
Dua minggu setelah membeli ruko kini butik Amera sudah jadi dan Hari ini rencananya akan diadakan peresmian butik atas nama Amera. Amera kini sedang bersiap untuk membuka tokonya secara resmi tapi sayangnya Devan tidak bisa ikut hadir karena dia ada meeting di new York jadi terpaksa Amera sendiri yang meresmikan toko butik miliknya itu.
Karena baru pembukaan harga baju di butiknya diskon hingga 40% dari harga normalnya, dan juga baju di butik Amera juga gak kalah bagus dari desainer yang terkenal.
Selain baju pengantin Amera juga menjual baju harian untuk wanita maupun pria, tidak hanya pakaian orang dewasa dia juga menjual pakaian anak-anak bahkan bayi dengan desain yang lucu pastinya.
"Selamat ya sayang impian kamu sudah terwujud dan kamu bisa membuka butik milik kamu sendiri" ujar Mama Devan bangga.
"Iya ma terimakasih, oh iya Amera sudah selesai mendesain baju untuk mama coba mama pakai dulu cocok gak sama mama"
ujar Amera.
Mama Devan langsung mencoba baju yang dirancang sendiri oleh menantu kesayangannya itu, dia tersenyum terus ketika mencoba itu membayangkan bagaimana menantunya itu membuat baju itu untuknya.
Setelah selesai memakai bajunya mama Devan langsung keluar, dan terlihat senyum bahagia di wajah Amera karena baju itu sangat cocok sama mama mertuanya itu.
"Wah...bajunya sangat cocok sama mama, ternyata apa yang Amera bayangankan memang benar ternyata itu sangat cocok sama mama" ujar Amera.
"Kok cuma mama mertua kamu saja yang dikasih! mama kok gak kamu kasih kamu pilih kasih sayang" ujar mama Amera yang niat awalnya hanya ingin menggoda putrinya saja dia sama sekali tidak cemburu kalau Amera membuatkan mamanya Devan baju sedangkan dia tidak.
"Aduh Amera hampir lupa, maaf ya ma Amera juga bikin untuk mama kok jadi tenang aja mama gak usah cemburu" ujar Amera tersenyum sambil memberikan bungkusan. Mama Amera menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Ada apa jeng kamu garuk-garuk kepala begitu? apa kepalamu gatal?" tanya mama Devan.
"Hehe...tidak jeng, sebenarnya mama gak cemburu sayang mama cuma ingin mencairkan suasana romantis kalian" ujar mama Amera lalu masuk keruang ganti.
Amera hanya garuk-garuk kepala mendengar penjelasan dari mamanya tadi, benar-benar aneh.
Setelah dirasa semuanya beres Amera memutuskan ke sekolah Rani, dia akan menjemput Rani karena sekarang sudah jam pulang sekolah.
Skip sekolah Rani.
"Sayang kamu sudah lama menunggu ibu?" tanya Amera. Ia semenjak 3 hari yang lalu Rani memutuskan untuk memanggil Amera ibu karena dia merasa nyaman bersama Amera dan dia tidak merasa kalau Amera jahat seperti kata mamanya dulu.
"Lumayan Bu tapi gak apa-apa Rara tadi nemenin Rani jadi gak sendirian" ujar Rani.
__ADS_1
"Terus Raranya mana sayang? tanya Amera pada Rani.
"Dia baru saja pulang setelah dijemput papanya tadi, udah bu ayo kita pulang Ranu sudah sangat lapar pengin makan masakan ibu" ujar Rani manja.
"Aduh manjanya putri ibu ayo naik mobil setelah itu kita pulang" ujar Amera. Lalu mereka langsung menaiki mobil dan mulai melajukan mobilnya pelan, Amera juga sekali-kali mengajak Rani ngobrol seputar sekolahnya hari ini.
Dia senang karena Rani sekolahnya baik dan tidak ada yang nakal kepada Rani, tidak terasa mereka kini sudah sampai di rumah mereka.
Amera turun lalu membuka pintu mobil untuk Rani lalu mereka bergandengan memasuki rumah mereka.
Amera menyuruh Rani naik kelantai 2 untuk berganti baju dan dia akan memasak makanan kesukaan Rani yaitu ayam kecap.Selama menunggu Rani Amera memutuskan merebus ayamnya dulu baru digoreng.
"Bu apa masakan ibu masih lama? "tanya Rani yang baru tiba di dapur.
"Sebentar lagi masak sayang,kamu duduk saja dimeja makan. Kamu bisa mengganjal perut kamu dengan buah-buahan dulu" ujar Amera. Rani pun menurut dia langsung memakan anggur yang ada disana, tidak lama kemudian ayam kecap ala Amera pun matang.
Amera langsung menghidangkannya dimeja makan, melihat ayam kecap Rani langsung mengembalikan sisa anggur yang baru saja dia pegang dan makan.
Amera tersenyum melihat Rani yang sudah tidak sabar memakan ayam kecap yang dia bikin, jadi Amera langsung mengambilkan nasi dan ayam kecap untuk Rani lalu menyodorkannya pada Rani. Rani dengan senang hati memakan makanan yang diberikan oleh Amera padanya.
Amera memejamkan matanya dalam sekejap tapi dia langsung terlelap dalam tidurnya.
****
Sorenya Amera bolak-balik kamar mandi karena merasa mual dan pusing, dia tidak tau apa yang terjadi padanya.
"Ada apa denganku ini" lirih Amera sambil bersandar di ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.
Tiba-tiba ada suara anak kecil, siapa lagi kalau bukan Rani.
"Ibu kenapa? apa ibu sakit Kok muka ibu pucat gitu kayak orang mati" jelas Rani yang memang sedari tadi mencari Amera, ternyata ibunya itu ada di kamarnya.
"Gak sayang ibu baik-baik saja" ujar Amera lirih.
"Ibu bohong muka ibu saja sudah pucat begitu, sudah Bu jangan berbohong pada Rani" ujar Rani lalu dia keluar untuk menemui nenek ratu.
__ADS_1
Skip dapur.
"Ada apa nona muda mencari bibi" tanya bibi ratu.
"Ibu sakit bi, wajahnya pucat" ujar Rani. mendengar itu bibi ratu langsung ke kamar Amera karena dia sudah menganggap Amera sebagai putrinya.
tok..tok../bunyi pintu diketuk.
"Masuk" lirih Amera.
"Nyonya sakit? non Rani bilang nyonya sakit" ujar bibi ratu.
"Aku gak sakit bi, cuma mual aja mungkin masuk angin" lirih Amera.
"Mual? apa non sudah datang bulan?" tanya bibi.
"kalau bulan ini belum bi udah telat seminggu, ha...apa aku hamil ya bi? gak biasanya aku telat" tanya Amera.
"Kalau begitu nyonya tespek dulu siapa tau benaran hamil"Ujar bibi membujuk Amera.
Amera langsung menurut dan mulai mengambil 3 tespek dilaci kamarnya dan mulai memasuki kamar mandi.
5 menit kemudian Amera keluar dengan wajah sulit diartikan, Bibi ratu yang melihat itu bingung.
"Bagaimana nyonya hasilnya positif atau negatif?" tanya bibi ratu.
"Hasilnya....hasilnya positif bi" ujar Amera langsung tersenyum.
"Alhamdulillah kalau positif nyonya selamat ya" ujar bibi ratu sambil tersenyum.
"Terimakasih bi" ujar Amera yang tak kala senang dengan kabar ini, dia ripleks menyentuh perutnya.
"Aku gak nyangka bi ada nyawa di rahimku, penantian kami sudah membuahkan hasil. Mas Devan pasti senang kalau tau aku hamil" ujar Amera dengan gurat kebahagiaan diwajahnya.
"Tuan pasti senang nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" ujar bibi lalu pergi dari kamar Amera.
__ADS_1
...TBC....