
Hai guys Arthur kembali 😊 terimakasih untuk dukungannya terhadap novel yang saya buat, jika ada salah dan banyak typo di setiap kalimat mohon maaf.
...^^^SELAMAT MEMBACA 😊.^^^...
Selagi menunggu Devan mandi Amera memutuskan menelpon mamanya karena dia begitu merindukan mamanya itu, dia bersemangat sekali pagi ini.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya telpon Amera diangkat juga sama mamanya.
"Ada apa sayang tumben nelpon mama kamu kangen ya sama mama?? " ujar mama Amera.
"Iya ma Amera kangen banget sama mama, Amera pengin peluk mama" ujar Amera tanpa terasa meneteskan air mata.
"Hei sayang jangan menangis nanti sehabis bulan madu kamu nginap di rumah mama, nanti mama bakal manjain kamu tapi syaratnya gak boleh nangis dan juga bawah cucu untuk mama" ujar mama Amera sekalian menggoda putrinya itu.
"Doakan ma agar Amera dan mas Devan bisa memiliki bayi secepatnya" ujar Amera tersenyum.
"Iya sayang tentu itu pasti mama lakukan" ujar mama Amera tersenyum.
Amera yang sibuk menelepon mamanya gak sadar kalau Devan sudah berada dibelakangnya.
"Assalamualaikum ma apa kabar" ujar Devan tersenyum kecil.
"Baik nak Devan, nak Devan sendiri apa kabar?" tanya mama Amera.
"Baik ma, itu karena ada Amera" ujar Devan lalu memeluk istrinya itu, hal itu membuat mama Mera tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya.
"Baiklah kalau begitu mama matikan dulu ya mama mau panggil papanya Mera untuk sarapan" ujar mama Mera.
"Iya ma" ujar Mera.
Setelah mama Amera mematikan telpon Devan dan Amera langsung saja menuju sopa untuk sarapan pagi hari ini.
" Wah, mas pesan pecel lele" menatap suaminya berbinar.
"Iya mas beli karena kamu kan suka makan pecel lele" ujar Devan.
"Terimakasih mas" ujar Amera senang lalu mulai memakan makan mereka, Devan hanya geleng geleng melihat kelakuan Amera yang makan dengan sangat lahap.
"Pelan-pelan sayang gak akan ada yang merebut makanan mu, gak usah makan cepat cepat kayak dikejar apaan" ujar Devan.
"Hehe....habisnya Amera lapar banget mas" ujar Amera.
"Kalau begitu habiskan makananmu" ujar Devan lalu mulai memakan makanannya.
40 menit kemudian Devan dan Amera sudah selesai sarapan paginya, mereka langsung bersiap siap jalan-jalan ke pantai. Amera yang begitu gak sabar membuat Devan buru-buru siap-siapnya.
__ADS_1
"Sabar sayang pantainya gak akan pindah lo" ujar dengan tersenyum geli pada istrinya itu.
"Aku udah gak sabar pengin Poto Poto ditepi pantai"ujar Amera.
Setelah Devan siap mereka langsung bergegas turun dari lantai 3 menuju lantai satu, setelah itu baru mereka menuju pantai yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Amera tersenyum bahagia saat sudah tiba di pantai, hal itu membuat Devan tersenyum bahagia karena melihat senyum istrinya itu.
"Pantainya bagus banget ya mas, sayang aku gak bisa berenang. Kalau bisa aku pasti bakalan belajar"ujar Amera pada Devan.
"Kamu tenang aja nanti mas ajarin bagaimana caranya berenang, jadi kamu gak usah khawatir" ujar Devan.
Mendengar itu Amera langsung tersenyum senang karena dia gak mau menyia-nyiakan waktu, selagi mereka di bali Amera harus mandi dong di pantai.
Lalu Amera mengajak Devan Berpoto dan menyuruh salah satu orang yang juga berwisata disitu untuk membantu memfoto mereka, setelah selesai berpoto Amera tidak lupa mengucapkan terimakasih pada orang yang sudah membantunya.
"Sekarang kita berjemur aja bagaimana Mas kalau makan Amera masih kenyang" ujar Amera.
"Baiklah ayo"ajak Devan. Lalu mereka bersantai sambil berjemur menikmati pantai di pagi hari.
"Saya boleh tanya Ra? " ujar Devan sambil memandang wajah cantik Amera.
"Apa Aiba punya kekasih?" tanya Devan.
"Kenapa mas bertanya tentang itu tiba-tiba?? " ujar Amera.
"Mm baiklah Aiba udah punya pacar mas,nama pacarnya damar anak kampus kami tapi beda fakultas" ujar Amera masih melihat pemandangan didepannya.
"Damar?" tanya Devan memastikan.
"Iya mas ada apa?" ujar Amera.
"Gak apa apa, tapi kayak gak asing sama nama itu"ujar Devan.
"Ya pastilah gak asing mas kan banyak orang yang punya nama Damar, mas aneh-aneh saja" tersenyum lembut.
Devan hanya diam sambil memandang laut, pikirannya sedang berkelana dimasa lalu.
Flashback on.
3 tahun lalu tepatnya saat umur Devan dan Han menginjak umur 27 tahun, Han mempunyai seorang adik yang seumuran dengan Aiba yang bernama Putri yang berumur 17 tahun.
Devan begitu menyayangi putri seperti dia menyayangi Aiba, karena dia sudah menganggap putri sebagai adiknya sendiri.
karena Devan begitu sayang pada putri itu membuat Aiba cemburu dan tidak suka pada putri, karena itu putri dijauhi oleh teman-temannya di sekolahnya.
__ADS_1
Karena putri dan Aiba sekolah satu SMA waktu itu jadi Aiba membuat artikel di mading kalau putri menggoda pamannya Aiba.
"Non Aiba kenapa no Aiba melakukan itu pada putri ?? putri sama sekali tidak merayu om nya non Aiba" ujar putri lirih.
"Jangan belagu Lo ya bilang gak merayu,kalau gak merayu apa namanya ha. kau sampai dibelikan hp baru sama pamanku" ujar Aiba.
"Gak non putri cuma dipaksa om Devan untuk menerima hadiah itu karena putri selalu mendapat peringkat satu" ujar putri .
"Banyak bacot !!! gue benci sama Lo dan gue perintah kan sama Lo jauhi keluarga gue" teriak Aiba didepan semua orang.
Mulai saat itu Aiba dan putri tak saling sapa, karena itu putri meminta kakaknya memindahkannya ke sekolah lain karena dia sudah tidak sanggup di buli di sekolahnya.
Disekolah barunya dia mendapatkan teman baru yaitu Laras mereka bersahabat baik, disana juga dia mempunyai kekasih yang bernama damar. Damar sangat baik pada putri sehingga putri begitu mencintai damar Sampai rela memberikan mahkotanya pada damar.
Hingga suatu hari putri hamil dan dia bingung harus apa, jadi dia mengajak kekasihnya untuk bertemu di taman biasa dan akan mengatakan pada kekasihnya.
"Sayang aku ingin membicarakan sesuatu" ujar putri.
"Kamu mau bicara soal apa sayang?? katakan saja aku akan mendengarkan kamu" ujar Damar.
"A...aku aku hamil sayang, kamu harus nikahin aku atau aku benar benar akan mati ditangan kakak aku" ujar putri mulai menangis.
"H...hamil bagaimana itu bisa terjadi kan aku menyuruh mu minum pil KB" ujar damar.
"Kau lupa waktu itu, kan kamu melakukan itu Sama aku bukan cuma sekali sayang tapi berkali kali jadi wajar kalau aku hamil" ujar putri lirih.
"Tapi masalahnya aku gak bisa nikahin kamu put,kita masih sekolah dan masa depanku masih panjang. Maaf aku gak bisa lebih baik kamu gugurkan saja" ujar damar lalu meninggalkan putri.
Putri sangat terpukul akan keputusan damar, ditambah dengan kakaknya mengetahui soal kehamilannya.
"Siapa yang menghamili kamu put siapa??" terus Han.
"Hiks...kekasih putri kak" menangis.
"Kamu bodoh sekali, kenapa kamu mau begitu-gitu sama dia ha. Lihat sekarang kamu maka mencoreng wajah kakak, mau ditaruh dimana wajah kakak" ujar Devan lalu menampar wajah adiknya itu.
"Maafkan putri kak hiks..." ujar putri.
Karena sudah tidak kuat lagi menghadapi semuanya putri memutuskan mengakhiri hidupnya dia gantung diri di kamarnya, dan mulai saat itu gan menjadi pria dingin dan dia bertekad akan mencari pria yang menghamili adiknya.
Dan akhirnya dia berhasil menemukannya ternyata dia adalah anak pemilik perusahaan dan susah untuk mencari keadilan untuk adiknya, jadi dia mendiamkannya.
Devan juga tau tapi dia dilarang ikut campur sama Han, dia berkata biarkan waktu yang membalasnya.
flashback off .
__ADS_1
(Damar yang menghamili putri dan yang menjadi kekasih Aiba adalah orang yang sama, akankah Devan tau ?? kita tunggu aja ya😌😊).
...TBC....