
2 hari kemudian, setelah perdebatan Devan dan Cantika akhirnya Cantika mengalah dia tidak bisa memaksa Alex (Devan) dia akan melakukan rencana dengan halus agar Alex (Devan) tidak semakin curiga kepadanya dengan semua kebohongan yang dia buat.
Motor yang dia pesan juga sudah sampai kemaren dan hari ini Devan akan mulai mengojek di pangkalan. Dia sangat bersemangat untuk mencari nafkah dia juga sudah belajar kemarin untuk menghapal jalan sekitar tempat tinggalnya dan juga belajar menggunakan Google map. Sehingga itu bisa mempermudah dia untuk mengantar penumpangnya nanti.
Dia baru 15 menit di pangkalan ojek sudah dapat penumpang biasalah orang ganteng ma daya tariknya kuat 😂😂.
"Bang bisa antar saya ke alamat ini " ujar penumpang sambil menunjukkan alamatnya.
"Bisa-bisa yuk saya anterin" ujar Devan.
"Wah... beruntung banget kamu bang Alex baru pertama mangkal udah dapat penumpang" ujar salah satu teman baru Devan.
"Namanya juga rezeki bang Daus" ujar Devan.
Lalu Devan meninggalkan tempat pangkalan menuju tempat yang diinginkan oleh penumpang pertamanya.
"Abang orang baru ya di daerah ini? soalnya gak pernah lihat di pangkalan ojek" ujar wanita yang sepertinya seorang guru karena memakai baju dinas guru.
"Iya mbak saya baru 3 hari di kota Surabaya ini" ujar Devan. Wanita tadi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.
Setelah sampai ditempat tujuan devan pun meninggalkan wanita tadi selesai dia membayar ongkosnya.
******
Ampera dan Aulia sedang berada di perpustakaan karena dosen tidak jadi masuk karena ada kerabatnya yang meninggal dunia.
"Ra, bagaimana kabar suami kamu apa sudah ada kabar dari anak buahnya?" tanya Aulia.
"Belum au, tolong bantu doa ya semoga suami aku baik-baik saja disana dan bisa cepat ditemukan" ujar Amera sambil menatap sahabatnya itu kemudian Fokus pada bacaan bukunya lagi.
Begitu juga dengan Aulia dia juga melanjutkan membaca bukunya, mereka berdua lebih memilih menghabiskan waktu di perpus kalo ada jam kosong seperti ini.
"Ya Allah sudah hampir sebulan suamiku hilang, tolong pertemukan aku dengannya. Aku sangat merindukan suamiku itu" batin Amera.
Setelah puas membaca buku Amera dan Aulia memutuskan untuk ke kantin karena merasa lapar dan memang kini sudah masuk jam makan siang.
Skip kantin.
__ADS_1
Amera dan Aulia sudah duduk di kursi yang masih kosong, dan mulai diskusi mau makan apa.
"Ra, kamu mau makan apa?" tanya Aulia.
"Gimana kalau kita makan bakso" usul Amera.
"Ide yang bagus, ayo kita makan bakso saja" ujar Aulia.
Dilain tempat Raka sudah mendapatkan informasi keberadaan Devan sekarang tapi dia tidak bisa gegabah karena dia belum tau pasti apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Giman Ra, apa kamu sudah dapat kabar keberadaan Devan?" tanya Han sambil memandang sahabatnya dengan pandangan menuntut.
"Ya bisa gak kamu natapnya biasa saja! gak usah kaya mau ngajak berantem gitu. Aku sudah menemukan keberadaan Devan " ujar Raka dengan muka santainya sambil menyesap minuman dingin miliknya yang sudah dipesan tadi.
Raka dan Han sedang bertemu di restoran sekalian makan siang.
"Serius kamu Ra! kamu gak lagi bohong kan? dimana Devan .... cepat kasih tau aku, aku harus segera bawah dia pulang" jelas Han.
"Sabar dulu han" ujar Raka yang kesal dengan sahabatnya yang menurutnya tidak sabaran itu.
"Bagaimana gue bisa sabar!! Devan sudah hilang 2 Minggu lebih Lo, kamu jangan gila" marah Han pada Raka.
"Maksudnya? aku semakin bingung apa sebenarnya yang terjadi pada Devan" tanya Han. Lalu Raka mulai menceritakan semua yang di beritahu oleh anak buahnya.
"Jadi begini dari pencarian informasi dari anak buahku, Devan tinggal bersama seorang dokter cantik yang adalah seorang janda dengan anak satu" jelas Raka.
"Janda?" tanya Han.
"Aku belum tau pasti kenapa Devan bisa tinggal bersama wanita itu makanya kita gak bisa langsung mengajak Devan pulang, kita harus tau dulu apa yang sebenarnya terjadi pada Devan" ujar Raka.
"Bagaimana Devan bisa tinggal bersama wanita itu? ini seperti ada yang janggal" jelas Han.
"Kau benar, dan lebih parahnya lagi Devan sekarang malah jadi tukang ojek"ujar Raka sambil sedikit tertawa, membayangkan seorang pengusaha sukses yang kaya raya itu kini Mala menjadi tukang ojek.
"Apa!! bagaimana bisa? Devan sangat anti memakai motor, ini semakin membuat aku curiga pasti sudah terjadi sesuatu pada Devan" jelas Han.
"Aku juga berpikir sama denganmu, makanya kita harus menyelidiki lagi mereka. Oh iya mereka tinggal di kawasan xxx" jelas Raka.
__ADS_1
Mendengar itu Han pun bernafas lega, Sekarang tugasnya berkurang sedikit tinggal mencari informasi mengenai Devan lagi agar dia tau apa yang terjadi pada sahabat sekaligus bosnya itu.
Dia memutuskan untuk tidak memberitahu keluarga Devan dulu selagi Devan bum bisa dibawah pulang, dia tidak mau keluarga Devan semakin khawatir nantinya.
*****
Sorenya Devan baru saja tiba di rumah dengan membawa mainan untuk Rani hasil dari ngojeknya tadi, memang tidak mahal tapi dia harap Rani menyukainya.
Devan langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah dan sudah tercium bau masakan dia yakin itu pasti bau masakan Cantika.
"Papa! akhirnya papa pulang Rani sudah kangen Lo seharian gak ketemu papa" ujar Rani lalu berhambur kepelukan Devan.
"Papa juga sayang, papa sangat merindukan putri kecil papa. Oh iya papa punya sesuatu untuk kamu" ujar Devan pada Rani yang sedang menatapnya.
"Sesuatu! apa pa?" tanya Rani penasaran.
Devan langsung mengeluarkan kantong plastik yang disimpannya dilantai tadi dan langsung memberikannya pada Rani.
"Wahh... boneka berbie! makasih pa" ujar Rani bahagia.
"Iya sayang sama-sama, apa kamu suka dengan hadiahnya" tanya Devan.
"Suka pa" ujar Rani sambil tersenyum.
"Mas Alex seharusnya gak usah belikan Rani mainan lebih baik uang mas Devan simpan saja" ujar Cantika tidak enak hati.
"Gak apa-apa can, oh iya ini penghasilan ku hari ini. Aku dapat 350 ribu tadi lumayan penumpangnya banyak, 50 aku belikan untuk boneka Rani" ujar Devan pada Cantika.
"Mas simpan aja sama mas sendiri, aku masih punya uang kok" jelas Cantika.
"Gak can, kamu aja yang simpan mas bisa minta kalo butuh" ujar Devan lalu tersenyum kemudian dia pergi dari sana menuju kamarnya.
Cantika tersenyum sambil memegang uang yang diberikan Devan padanya. "Ini adalah uang yang diberikan oleh orang lain, ternyata sangat menyenangkan memegang uang dari orang lain" lirih Cantika.
"Mama kok nangis" tanya Rani saat melihat mamanya menangis.
" mama gak menangis sayang, ini air mata bahagia" ujar Cantika. Rani hanya mengangguk tanda paham lalu sibuk kembali dengan bonekanya, sedangkan Cantika dia kembali ke dapur untuk melanjutkan masakannya.
__ADS_1
...TBC....