Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
-


__ADS_3

...~Selamat membaca~...


Devan dan Mera baru saja masuk ke kamar mereka setelah mereka selesai makan malam, Devan masih sama mukanya jutek dan tidak enak dipandang.


Amera langsung memegang tangan devan karena dia tidak tenang kalau suaminya itu masih marah padanya, Amera langsung memeluk Devan dan tanpa dia sadari dia malah menangis di dada bidang suaminya.


"Jangan marah hiks....mas Devan gak boleh marah sama Mera hiks....Mera akan jawab pertanyaan mas Devan, apakah Amera mencinta mas Devan. Iya mas Amera mencintai mas Devan, cinta Amera masih sama seperti dulu malah lebih besar cinta Amera sekarang dibandingkan dulu hiks...jadi mas Devan gak usah meragukan Amera" ujar Amera.


"Eh....jangan menangis mas tidak menyuruhmu untuk menangis mas hanya kesal karena kamu gak langsung jawab pertanyaan mas, mas kira cintamu sudah mati. Karena menurut mas cintamu itu hanya cinta monyet"ujar Devan dingin.


"Tidak mas cinta Amera bukan cinta monyet, cinta Amera adalah cinta yang nyata mas dan suci " ujar Amera tidak terima dia langsung menarik tangan Devan dan langsung meletakkannya di dadanya.


"Disini cinta Amera tumbuh setiap hari mas, disini hanya ada mas Devan seorang gak ada yang lain. Mas tau ketika mas menolak cintaku dulu aku sempat sakit satu Minggu, dan ketika hiks....mas akan menikah dengan mbak meli Amera sudah pasrah dan berdoa semoga mas Devan akan bahagia terus sama mbak meli walau hati Amera sakit" ujar Amera panjang lebar.


Mendengar ucapan istrinya itu Devan langsung memeluk istrinya itu dan menenggelamkan wajah Amera di dadanya dan mencium pucuk kepala Amera dengan lembut.


"Iya mas percaya padamu sayang jadi berhenti menangis karena mas gak mau ada air mata di wajahmu" ujar Devan lalu mengusap air mata Amera.


"Kalau begitu mas gak boleh meragukan cinta Amera lagi cinta Amera tulus sama mas gak minta imbalan, jika mas memang gak bisa membalas cinta Amera gak apa-apa Amera tetap akan disini mencintai mas" ujar Amera.


"Terima kasih sudah mencintai mas sedalam itu, bisakah kamu bersabar menunggu mas membalas cintamu!, mas akan belajar mencintai mu maukah kau mengajari mas untuk mencintai mu??" tanya Devan.


Amera menganggukkan kepalanya tanda mau karena dia juga ingin dicintai oleh Devan suaminya.


Devan kemudian mendekati Amera dan memeluknya lagi dengan erat seakan takut kehilangan Amera.


Diperlakukan dengan penuh kasih sayang Amera Langsung tersenyum penuh haru, dia berdoa semoga tidak ada yang akan menghancurkan kebahagiaanya ini.


"Aku menginginkan mu apa aku boleh meminta hak ku ?? " tanya Devan.


"Tentu saja mas, semua yang ada pada diriku ini adalah milikmu mas" Ujar Mera.


Mendengar itu Devan Sangat bahagia, lalu mereka kembali menggapai surga dunia di atas ranjang.


Setelah mencapai kepuasan bersama mereka tepar di atas ranjang karena kelelahan.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, mas harap akan tumbuh bayi di perutmu segera" ujar Devan sambil mengusap perut Amera.


"Amin" ujar Amera sambil mengusap kepala Devan pelan dengan penuh kasih sayang. Saking kelelahannya Amera tanpa sadar tertidur.


"Tidurlah yang nyenyak sayang" ujar Devan lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Setelah bersih-bersih Devan pun memutuskan membersihkan tubuh istrinya dengan handuk basah lalu memakaikan Mera baju daster.


Setelah itu dia juga ikut berbaring disebelah ranjang yang kosong dan memeluk Amera dengan kasih sayang.


****


Matahari masuk kecela-cela ordeng yang ada dikamar hotel, mengganggu aktivitas tidur dari seorang wanita siapa lagi kalau bukan Amera.


"Sudah pagi rupanya" ujar Amera mulai menggerakkan badannya, namun dia merasa ada sesuatu yang berat menimpanya yaitu sebuah tangan.


Amera refleks menoleh kesamping dan tersenyum melihat suaminya itu yang terlihat tampan ketika sedang tidur. Dia kemudian mencium kening Devan, mata Devan yang tertutup dan terakhir bibir Devan tanpa Amera sadari.


"Sepertinya kau sudah mulai kecanduan pada diriku, bahkan Kau terang-terangan mencium ku" goda Devan.


"M...mas Devan sudah bangun" ujar Amera kaget.


Amera langsung saja menyembunyikan wajahnya di dada bidang Devan karena malu, dia begitu malu karena ketauan berbuat mesum pada suaminya itu.


"Gak usah malu sama seperti yang kau katakan tadi malam, semua yang ada pada diriku adalah milikmu. Jadi kau berhak dan bebas mencium ku di manapun kau mau" ujar devan tersenyum.


Amera tidak menjawab devan, dia masih sibuk membenamkan wajahnya di dada bidang devan.


"Sebaiknya kamu mandi sayang aku akan pesankan makanan untuk kita, setelah itu baru kita jala-jalan" ujar Devan.


Amera hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dia begitu bahagia sekarang karena Devan sudah mau membuka hati dan belajar mencintainya.


Amera memejamkan mata saat berendam di air sabun dia sedang menenangkan pikirannya, namun tiba-tiba ia teringat dengan rencana nya dan Aiba.


Raut wajah Amera langsung berubah tegang, dia begitu takut jika itu sampai diketahui oleh Devan suaminya.


"YA Allah aku begitu terbuai dengan keindahan cinta yang kau berikan hingga aku lupa dengan dosa ku, apakah mas Devan bisa memaafkan ku saat dia tau kalau aku dan aiba yang menjebaknya" mulai menangis.

__ADS_1


"Apa aku jujur saja sama mas Devan kalau malam itu adalah rencana Aiba sehingga mas Devan gak mendengar itu dari orang lain"ujar alAmera.


Tapi dia kembali menggelengkan kepalanya, itu gak benar dia gak bisa mengungkapkan itu pada suaminya.


Ia yakin Devan akan sangat marah karena bagaimana pun tindakan itu sudah mencoreng nama baiknya di keluarganya maupun keluarga Amera.


Amera langsung menyudahi acara mandinya dan langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah dibawah olehnya sebelumnya.


Lalu Amera keluar dari kamar mandi dan mendekati suaminya yang sedang duduk di balkon hotel sambil melihat pemandangan.


"Sebaiknya mas mandi dulu, Amera sudah selesai mandi"ujar Amera tersenyum.


Devan pun membalas senyum Amera lalu menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Amera menuju kamar mandi.


40 menit kemudian dengan sudah selesai dengan acara mandinya, diapun mendekati Amera yang sedang menyiapkan makanan untuk mereka makan pagi ini.


Lalu mereka mulai acara makan mereka, mereka makan dengan lahap karena mereka memang sudah lapar dan sekarang jam menunjukkan pukul 10 pagi.


"Setelah makan kamu kemana ?? ke pantai atau berenang ke kolam renang?? " tanya Devan.


"Ke pantai saja mas soalnya Amera gak bisa berenang hehehe ..." ujar Amera.


"Kan ada mas, nanti mas ajarin kamu berenang" ujar Devan.


"Baiklah tapi kita ke pantai dulu oke" ujar Amera lembut.


"Baiklah asal itu bikin kamu bahagia" ujar Devan.


"Dari siapa mas belajar gombal begini?? biasanya bicaranya kaku dan sangat dingin sama Amera" ujar Amera penuh tanda tanya.


"Dulu kan kita belum begitu kenal, jadi kamu gak akan tau mas itu gimana sebenarnya.


Tapi sekarang beda ceritanya kamu adalah istri mas jadi mas harus terbuka sama kamu" ujar devan.


Amera tersenyum mendengar apa yang Devan katakan barusan.

__ADS_1


...TBC....


__ADS_2