iyalah, aku jadi ikutan muda, ya kayak gini, kencan ala ABG,"
"Oh jadi ini kencan?" ulang Caca
"Jadi! kalau bukan kencan apa?"
"Oh kirain...
Om, aku emang masih muda tapi aku juga bukan bocil, aku juga tau gimana kencan yang romantis, kayak di drakor-drakor gitu, ngasih bunga, makan malam mewah, dan_"
__ADS_1
Kamu mau yang seperti itu?"
"Enggak, "
"Lah itu tadi bilangnya!"
"Om sih motong pembicaraan aku, aku tuh lebih suka perhatian Om, yang berbau pribadi boleh lah, mobil pribadi, apartemen,"
"Sama aja!" potong Al jengah
"Beda donk Om,"
"Ca, mungkin ini bukan tempat yang pas, dan waktu yang tepat, tapi jujur aku ingin kita memulainya dari awal lagi Ca." ucap Al menggenggam tangan Caca
Jujur gadis itu panas dingin, di perlakukan semanis ini oleh Al, jantungnya berdebar kencang dan dia bingung mau bicara apa, Al mengeratkan genggamannya menunggu jawaban,
"Permisi, mbak mas..."
Keduanya menoleh, " pelayan datang membawa dia gelas lemon tea, Caca menarik tangannya, Al tertunduk malu.
'Syukurnya ada pelayan,' batin Caca
"Kok nggak di jawab? aku butuh kepastian Ca!" lanjut Al
'Aku kira dia lupa, dan masalahnya cukup sampai sini, nggak taunya di lanjut, hadeh aku harus jawab apa!'
"Om, kita lanjut nanti aja ya, disini rame."
Al mendesah pasrah, dia pun mengambil lemon tea miliknya dan meminumnya, tenggorokan nya terasa sangat kering.
"Habis ini kita nonton yuk mas!"
Al terkejut, "Kamu tadi manggil aku apa?"
"Mas!" jawab Caca malu-malu
'Yes!!!!' sorak Al di dalam hatinya
__ADS_1
"Nggak boleh ya!"
"Boleh, aku suka!" jawab Al tersemyum lebar