Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Marah


__ADS_3

...^^selamat membaca^^...


Amera sudah sampai dikamar hotel dia begitu marah dengan Devan, Dia sakit hati dibilang wanita gak benar oleh suami yang juga pria yang dicintainya.


"Ini yang dia maksud tolong ajari aku mencintaimu, bulsit....semua ucapannya palsu. Seharusnya aku gak terjebak dalam dilema ini, apa lagi mantannya sudah datang sekarang. Tapi ini adalah pilihan ku, kenapa aku harus mencintai pria seperti itu hiks....kenapa aku harus mencintai dia" lirih Amera sambil menangis dia melempar semua barang-barang miliknya.


Amera yang lelah menangis langsung duduk di ranjang sambil memandang wajahnya yang terpampang didepan kaca, dia tersenyum sumbang melihat penampilannya yang sangat kacau.


Dia langsung menelpon Aiba untuk curhat pada sahabatnya itu, karena dia butuh teman curhat sekarang.


(Telponan on).


📞: Halo, Ra ada apa?? apa kamu baik baik saja tumben menelpon aku.


💜: Halo, Ba hiks ...


📞: Ra kok Lo nangis? apa terjadi sesuatu?? apa Lo bertengkar sama om gue??


📞: Iya gue bertengkar.


*Lalu Amera mulai menceritakan semuanya pada sahabatnya sambil menangis, hal itu membuat Aiba kesal.


📞*:Sudah kamu jangan menangis Ra, dengar kamu jangan ngomong duluan sama om Devan. Kita kasih om pelajaran dia yang main tapi dia juga yang marah .


💜: Iya Aiba makasih sarannya.


📞: Tapi tunggu Ra Lo bilang om gue marah karena ada cowok yang deketin Lo tadi kan??


💜:Iya, ada apa emangnya?.


📞: Lo gak peka ya, itu tandanya om gue cemburu dan dia itu cinta sama Lo tapi mungkin dia belum sadar.


Mendengar penjelasan sahabatnya seketika hatinya menghangat, jika mang begitu dia akan sangat bahagia.


(Telponan off).


Skip malamnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 wib tapi belum ada tanda-tandanya kedatangan Devan, hal itu membuat Amera marah.


"Dasar pria brengsek dia gak pulang juga ini sudah malam bahkan dia gak mikir aku belum makan atau belum, dia cuma peduli sama mantannya" kesal Amera.

__ADS_1


Belum genap seminggu mereka di Bali tapi Amera sudah bed mood sekarang, dia memutuskan turun untuk makan sendiri dia gak akan diam saja bisa mati kelaparan kalau mau menunggu Devan.


***Restoran***


"Pelayan pesan makanan, sate gurita, nasi goreng, pasta, sama pecel lele" ujar Amera.


Amera memang seperti itu kalau dia kesal maka makanan lah yang menjadi sasaran kekesalannya, Amera juga mematikan hpnya karena dia malas diganggu. Dia juga memesan tempat VVIP jadi tidak akan ada yang mengganggu dia nantinya.


Sedangkan Devan dia baru jalan-jalan bersama Arum, mereka pergi ke air terjun yang ada di Bali hingga lupa waktu dan melupakan istri di hotel. Itu semua karena ulah Arum, dia mengalihkan perhatian Devan sehingga lupa waktu.


"Sampai jumpa lagi besok Dev, aku masuk ya" ujar Arum lalu masuk ke rumah neneknya.


Devan hanya menganggukkan kepalanya lalu bergegas menuju hotel dengan taksi yang dia tumpangi tadi.


**Kamar hotel**


Devan merasa berat hati masuk kedalam, Amera pasti marah banget kepadanya. Tapi dia memberanikan diri untuk masuk tapi dia tidak menemukan Amera, Dia mencarinya dikamar mandi tapi tidak ada.


"Astaga kemana Amera" ujar devan khawatir.


Dia langsung melihat lemari dan dia bernafas lega karena bajunya dan Amera masih ada di lemari.


Akhirnya Devan memutuskan mandi terlebih dahulu, baru mendatangi repsionis hotel dan mulai menanyakan istrinya.


Dia langsung saja pergi ke sana dan menanyakan istrinya dimana.


"Iya benar tuan nyonya ini ada di restoran ini" ujar pelayan.


"Terus dia dimana sekarang" tanya devan.


"Maaf tuan kami tidak bisa memberi tau karena ini perintah nyonya tadi" ujar pelayan.


Karena desakan Devan dan juga kekuasaannya Devan langsung berhasil menemukan ruangan Ampera, dia langsung masuk dan melihat Amera sedang memakan makanannya dan itu dalam porsi banyak.


"Ra " panggil devan.


"Mm..." ujar Amera dingin, dia masih kesal melihat wajah devan dan lebih memilih memakan makan yang ada didepannya.


"Kamu kenapa gak ngabarin aku kalau kamu disini?? bikin orang khawatir saja" ujar Devan.


"Aku tidak meminta kamu mengawatirkan aku, sebaiknya kamu pergi jangan ganggu aku bikin nafsu makan ku hilang saja" ujar Amera dingin.

__ADS_1


"Mera kamu marah sama mas??" tanya Devan


"Menurut kamu!!" tanya Amera balik.


akhirnya makannya habis Amera baru cuci tangan dan bersiap keluar tapi tangannya dipegang oleh Devan.


"Aku masih ingin bicara" tegas Devan.


"Tapi sayangnya aku gak mau, lepaskan tanganmu dariku. Nanti tanganmu kotor karena memegang tangan wanita tidak tau malu ini" ujar Amera tajam.


"Ra" panggil Devan lirih dia tau dia salah sudah berkata seperti itu pada Amera.


"Berhenti menyebut namaku aku muak kau dengar, jadi kita jalani saja semua ini seperti sebelumnya. Kamu jangan perduli sama aku ataupun mengurusi semua urusan ku. Begitupun aku"ujar Amera.


"Apa maksudmu??" ujar Devan.


"Kurasa semua nya sudah cukup jelas,dan besok aku mau kembali ke Jakarta" tegas Amera.


"Sayang kita baru satu hari Lo disini masa harus pulang" ujar Devan tak terima.


"Sayang cuii, bulshet berhenti memanggil namaku apa lagi sayang, aku jijik tuan Devan yang terhormat. Kalau kau belum mau pulang terserah kau, kau bisa tinggal disini dan bisa menghabiskan banyak waktu bersama wanita itu" ujar Amera.


Devan akhirnya memilih diam dia tau kesalahan nya sangat besar hari ini, pertama dia mendiamkan Amera dan asik bersama Arum menikmati waktu hari ini, kedua dia mengatakan Amera wanita murahan, dan terkahir meninggalkan Amera jalan jalan bersama Arum.


Devan mengikuti langka Amera yang sedang menuju kasir, Amera sedang membayar semua makanan yang dia pesan tadi.


setelah itu mereka kembali ke kamar, didalam kamar tidak ada pembicaraan Amera sibuk dengan televisi dan Devan sibuk dengan hpnya.


"Apa kamu benar benar ingin pulang besok pagi??" tanya Devan.


"Tentu saja aku sudah gak betah disini, aku mau pulang terus menginap di rumah mama. Disana lebih menyenangkan dari pada disini"ujar Amera.


"Aku tau aku salah Ra tolong maafkan aku aku janji gak bakal mengulangi kesalahanku, kita lanjut honeymoon lagi ya" bujuk Devan.


Amera tidak membalas hanya mendengarkan saja, satu sisi dia ingin berlari dan menghambur di pelukan Devan tapi disisi lain dia masih sakit hati.


Devan langsung mendekati Amera dan memeluknya, dia mengelus rambut Amera pelan.


"Tolong maafin aku ra, aku gak akan menghubungi Arum ataupun berbicara pada dia lagi. Aku tadi mengatakan hal itu karena aku kesal karena kau dekat dengan pria lain" ujar Devan.


"Janji??" tanya Amera.

__ADS_1


"Janji " ujar Devan.


...TBC....


__ADS_2