Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Pindah ke rumah baru


__ADS_3

Selamat datang guys 🥰 semoga kalian terhibur dan menyukai novel pertamaku ini,jangan lupa like dan komen ya biar aku semangat buat lanjut part selanjutnya 😊.


..............


*****


Amera dan Devan sudah berpamitan pada orang tua Mera , mereka hari ini memutuskan untuk pindah ke rumah baru mereka dan memulai semuanya di sana.


Dari rumah orang tua Mera ke rumah baru Devan dan Mera berjarak hanya 1 jam setengah cukup memakan waktu, rumah baru mereka lebih dekat menuju kantor Devan dan kampus Mera.


"Om apa Mera masih boleh melanjutkan kuliah Mera?" tanya Mera.


"Tentu saja boleh apa alasanku melarang mu, lagian itu impian kamu kan? jadi belajarlah dengan giat" ujar Devan.


"Iya om Mera akan belajar dengan giat, agar Mera bisa cepat tamat" ujar Mera.


Devan tidak menanggapi omongan Mera lagi dia fokus menyetir mobil, dan akhirnya mereka tiba di rumah baru mereka.


Mera menganga melihat rumah baru mereka, rumahnya sangat bagus dan mewah. Hal itu bukan suatu hal yang aneh karena Devan adalah pengusaha sukses tentu saja dia mampu membeli rumah yang mewah seperti ini.


"Apa kamu hanya akan diam saja Mer, ayo masuk " ajak Devan saat melihat istrinya itu masih mengagumi rumah mereka.


"Om apa rumah ini gak terlalu besar untuk kita, kita kan hanya tinggal berdua"menatap Devan dengan lembut.


"Gak ini malahan masih terlalu kecil, lagian kita gak sendiri di rumah ini ada pelayan, dan satpam" ujar Devan dingin.


Mera hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu mengikuti langkah kaki suaminya itu.


"Selamat datang tuan Devan" ujar salah satu pelayan yang merupakan ketua pelayan di mansion ini.


Dia adalah bibi ratu yang juga merupakan pengasuh Davin waktu kecil.


"Terima kasih bibi, tolong antar istri Devan ke kamar soalnya Devan ada urusan" ujar Devan lembut pada pengasuhnya itu.


"Baik tuan" ujar bibi ratu.


"Om mau kemana?? kok Mera ditinggal" rengek Mera.


"Amera aku ada sedikit urusan gak lama, aku bakal cepat pulang. Lebih baik kamu istirahat " ujar Devan lalu meninggalkan istrinya itu.


Amera hanya memandang suaminya dengan tatapan sulit terbaca, bibi ratu tau apa yang dipikirkan istri tuannya itu.


"Nyonya tenang aja tuan Devan memang sibuk setiap hari jarang di rumah, tapi kalo dia bilang akan pulang cepat pasti dia pulang cepat" ujar bibi ratu.


"Iya ni, aku mau ke kamar dimana kamarku??" ujar Mera.


Lalu bibi ratu mengantar Amera ke kamarnya yang juga merupakan kamar Devan, Amera berdecak kagum dengan kamar itu karena nuansa nya cowok sekali.


"Terima kasih bibi sudah mengantarku" ujar Amera.


"Itu sudah tugas saya nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" ujar bibi ratu.


Setelah kepergian bibi ratu Amera langsung menuju ruang ganti, dia ingin merapikan pakaiannya kedalam lemari.


***Ruang ganti***



"Ini ruang ganti apa toko!!! busit bajunya banyak banget" ujar Mera geleng gelang.


Setelah selesai merapikan pakaiannya Amera memutuskan untuk keluar dari ruang ganti.


**Kamar Devan dan Amera**



Mera mengambil hpnya yang berada di alas dan mulai menelpon sahabatnya, dia ingin menanyakan apa ada tugas kuliah karena dia baru masuk kuliah besok.


Teleponan.

__ADS_1


Amera: halo Aiba!!


Aiba: halo bibiku sayang (menggoda Mera).


Amera:ihh ...jangan panggil gue gitu Aiba agak aneh kalo Lo manggil gue gitu.


Aiba : terus gue harus manggil Lo apa Ra?? Lo itu kan istri Om gue otomatis gue manggil Lo bibi kan?


Amera:iya deh Lo boleh panggil gue gitu, btw apa ada tugas Aiba gue udah cuti satu Minggu lebih satu hari Lo (cemberut)


Aiba:Lo tenang aja bibi kan ada gue, bibi bisa lihat punya aku tapi jangan terlalu disamakan ok.


Amera:Lo memang ponakan yang terbaik, gak sia sia gue punya sahabat sekaligus ponakan kayak Lo.


Aiba:gue kan emang baik hati dan tidak sombong bibi (terkekeh)


Amera pun menyudahi telponnya dan memutuskan untuk melanjutkan tidurnya, 1 jam kemudian Devan sudah pulang dari urusannya.


"Bibi ratu" panggil Devan.


"Iya tuan ada apa??" ujar bibi ratu.


"Buatkan aku teh susu bibi, udah lama gak minum teh buatan bibi" ujar Devan tersenyum.


Bibi ratu pun membalas senyuman anak asuhnya itu, dia sangat menyayangi Devan seperti anaknya sendiri.


"Iya bibi buatkan untuk tuan" ujar bibi ratu.


"Bibi bisa gak panggil Devan aja, Devan gak nyaman lagian dengan udah anggap bibi kayak ibu Devan sendiri" ujar devan.


"Baiklah apa sih yang gak buat anak kesayangan bibi ini" ujar bibi ratu lalu mengacak rambut Devan.


Selagi menunggu teh buatan bibinya Devan memutuskan menonton televisi, 10 menit kemudian bibi ratu datang dengan teh ditangannya.


"Ini teh nya nak Devan" ujar bibi ratu.


"Terima kasih bibi oh ya dimana istri Devan??" tanya Devan.


"Baiklah bibi" ujar Devan lalu meminum teh buatan bibinya.


Setelah menghabiskan teh nya Devan memutuskan ke kamar untuk tidur siang, dia begitu lelah karena mengurusi semua persiapan pernikahan mereka Minggu lalu.


.........


Devan baru saja masuk ke kamar dan dia melihat istrinya tidur sambil memeluk guling, tanpa Devan sadari dia malah tersenyum melihat Amera tidur.


Menurutnya Mera begitu lucu kalau sedang tidur begitu, rasanya dia ingin mencubit pipi Amera.


"Tak pernah aku bayangkan akan menikahi dia gadis yang terang-terangan mengungkapkan cinta pada pria yang lebih tua 10 tahun darinya, bahkan dia masih menggunakan baju putih biru"batin Devan sambil menatap Mera.


Lalu Devan menuju ranjang kosong disebelah Mera, dan mulai menyusul Mera di dunia mimpi.


Pukul 14.00 wib Amera terbangun dari tidurnya, saat dia ingin beranjak dari tidurnya dia merasa perutnya sedikit berat.


Amera Langsung menoleh kesamping, dia begitu kaget melihat Devan disebelahnya yang sedang tidur sambil memeluknya.


"Ini gak baik untuk jantung, kalau begini terus aku bisa kena serangan jantung" ujar Mera dalam hati sambil memandang wajah suaminya itu.


"Gak usah dipandangi terus Ra, suami kamu ini memang tampan dari lahir" ujar Devan yang langsung membuka matanya.


"E....si...siapa yang memandang om" ujar Mera gugup.


"Gak usah nyangkal aku emang tampan, kamu sampai jatuh cinta sama aku" memandang Mera.


"Iya Amera emang memperhatikan om tadi, habisnya om main peluk peluk Mera. Mera kan jadi salah tingkah dipeluk om Devan, om Devan tau tidak hati mera Dag Dig Dug tau. Rasanya mau copot" ujar Mera ceplas-ceplos.


"Ni anak gak ada malu malunya, seharusnya gak usah dikasih tau" batin Devan sambil geleng geleng.


"Ih....om kok diam aja Mera lagi bicara sama om Devan, om ih....nyebelin banget" ucap Amera.

__ADS_1


"Aku dengerin kamu kok, udah aku mau lanjut tidur lagi" ujar Devan lalu kembali memejamkan matanya.


Sedangkan Mera dia memutuskan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi, setelah itu turun untuk mencari udara.


****


Dilantai satu Mera langsung menuju dapur untuk mengambil air minum karena sangat haus, disana banyak pelayan yang berkumpul.


"Sore nyonya ada yang bisa saya bantu " ujar pelayan 1.


"Terimakasih tapi gak ada yang saya butuhkan saya cuma mau ambil air minum saja, mm... dibelakang ada taman gak??" tanya Mera.


"Taman ada di samping mansion nyonya kalo dibelakang kebun buah-buahan"ujar pelayan 1.


"Apa kebun buah-buahan! buah apa saja disitu bibi??" tanya Mera.


"Ada buah apel, jeruk, stroberi, anggur, manggis, dan mangga nyonya" ujar pelayan 2.


"Wah....luar biasa" ujar Mera tersenyum bahagia.


Mera langsung menuju belakang mansion ingin melihat kebun disana, ketika sampai di sana mata Mera membulat saat melihat kebun itu sedang berbuah buah-buahan yang dikatakan pelayan tadi.


"Ini ma surga dunia, wah ... stroberi" ujar Mera lalu menuju tanaman stroberi.


Mera langsung memetik buah stroberi dan memakannya, saat sibuk memetik buah stroberi tiba tiba dia mendapat telpon dari damar kekasih Aiba.


Damar: halo mera.


Amera: halo Dam ada apa?? (tanya Mera).


Damar: Aiba sama Lo mera?? aku hubungi nomornya gak aktif.


Amera:gak tau dam, Aiba gak sama gue. mungkin dia habis batere kali makanya gak aktif, lagian Lo di chat gak dibalas terus tiba tiba Lo jalan sama cewek lain.


Damar: dia itu cuma teman gue mera, gue gak selingkuh dari sahabat lo itu. gue cinta sama dia.


Mera:kalau gitu lo buktiin Sama dia, kalo Lo emang gak selingkuh.


Damar:ia mera makasih, kalau dia nelpon lo kasih kabar ya biar gue bisa nelpon dia.


Amera: iya dam Lo tenang aja.


Setelah sambungan telpon terputus Mera lanjut memetik buah anggur, terlihat raut kebahagiaan di wajah Mera. Dia memang pencinta buah buahan, dari pada dikasih coklat dia lebih suka dikasih buah-buahan.


Tanpa Mera sadari dia sudah duduk dibawah pohon mangga selama 2 jam sambil nyemil buah buahan.


Sedangkan Devan dia baru selesai mandi, dia bingung pergi kemana istri kecilnya itu. Dia langsung menuju lantai satu, disana dia berpapasan dengan pelayan 2.


"Kamu kemari" perintah Devan.


"Iya tuan ada apa? apa ada yang tuan inginkan?" tanya Pelayan 2.


"Apa kamu melihat istriku? sedari tadi aku tidak melihatnya" ujar Devan.


"Nyonya ada di taman belakang mansion tuan, sedari jam 2 siang tadi nyonya ke sana" ujar pelayan.


"Baiklah terimakasih kamu boleh pergi" perintah Devan.


Setelah pelayan pergi dengan langsung menuju taman belakang mansion mereka, dia melihat Mera sedang nonton Drakor sambil nyemil.


"Wah....enak banget ya nonton Drakor sambil makan buah-buahan"ujar Devan.


"Ehe...om Devan, sini om duduk disebelah Amera. Kalau om mau ambil aja jangan marah ya" ujar Mera sambil menatap Devan dengan Popy eyes nya.


"Makan aja aku gak marah kok, ini kan di mansion berarti ini milik kita kau boleh makan sepuasnya" ujar devan lalu duduk disebelah Mera.


"Benaran om!! terimakasih om" ujar Mera lalu memeluk Devan.


"Kamu mencari kesempatan dalam kesempitan ya??" tanya Devan.

__ADS_1


"Oh... enggak om itu reflek karena aku sangat bahagia" ujar Mera.


...TBC....


__ADS_2