Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Pulang


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, Keadaan Devan sudah membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang. Cantika langsung membawa Devan ke rumah kontrakannya, walaupun Cantika seorang dokter tapi dia belum mempunyai rumah. Dia berniat untuk pindah ke kota agar tidak ada yang membongkar kebenaran kalau Devan bukan suaminya.


Di rumah Devan tampak mengingat-ingat rumah ini tapi dia tidak mengingat apapun di rumah ini, dia kesal karena tidak mengingat apapun.


"Kenapa aku harus hilang ingatan dan melupakan semuanya" kesal Devan.


"Mas yang sabar, nanti mas juga akan bisa mengingat kembali. Oh iya mas kita besok pindah ke kota Surabaya ya" ujar Cantika.


"kenapa? kenapa kita harus pindah?" tanya Devan.


"Karena disini masa kerjaku habis mas, lagian cantika juga ingin bekerja di kota" ujar Cantika.


"Baiklah kalau begitu aku ikut saja" ujar Devan.


*******


Sedangkan Amera dia sedang menemui mama mertuanya di rumah mama mertuanya. Dia memutuskan untuk tinggal bersama mama mertuanya selama menunggu suaminya ketemu, namun disana dia malah bertemu Aiba sahabatnya dan yang bikin kaget Aiba malah sangat membencinya.


"Masih punya muka ya Lo kemari? gak malu lo datang kemari setelah apa yang terjadi" ucap Aiba judes.


"Ba ada apa denganmu? kenapa kau jadi begini?" tanya Amera sambil menyentuh pundak Aiba.


"Jauhkan tangan kotor mu itu dariku!!! jangan berpura-pura baik di depanku padahal aslinya kau itu licik" ujar Aiba dingin.


"Sudah ba, hentikan ini semua kenapa kau bersikap begini pada bibi mu" marah mama Devan.


"Dia bukan bibiku! karena dia pamanku menghilang nek, aku tidak Sudi menganggap dia sebagai bibiku tidak Sudi" ujar Aiba penuh kebencian.


"Kau dengar tidak apa yang diucapkan Aiba dia tidak ingin melihat kau jadi lebih baik kau pergi dari sini jangan memperkeruh suasana" ujar Olivia.


"Kau siapa? tidak perlu ikut campur urusan orang lain, tidak perlu kau ikut campur urusan keluarga orang" ujar Amera.


"Dia punya hak untuk ikut campur, karena dia adalah calon bibi baruku. Setelah om Devan ditemukan aku ingin kalian berpisah, aku gak sudi punya bibi jahat seperti mu" jelas Aiba.

__ADS_1


"Sudah...sudah hentikan Aiba, jangan membuat kepala nenek semakin pusing" jelas mama Devan pada cucu dan menantunya.


Akhirnya Amera dan Aiba pun diam mereka memutuskan untuk tidak berbicara yang akan membuat nenek dan mama mereka marah. Saat mereka sedang pokus dengan layar televisi tiba tiba Han datang.


"bagaimana nak Han apa kau sudah menemukan dimana keberadaan putraku" lirih mama Devan.


"Belum nyonya, aku sudah mencari disekitar puncak dan rumah sakit tapi aku belum menemukan tuan Devan. Oh iya ini dompet milik tuan Devan ditemukan disekitar sungai, sepertinya tuan Devan hanyut dan itu tandanya dia tidak ikut terbakar dimobil"Jelas Han.


"Oh tuhan cobaan apa ini! kenapa kau tidak pernah membiarkan putra dan menantu bahagia?, kenapa kau selalu menguji mereka dengan cobaan yang sangat banyak" lirih mama Devan.


Amera yang mendengar ucapan Mama mertuanya pun menitikkan air matanya dia juga sedih seperti mamanya.


"Mas hiks...aku butuh kamu mas" ucap Amera lirih dalam hati sambil menutup matanya.


Ditempat lain Devan merasa seperti ada yang memanggilnya, dia yang sedang berbaring menutup mata seketika menutup matanya.


"Ada apa pa?" tanya Rani.


"Papa gak apa-apa sayang" lirih Devan.


"Aku merasa ada yang memanggil tapi bukan Alex namun nama yang disebut Devan, siapa sebenarnya namaku can?" ujar Devan mulai meragu tentang namanya.


"Mas curiga sama aku? mas anggap aku bohong hiks...mas udah gak percaya lagi sama aku istri mas sendiri" ujar cantika.


"Sudah can kamu jangan menangis,mas minta maaf sudah buat kamu sedih" ujar Devan.


"Iya mas Cantika maafin" ujar Cantika.


"makasih ya can" ujar Devan.


"Iya mas" ujar Cantika, lalu Cantika izin untuk memberesi pakaian untuk persiapan mereka pindah besok pagi nanti.


"Aku harus bawah mas Alex pergi jauh aku takut kalau tetap disini nanti keluarganya tau keberadaan mas Alex aku gak rela mas Alex pergi. Dia Adalah milikku" batin Cantika.

__ADS_1


******


Paginya Cantika dan Devan sudah siap untuk pergi ke surabaya meninggalkan desa yang ada dipuncak.


"Selamat tinggal desa terimakasih sudah menemukan aku dengan pria yang bisa menjaga aku dan anakku" batin Cantika


lalu mulai menaiki trevel yang mereka pesan tadi.


"Kita akan ke kota ya ma pa?" tanya Rani.


"Iya sayang" ujar Cantika.


Diperjalanan Devan hanya diam saja masih berkelana dipikirannya.


Tiba-tiba ada sekelebat bayangan dan dia berusaha mengingat bayangan seorang wanita didalam ingatannya yang masih semu. Melihat gelagat Devan yang aneh Cantika pun bertanya pada suaminya itu.


"Ada apa mas?" tanya Cantika.


"Mm...tidak apa-apa" jelas Devan.


Lalu dia kembali memejamkan matanya untuk mengusir bayangan-bayangan yang ada di ingatannya. Sedangkan Cantika dia menggenggam tangan Devan untuk membuat Devan merasa tenang.


(Arthot: Dasar wanita pelakor pakai acara pegang-pegang tangan suami orang, dasar janda gatel. Kasihan sama Amera cepat ingat dong Dev jangan melupakan Amera lama-lama


Devan: arthor dong yang buat ingatan aku kembali kan arthor yang bikin aku lupa ingatan


Arthor:😅😂😂)


3 jam diperjalanan akhirnya mereka tiba di Surabaya juga, mereka langsung menuju rumah Cantika yang ia dapat dari warisan almarhum suaminya.


"Wah ...ini rumah kita ma? rumah ini lebih besar dari rumah kita yang didesa" jelas Rani bahagia.


"Iya sayang ini rumah kita" ujar cantika.

__ADS_1


Rumah Cantika lumayan besar yaitu 3 kamar walau bukan rumah bertingkat, tapi cukup untuk mereka bertiga.


...TBC....


__ADS_2