Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Hari pertama masuk sekolah


__ADS_3

Seminggu setelah acara memetik buah di kebun kini hubungan Rani dan Amera semakin baik mereka sudah seperti ibu dan anak, walau Rani masih betah memanggil Amera sebagai bibi tapi itu bukan masalah besar bagi Amera.


Hari ini adalah hari pertama putrinya itu sekolah Amera sudah menganggap Rani sebagai putrinya jadi dia dengan senang hati mengurus semua kebutuhan Rani. Devan yang melihat kedekatan itu pun merasa sangat Senang dia seperti melihat gambaran dia, istri, dan anaknya alangkah bahagia Devan saat nanti dia dan Amera benar-benar dikaruniai seorang anak yang pastinya anak kandungnya sendiri.


"Mas bangun dan mandi nanti kamu telat ke kekantor Lo" ujar Amera.


"Kamu sepagi ini sudah rapi mau kemana sayang?" tanya Devan d egan suara serak khas bangun tidur.


"Itu aku mau menyiapkan kebutuhan Rani sekolah dan juga ingin melihat gedung untuk tempat aku bukan butik nantinya" jelas Amera pada Devan. Devan tidak melarang Amera untuk berbisnis karena apa yang membuat istrinya itu bahagia dia juga turut bahagia.


cup.../ ciuman yang diberikan Devan.


"Baiklah kalau kamu sudah mendapatkan gedung yang cocok kamu telpon mas, biar mas mempersiapkan barang-barang yang akan diisi disana termasuk kain yang akan kau bikin menjadi baju nantinya"


ujar Devan pelan pada istrinya itu sambil memeluk pinggang ramping istrinya itu.


"Terimakasih mas, aku sangat mencintaimu" ujar Amera dengan wajah berseri-seri.


"Aku juga mencintaimu sayang"Ujar Devan dengan tersenyum manis kepada istrinya itu.


Setelah memastikan persiapan pakaian yang Devan gunakan selesai dan lengkap, Amerapun pergi ke kamar Rani untuk mengantar Rani ke sekolah.


Skip kamar Rani.


Amera langsung mengetuk pintu dan seperti biasa Rani akan membuka pintu untuk bibinya itu.


"Halo sayang kamu sudah selesai mandinya?" tanya Amera.


"Sudah bibi, tapi Rani gak tau cara pakai baju yang bibi berikan kemaren" ujar Rani terlihat sedih.


"Oh begitu ya, sudah ayo bibi bantu memakaikan baju untuk kamu" ujar Amera pada Rani yang dibalas oleh anggukan kepala gadis itu.


Amera dengan semangat memakaikan seragam untuk Rani, Rani terlihat begitu cantik dengan seragam barunya. Saat mereka sedang sibuk pada cermin tiba-tiba Devan datang dengan setelan kantornya.


"Wah...putri papa sudah siap ni ke sekolah" Tanya Devan dan dijawab oleh anggukan kepala Rani pelan.


"Mas kok belum berangkat?" tanya Amera pada Devan yang masih betah menggendong Rani.

__ADS_1


"Ini juga baru mau kekantor, kamu jangan nakal ya sama ibu Amera ya kasihan ibu nanti dia sedih Lo" ujar Devan.


"Iya pa" ujar Rani pelan sambil melirik bibinya itu.


Setelah itu Devan melepaskan Rani dan pergi keluar kamar karena dia akan segera berangkat kekantor sekarang.


****


Amera dan Rani sudah tiba di sekolah Rani yang baru, Rani terlihat sangat bahagia karena bisa sekolah. Apa lagi sekolah elit seperti itu siapa yang tidak mau, dia langsung menyalami Amera lalu pergi masuk ke sekolah sambil melambaikan tangannya kearah Amera.


Setelah memastikan Rani masuk Amera langsung meninggalkan kawasan sekolah Rani dan memutuskan untuk pergi ke toko yang akan dia beli sebelumnya.


Skip toko.


"Wah... tokonya cukup bagus dan luas ini cocok untuk tempat aku membuka butik"


ujar Amera senang. Dia langsung memfoto bangunan yang akan dia beli dan mengirimnya kepada Devan.


Setelah itu tak lama dia mendapat balasan dari Devan dan dia setuju untuk membeli ruko itu dan langsung mengirim uang yang dibutuhkan untuk membayar ruko tersebut.


Setelah uang itu sampai di rekening Amera, dia langsung menariknya dan menyerahkannya pada pemilik ruko tersebut.


*****


Skip rumah orang tua Amera.


Amerq masuk dengan wajah yang berseri-seri apalagi semenjak Devan kembali senyum di wajah y/n tak pernah pundar dia terlihat sangat bahagia.


"Sayang kamu datang kok gak kabari mama, malah ini senyum-senyum sendiri! ada apa sayang" tanya mama Amera sambil tersenyum manis melihat kelucuan putrinya itu.


Amera langsung memeluk mamanya dengan penuh kasih sayang, dia mencurahkan rasa senangnya pada mamanya itu.


"Aku merasa sangat senang hari ini ma, karena Amera sudah berhasil membeli ruko yang nantinya akan Amera gunakan untuk membuka butik" ujar Amera tersenyum bahagia. Mama Amera yang mendengar itu pun merasa sangat bahagia untuk putrinya itu.


"Mama turut bahagia untuk kamu sayang, semoga apa yang kamu rintis akan sukses dan bisa membuat mama dan papa bahagia" ujar Amera bahagia sambil menitikkan air mata.


Amera langsung menghapus air mata mamanya dua tidak mau ada air mata di wajah mamanya karena dia.

__ADS_1


"Sudah ini adalah bahagia gak boleh air mata , kamu mau makan apa biar mama masakan.


"Amera pengin semur jengkol masakan mama" ujar Amera tersenyum pada mamanya.


1 jam kemudian makanan yang di pinta Amera pun jadi dia begitu senang dia langsung pergi mengambil piring dan mengisinya dengan nasi lalu mengambil jengkol yang dimasak mamanya dan mulai memakannya dengan lahap.


Mama Amera yang melihat Amera maka dengan lahap pun tersenyum karena sudah lama dia tidak melihat putrinya itu makan dengan lahap.


"Makan pelan-pelan sayang gak akan ada yang merebutnya" ujar mama Amera.


Setelah selesai makan Amera langsung memutuskan untuk pulang sekalian menjemput Rani di sekolah.


Skip sekolah.


Amera menunggu Rani diparkiran dan tidak lama kemudian Amera melihat Rani keluar bersama gadis Balia seumurannya, mereka sama-sama tersenyum.


Amera langsung keluar dan mendekati Rani dan teman barunya, Rani langsung memperkenalkan Amera sebagai mamanya.


Mendengar itu Amera senang dia tidak menyangka Rani akan memperkenalkan dia sebagai mamanya didepan temannya.


"Halo ...kamu teman baru Rani ya?" tanya Amera pada anak seumuran Amera.


"Namaku Rara Tante, Tante mamahya Rani ya" ujar Rara, Amera langsung menoleh kearah Rani.


"Iya Ra, ini mama aku namanya Mama Amera" ujar Rani pada Sahabat barunya.


Setelah itu Amera dan Rani langsung memutuskan untuk pulang karena hari sudah masuk jam makan siang.


*****


Cantika sedang memijat bos preman dipenjara, kehidupannya sungguh sangat menyedihkan selama ini dia diagungkan oleh orang karena dia yang seorang dokter.


Tapi lihatlah dalam sekejap dia menjadi narapidana dan semuanya karena Devan pria yang begitu dia cintai.


"Berbahagialah selama aku dipenjara Devan, tapi jangan harap kau bahagia saat aku keluar dari penjara nanti. Itu adalah hari yang akan membuatku begitu bahagia" batin Cantika.


Lamunan Cantika buyar karena teguran dari bos preman karena di pijatannya begitu menyakitkan.

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2