
Devan dan Amera sedang diperjalanan pulang, namun tiba-tiba Amera ingin sekali ke rumah orang tuanya sekalian menginap disana. Tapi dia bingung bagaimana mengatakannya pada Devan, apa Devan mau menginap kerumah orang tua Amera?.
Devan menyadari ada yang tidak beres kepada istrinya itu, sedari tadi duduk gelisah.
"Ada apa?" tanya Devan.
Amera hanya diam-diam saja ia bingung memulai pembicaraan dari mana, Devan yang peka langsung bertanya lagi pada Amera.
"Ada apa sayang? cerita sama mas kalau kamu diam saja mas gak akan tau apa yang kau inginkan sebenarnya" jelas Devan.
Akhirnya Amera mengatakan apa yang mengganjal hatinya sedari tadi dia langsung mengatakan apa yang ada dihatinya.
" Mm....mas" lirih Amera.
Devan langsung menghentikan mobilnya ke tepi, dan langsung menatap kearah Amera.
"Coba katakan apa yang kamu inginkan? mas gak akan tau kalau kamu gak cerita" ujar Devan.
"Aku ingin ke rumah orang tuaku, Aku ingin menginap disana apa boleh mas" lirih Amera.
Devan yang mendengar itu tersenyum kecil lalu mengusap pelan rambut Amera.
"Kirain mas ada apa , ayo kita ke rumah mamamu Dan menginap ke sana" jelas Devan.
"Benarkah? serius mas!! aku benar-benar udah sangat merindukan orang tuaku" ujar Amera.
"Iya sayang emang mas pernah bohong sama kamu mm..., sudah ayo kita berjalan sekarang" mulai melajukan mobil mereka menuju ketempat yang diinginkan oleh Amera untuk pergi ke rumah orang tua Amera.
*******
Mobil Devan sudah masuk dipekarangan rumah yang cukup mewah walau tak semewah rumah Devan dan Amera.
Setelah tiba diparkiran Amera langsung turun dengan begitu semangat untuk menemui orang tuanya.
"Ma...." panggil Amera sambil teriak memasuki rumah Mamanya.
Mama Sarah yang sedang memasak di dapur begitu kaget saat mendengar suara putrinya itu.
Dia langsung menyuruh pelayan untuk menyelesaikan masakannya dan dia langsung menuju ruang tamu.
Saat melihat wajah putrinya dia langsung tersenyum bahagia, karena putri yang sudah 1 bulan tidak ia lihat kini sudah ada didepan matanya.
"Sayang kamu kemari kok gak kabari mama si?" ujar mama Amera.
"ehe....tadi aku baru memikirkan untuk kemari, aku juga akan menginap disini " ujar Amera.
"Benarkah sayang kau dan nak Devan akan menginap disini??" tanya mama Sarah.
__ADS_1
"Iya ma, lagian Amera kangen banget sama mama dan juga sama masakan mama tentunya" tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita ke dapur mama juga baru mau menyelesaikan masakan mama, dan nak Devan kamu bisa ke kamar Amera untuk mandi dulu. baju nak Devan juga masih ada disana" ujar mama Amera.
"Baiklah ma" ujar Devan lalu pergi ke kamar Amera.
Ketika Devan sedang sibuk dengan urusan mandinya, Amera malah sibuk membantu mamanya memasak makanan didapur.
Amera begitu bersemangat untuk memasak makanan yang menurutnya sangat enak itu, mama Amera hanya tersenyum melihat putrinya itu yang sangat bersemangat memasak.
"Tak pernah ku sangka putriku kini sudah dewasa, dan menjadi istri orang. Perasaan baru kemaren aku melahirkannya" batin mama Amera.
Amera diam-diam memandang mamanya yang sedang melamun sambil tersenyum getir.
"Sebenarnya apa yang mama pikirkan ya? kok mama kayak sedih gitu" ujar Amera dalam hati.
Setelah memakan waktu 30 menit akhirnya masakan mereka matang, Amera memutuskan ke kamar untuk melihat suaminya dan juga untuk mandi pastinya.
(Kamar)
Amera membuka pintu kamarnya pelan, dan dia melihat Devan sedang bermain hp di ranjang miliknya. Devan yang melihat Amera masuk pun tersenyum manis, dia begitu sangat senang melihat senyum diwajah istrinya.
"Mas" panggil Amera lalu berjalan mendekati Devan.
"Mm..ada apa sayang" ujar Devan.
Devan hanya tersenyum mendapatkan ucapan itu, lalu dia menarik tangan Amera pelan dan mencium bibir istrinya itu dengan sedikit kasar penuh gairah.
"Mas juga mencintai kamu sayang" ujar Devan diakhir ciuman mereka.
Amera yang mendengarnya langsung berhambur ke pelukan Devan, dia sangat senang karena Devan sudah membalas cintanya.
Setelah itu Amera langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi karena sebentar lagi Magrib dan mereka akan sholat berjamaah nantinya.
30 menit kemudian, Amera sudah selesai mandi dan dia langsung memakai baju ganti lalu memakai mukena dan berdiri dibelakang suaminya lalu mereka mulai melaksanakan shalat mereka.
*****
Setelah selesai sholat Devan dan Amera pergi keluar rumah menuju lantai satu untuk pergi ke meja makan.
"Mama baru saja mau memanggil kamu dan suami kamu" jelas mama Amera.
"Papa dimana ma?" tanya Devan basa basi.
"Masih diruang kerjanya, ini mama baru mau memanggil nya" ucap mama Amera.
"Biar Amera yang memanggil papa mama, Amera kangen banget sama papa pengin ketemu papa" ujar Amera manja-manja.
__ADS_1
"Baiklah sayang" ujar mama Sarah.
Lalu Amera menuju keruang kerja papanya,selagi Amera pergi dengan langsung berbicara pada mama mertuanya itu.
"Ma " panggil Devan.
"Iya nak Dev, ada apa?" tanya mama Amera.
"Devan baru dapat kabar dari sekertaris Devan kalau besok Devan akan pergi ke Amerika, apa tidak apa-apa Kalau Devan titip Amera disini. Devan lihat Amera sangat senang saat Devan bawa kesini" ujar Devan.
"Kok mendadak sekali nak Devan?, tentu tidak apa-apa mama juga masih sangat merindukan putri mama itu" jelas mama Amera.
Saat mama Sarah dan Devan berbincang, papa Amera langsung berbicara pada Puri sematawayangnya.
"Apa yang mama kamu bicarakan sama suami kamu itu sayang" ujar papa Amera tersenyum.
"Mungkin bisnis menantu dan mertua" ujar Amera membalas senyum papanya.
"Kalian kayak kelihatan serius sekali? lagi membicarakan apa mm ..." tanya papa Amera.
"Sedang membicarakan tentang soal pekerjaan pa, besok Devan harus ke Amerika jadi untuk sementara waktu Amera akan Devan titip disini" jelas Devan.
"Kok mendadak banget si mas" ujar Amera cemberut.
"Mas juga baru tau sayang, gak akan lama kok" ujar Devan.
"Emang berapa hari mas?" tanya Amera.
"Cuma 3 hari sayang" ujar Devan.
"'Cuma kamu bilang mas? 3 hari itu lama, Amera bakal kangen berat sama kamu" ujar Amera murung.
"Aduh sayang!! suami kamu itu pergi bekerja bukan jalan-jalan" ujar papa Amera terkekeh.
"Sudah sebaiknya kita lanjutkan makannya" Ujar mama Amera.
Lalu mereka kembali melanjutkan makan malam, Setelah selesai makan malam Amera dan Devan kembali ke kamar mereka.
"Putri kita benar-benar bucin sama Devan padahal gak lama kok ditinggal" ujar Devan tersenyum.
"Kayak gak pernah muda saja" jelas Mama Amera.
"Hehe..melihat mereka seakan kita melihat diri kita yang dulu ya ma" goda papa Amera.
Seketika wajah mama Sarah memerah karena ulah papa Amera.
...TBC....
__ADS_1