Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Persiapan honeymoon


__ADS_3

...Selamat membaca...


Hari ini adalah Satu Minggu untuk umur pernikahan Amera dan devan, seperti yang dikatakan Devan waktu itu.


Kalo dia akan mengajak amera honeymoon ke swiss tapi Amera menolak karena menurutnya itu terlalu jauh dan membuang uang saja.


Jadinya mereka memutuskan honeymoon di Bali saja, mereka honeymoon dibali selama satu Minggu karena Amera dan Dev hanya cuti satu Minggu dari kegiatan mereka.


Saat ini Amera sedang menyiapkan pakaiannya dan Dev kedalam koper, karena besok mereka akan langsung berangkat kebali.


"Mas menurut mas baju mas sudah cukup untuk dibawah kebali? apa gak terlalu sedikit?" Tanya Mera.


"Sudah cukup ko Ra, gak usah juga terlalu banyak membawah pakaian nanti kan kita bisa beli disana" ujar Devan masih sibuk dengan hpnya.


"Itu pemborosan mas kalau kurang biar Amera tambah lagi" ujar Mera.


"Gak usah Ra, lagian kamu jangan lupa suamimu ini milyarder gak akan habis uangku hanya karena aku beli baju banyak" seru Devan.


"Terserah kamu aja mas Mera ikut aja" ujar Mera lalu mengancing resleting koper mereka.


"Beres tinggal dimasukan kebegasi mobil saja ini," ujar Mera lalu merebahkan diri di samping Devan sambil menatap suaminya itu.


" Ada apa? kenapa kamu memandangku begitu?"seru Devan.


"Gak apa-apa kenapa emangnya apa salah kalau aku melihat suamiku sendiri" ujar Mera.


Devan tidak membalas ucapan Amera dia masih pokus sama hpnya entah apa yang dilihatnya disana, tanpa Mera sadari dia tertidur diranjang dan itu tidak luput dari pandangan Devan.


Devan tersenyum melihat Amera tertidur seperti itu, namun dia harus meninggalkan Amera karena ada sedikit masalah di kator jadi dia harus pergi ke kantor sekarang.


Dibawah dilantai satu sekertaris Han sudah berada disana menunggu tuan bosnya, dia duduk sambil memainkan hpnya.


Tap... tap...tap.. (bunyi sepatu devan yang menuruni anak tangga.


Devan yang sudah menuruni anak tangga terkahir langsung mendekati sekertaris yang juga merupakan sahabat kecilnya, dia begitu kesal dan marah terhadap tuan Tono yang sudah dianggap sebagai papa nya itu tega korupsi di perusahaan dan menipu dia.


"Dimana tuan Tono sekarang?" tanya devan dengan nada dingin dan tegas.

__ADS_1


"Sudah ada di perusahaan tuan Dev dia disana bersama pegawai lain" ujar Han.


"Baiklah ayo kesana Sekarang" ujar Devan.


Devan dan Han langsung meninggalkan kediaman Devan, dan mobil yang mereka tumpangi kini menujuh perusahaan Devan Alexander.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, Devan terus berpikir apa penyebab tuan Tono Melakukan itu.


Dia tau tuan Tono adalah orang jujur selama bekerja di perusahaannya dia tidak perna melakukan kejahatan seperti ini.


15 menit kemudian mereka tiba di parkiran kantor, Devan dan Han langsung menujuh lantai 10 dimana ruangan Devan berada.


(Ruangan dengan Alexander).


Sudah berkumpul para petinggi di perusahaan terutama tuan Tono, dia menundukkan kepalanya tidak ingin bertemu pandang dengan Devan bossnya itu.


Devan menatap Tn.tono dengan tajam dan juga guratan kekecewaan itu, semua orang bisa melihat itu dari mata bos mereka.


Dimana bos yang terkenal dingin, jutek, kaku, dan tak berperasaan itu kini tampak sangat berbeda .


"Apa alasan anda melakukan kecurangan ini tuan Tono?? padahal kau adalah pegawai jujur selama 35 tahun kamu bekerja disini tidak perna kau berbuat curang begini pada perusahaan. Apa alasannya tuan Tono!!" tekan depan pada setiap kalimat.


"Apa yang kau lakukan tuan Tono bangun jangan begini! walaupun kau sudah melakukan hal yang begitu salah saya bisa memaklumi. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau sedang butuh uang,aku sudah menganggap kau seperti papaku sendiri karena apa karena tuan Tono selalu ada disamping papaku ketika susah" ujar Devan lirih.


"Saya tidak ingin menggangu anda tuan Dev, maaf karena sudah melakukan korupsi tapi tolong jangan pecat saya tuan dan jangan laporkan saya kasihani putri saya " ujar tuan tono.


Devan diam sejenak sambil memandang Tuan Tono, memang alasannya masuk akal dan dia memang tau putri Tn.Tono sakit tapi tidak tau sakit apa.


"Saya bisa mentolerir kesalahan anda tuan Tono tapi untuk membebaskan Anda dari jerat hukum saya tidak bisa, tapi saya janji saat anda menjalani hukuman anda saya akan mengurusi semua keperluan berobat putri anda karena saya sudah menganggap dia sebagai adik saya sendiri" ujar Devan.


Mendengar itu tuan Tono sangat terharu, dia malah menjadi lebih bersalah lagi sudah menghianati pria yang sudah menganggapnya sebagai papanya itu.


Setelah urusan semuanya selesai Devan memutuskan kembali kerumahnya, diperjalanan Devan iseng bertanya pada Han.


"Han apa kamu udah punya pacar?" tanya Devan.


Han seketika menatap tuannya dia bingung kenapa tuannya membahas masalah itu, dia jadi sangat malu jadinya.

__ADS_1


"Saya belum punya kekasih tuan Dev, anda kan tau sendiri saya sibuk mengurus perusahaan dan juga mengurus semua keperluan anda"ujar Han.


"Maafkan aku yang selalu membuatmu susah, kau sudah menikah aku juga ingin kau menikah. Carilah calon secepatnya takutnya kamu tidak bisa memproduksi ****** lagi " ujar Devan menggoda sahabat nya itu.


"Andai anda tau tuan Dev kalau saya sangat mencintai adikmu, tapi saya bisa apa sangat susah untuk menggapai nona Aiba" batin Han.


"Hei kok kamu malah diam aja, kamu merasa tersinggung ya dengan perkataan ku??" ujar Devan.


"Enggak tuan saya sudah biasa mendengar itu dari anda jadi saya tidak merasa seperti yang anda katakan, jadi anda tenang saja tuan Devan" ujar Han berusaha tersenyum.


Tanpa terasa mereka sudah sampai dirumah Devan, setelah mengantar Devan pulang Hanpun memutuskan pulang kerumahnya.


Dia hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban bisa menemukan wanita yang bisa membuatnya melupakan nona mudanya.


****


Jam menunjukkan pukul 12.00 wib Amera baru saja mencuci muka dan gosok gigi, dia berniat untuk makan siang.


Dia bingung sedari tadi mencari keberadaan suaminya yang tiba tiba menghilang.


Hingga dia mendengar bunyi pintu dibuka, Amera langsung keluar dari dalam kamar mandi.


"Mas Dev dari mana saja aku cariin lo dari tadi" ujar Amera.


"Dari kantor" ujar devan.


"Mas udah makan siang?" tanya Mera.


"Belum kamu sendiri sudah makan? " tanya Dev.


"Belum" ujar amera.


Lalu mereka memutuskan untuk makan bersama, karena ini sudah masuk jam makan


siang.


............

__ADS_1


...TBC....


Jangan lupa like dan komen ya agar arthor lebih semangat lagi buat part selanjutnya 😊


__ADS_2