Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Pelukan obat yang manjur


__ADS_3

Setelah makan malam Amera,Devan,dan mama devan memutuskan duduk santai di ruang tamu.


"Coba jelaskan apa yang kalian bicarakan tadi" ujar mama Devan pada menantunya itu.


"Sebenarnya ada apa ma? kenapa mama tegang banget saat membicarakan tentang Amera dan Aiba? "tanya Devan penasaran.


Akhirnya Mama Devan mulai menceritakan pada Devan apa yang terjadi ketika Devan menghilang, Devan tidak habis pikir dan dia yakin dalang dari semua ini pasti Olivia karena dia tau sekali bagaimana ponakannya itu.


Aiba bahkan rela-rela membantu Amera mendapatkannya , gak mungkin dia tiba-tiba berubah membenci Amera kalau gak ada yang kompori.


"ini pasti ulah Olivia!! sebenarnya apa mau Olivia" jelas Devan mulai kesal.


"Mas tenang, jangan marah nanti cepat tua"ujar Amera mencoba melucu untuk melerai situasi tegang.


"Gak usah bertingkah konyol sayang!! aku kan emang udah tua,tua-tua gini kamu cinta" jelas Devan.


"Mm...iya deh mas devan yang selalu benar "


jelas Amera.


Setelah berbincang-bincang tentang apa yang Amera bicarakan pada Aiba, mereka kembali kekamar masing-masing karena jam sudah menunjukkan pukul 08 malam.


*******


Amera baru saja mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, begitu pula dengan Devan dia sudah berganti dengan baju piyama yang Copeland Dengan Amera.


"Sudah berhenti main hpnya sekarang kamu tidur!! bumil gak baik tidur terlalu malam"jelas Devan.


"Tapi aku belum ngantuk Lo mas, masa udah mau tidur aja" protes Amera pada suaminya.


"Kamu pilih tidur sekarang atau gak tidur sama sekali"ujar Devan dingin.

__ADS_1


"Mas suka banget maksa-maksa gini,ih...sebel aku " ujar Amera lalu mematikan hpnya dan mulai tidur.


Devan hanya terkekeh melihat istrinya itu, 30 menit kemudian Amera sudah tidur dengan nyenyak."Katanya tadi gak bisa tidur e...ini malah udah tidur, nyenyak lagi"jelas Devan.


Saat Devan ingin menyusul Amera tidur tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Siapa si yang mengetuk pintu malam-malam begini??" ujar Devan pada dirinya sendiri.


Lalu devan beranjak dari tempat tidur menuju pintu kamar, saat membuka pintu dia melihat Rani dengan memeluk satu boneka.


"Sayang kau ada apa mengetuk pintu malam-malam mm ...? apa kamu gak akan tidur" tanya Devan.


"Rani gak bisa tidur pa, Rani tidur disini ya pa bareng sama papa dan bunda" jelas Rani.


"mm...baiklah " ujar Devan lalu mengajak Rani masuk kedalam kamar.


Skip paginya.


Amera baru bangun tidur, jam dinakas menunjukkan pukul 04.30 dini hari. Amera kaget saat melihat Ada yang kecil memeluk pinggangnya , saat dia menoleh kesamping ternyata itu adalah rani.


Amera mulai membangunkan Devan dan Rani untuk bersiap-siap shalat subuh.


"Mas bangun bentar lagi azan subuh" jelas Amera.


Devan langsung saat mendengar suara istrinya itu.


Setelah Devan dan Rani bangun dan mencuci muka juga gosok gigi Azan pun berkumandang dan mereka pun melaksanakan shalat subuh.


Setelah menunaikan shalat Amera memutuskan untuk ke dapur karena pengin makan pisang.


Sedangkan Rani dia memutuskan untuk tidur kembali, karena hari ini adalah hari Minggu jadi dia gak akan ke sekolah.

__ADS_1


10 menit kemudian Amera sudah datang dengan 2 pisang dan sepiring buah apel yang sudah dikupas.


Saat sedang makan buah apel tiba-tiba mual melanda Amera, dia langsung berlari ke kamar mandi.Devan yang melihat itu juga ikut Amera kekamar mandi, lalu mulai mengurut tengkuk leher Amera dia begitu kasihan mihat istrinya yang tersiksa.


Hoek....Hoek....//Amera memuntahkan makanan yang baru dia makan.


Setelah muntah Amera jadi begitu lemas dan hampir roboh kalau tidak dipegang Devan.


"Kamu baik-baik saja sayang??" tanya Devan.


"Lemas mas, mual " rengek Amera manja.


Devan langsung memeluk Amera, dan manjurnya mual itu hilang.Amera memeluk Devan dengan erat untuk menghirup aroma


tubuh suaminya itu.


"Kayaknya nyaman banget dalam pelukan mas??" tanya Devan.


"Mual ku hilang saat mencium bau tubuh mu mas"jelas Amera.


Pelukan Devan ternyata adalah obat paling manjur untuk mengatasi mual yang dialami Amera.


Devan membawa Amera ketempat tidur dengan digendong, karena dia kasihan juga melihat Amera yang mual-mual.


"Apa pagi kemaren kau mual munta begini juga??" tanya Devan.


"Iya mas" jawab Amera jujur pada Devan.


Devan lansung mengelus Amera dengan penuh kasih sayang.


"Kamu jangan nakal sayang!! kasihan bunda kalau kamu nakal" jelas Devan sambil mengelus perut istrinya pelan.

__ADS_1


"Iya ayah" ujar Amera dengan suara meniru suara anak kecil yang lucu menurut Devan, sampai-sampai Devan langsung mencium pipi Amera.


...TBC ...


__ADS_2