Menikah Dengan Paman Sahabatku

Menikah Dengan Paman Sahabatku
Mulai menyelidiki


__ADS_3

Han hari ini pergi ke perumahan tempat tinggal Devan sekarang untuk menyelidiki penyebab Devan bisa tinggal disana.


Dia melihat rumah yang tidak terlalu mewah dan juga tidak terlalu jelek, tapi sungguh itu bukan tipe Devan banget. Han mengintip dari balik pohon saat melihat Devan sedang keluar dengan membawa ember menuju sebuah motor.


"Wah ...bukan maen, biasanya sopir yang nyuci mobil dia sekarang lihatlah dia malah menyuci motor sangat menggelikan" ujar Han tersenyum kecil.


Saat Han mengamati Devan yang sedang mencuci tiba-tiba keluar seorang gadis yang menurut Han cantik tapi jujur jauh cantiknya Amera dibanding wanita itu.


"Siapa dia? apa dia yang dimaksud dokter yang seorang janda itu" tanya Han dalam hati.


"Mas ini kopinya, makanan sudah Cantika buat mas Alex mau makan sekarang atau nanti. Rani anak kita sudah kebelet pengen makan, tapi gak mau makan sebelum kamu makan" tanya Cantika yang membuat Devan kaget bukan main saat wanita itu bilang anak mereka


"Lelucon macam apa ini? anak cih...dan Devan mau-maunya menganggukkan kepalanya, dia bukan seperti Devan yang kukenal" batin Han kesal.


Devan langsung masuk kedalam rumah dan meninggalkan cucian motornya tadi, sedangkan Han dia pergi dari sana dengan perasaan campur aduk.


"Ini benar-benar janggal, aku harus ketemu Raka sekarang" ujar Han pelan lalu menuju kantor milik Raka. Setalah menempuh perjalanan cukup memakan waktu akhirnya Han tiba di perusahaan sahabatnya itu, dia bisa masuk dengan muda kesana karena siapa yang tidak mengenal dia sebagai sahabat Raka dan juga sekertaris dari pengusaha no satu di Indonesia.


Han menuju ruangan raja menggunakan left karena ruangan Devan berada dilantai paling atas.


Skip ruangan Raka.


"Tumben datang gak kasih kabar"Ujar Raka pada sahabatnya yang baru saja memasuki ruangannya.


"Gak ada waktu,aku punya sesuatu hal yang ingin ku bicarakan padamu" jelas Han.


"Hal apa?" tanya Raka.

__ADS_1


Han langsung menceritakan semua yang ia lihat dan dengar tadi, terlihat Raka begitu kesal karena sekarang ia yakin kalau sahabatnya itu dimanfaatkan oleh janda tersebut.


"Sepertinya janda itu sengaja memanfaatkan Devan, atau jangan-jangan Devan sedang mengalami amnesia" jelas Raka.


"Bisa saja karena dia bersikap sangat aneh" ujar Han.


"Jadi apa langkah selanjutnya yang akan kita lakukan? ini tidak bisa didiamkan Han" jelas Raka pada sahabatnya itu.


"Kita awasi dulu, dan suruh anak buahmu menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Devan" ujar Han menuntut.


"Baiklah, sekarang kau bisa pergi aku ada meeting sekarang" usir Raka pada sahabatnya itu yang kini terlihat sangat mengerikan.


"Ya....kau mengusirku tuan Raka yang terhormat" ujar Han tidak terimah.


"Jika kau menganggap begitu tidak masalah" ujar Raka.


*****


Amera baru saja pulang dari kampus karena hari ini cuma ada mata kuliah satu dan pukul 09.30 WIB diapun pulang dijemput sopir pribadi mama mertuanya.


1 jam diperjalanan kini dia telah sampai di rumah mertuanya, dan langsung masuk kedalam rumah.


"Amera pulang ma" ujar Amera sedikit keras.


"Udah pulang sayang, yuk ganti baju terus makan" ujar mama Devan, mama Devan sangat menyayangi menantunya itu dia akan selalu membela menantunya itu jika ada yang jahat pada Amera.


Amera pun menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamarnya dulu.

__ADS_1


Skip kamar.


Amerq langsung mencari pakaian yang ingin dikenakannya pagi ini, tiba-tiba matanya tertuju pada baju Devan hal itu membuat Amera mengingat Devan.


"Mas kau dimana? aku kangen" ujar Amera lalu memeluk baju suaminya itu, setelah puas memeluk baju Devan Amera kembali meletakkan baju itu ketempat semula.


Setelah itu dia keluar dari kamar dan menuju lantai satu untuk keruang makan, setelah sampai Amera langsung duduk dimeja makan dan mulai mengambil makanan dan meletakkannya dipiring miliknya.


Saat sedang makan Amera malah teringat dengan mansion mereka, dan dia berniat habis makan kesana bersama sopir pribadi mama mertuanya.


Setelah selesai makan,Amera membereskan piring bekas makannya. Setelah dicuci Amera langsung letakan ditempat sebelumnya.


Lalu Amera pergi dari dapur dan menuju kekamar nama mertuanya yang berada dilantai satu.


"tuk...tuk.../ bunyi pintu di ketuk.


Setelah mengetuk pintu terbuka pintu dengan menampilkan mama mertuanya didepan pintu.


"Ada apa sayang?" tanya mama Devan.


" Ma Amera ingin kerumah Amera dan mas Devan ya ma, soalnya kangen sama rumah aku izin sana dulu ya" ujar Amera pelan pada mama mertuanya.


"Iya sayang pergilah jika kau ingin pergi, mama juga gak akan memaksa kamu untuk ke sana" ujar Mama Devan.


Setelah mendapat persetujuan dari mama Devan, Amera pun pergi bersama sopir pribadi mamanya.


...TBC....

__ADS_1


__ADS_2